Titip Istriku

Titip Istriku
wisuda


__ADS_3

Acara wisuda hari ini di laksanakan, dengan gagahnya Azzam dan cantiknya aisha menghipnotis seluruh mata yang melihat nya. Begitu pun saat Almira melihatnya, ia merasa cemburu. Almira semenjak berpisah dengan Azzam ia belum menikah karena sibuk dengan karir kedokteran nya. di samping itu Almira juga menjadi dosen di mana Azzam kuliah saat itu. Keduanya walaupun satu kampus tapi ngga pernah bertemu, Almira mengajar di gedung sebelah barat sedangkan Azzam kelasnya ada di sebelah timur.


Para dosen taunya Azzam itu masih duda, setelah perpisahan dengan Almira Azzam belum pernah membawa wanita dalam hidupnya.


" Hay zam apa kabar" tanya Ridho temannya satu angkatan.


" Alhamdulillah baik kamu sendiri" tanya Azzam balik.


" Alhamdulillah aku juga baik, siapa nih tumben kamu bawa pasangan. adikmu atau sepupumu" Azzam tersenyum.


" kenalkan do ini istriku Aisha" ridho mengerutkan keningnya tidak percaya. Aisha menelangkupkan tangannya di depan dada tanda salamnya.


" emang kapan kamu menikah" ridho masih heran, Azzam pulang ke Indonesia kemarin dan masih sendiri tiba-tiba datang bawa istri.


" kemarin pas pulang aku menikah do"


" wah selamat kawan, jahat lo kita ngga di undang"


" maaf hanya acara sederhana saja"..


" ngga asyik Lo zam seorang dokter hebat nikah diam-diam tanpa pesta"..


" karena aku ingin cepat bawa istri ku ke sini, wisuda lebih asyik di temani oleh pasangan" Aisha tersipu malu saat Azzam mengedipkan matanya kepada Aisha, menggodanya.


Almira datang menemui dua laki-laki dan satu wanita yang sedang asyik berbincang.


Sebenarnya Almira belum percaya kalau Azzam menikah lagi, yang ia tau Azzam masih sangat mencintai Almira. Melihat kedatangan Almira، Azzam langsung menggenggam tangan Aisha, Aisha tau maksud Azzam supaya Aisha tidak salah paham.


Suara microfon terdengar memerintahkan mahasiswa duduk di tempatnya masing-masing dan yang menemani harus duduk di kursi tamu yang telah di sediakan.


suasana cukup ramai, Azzam khawatir jika Almira berbicara yang tidak-tidak. Azzam memandang wajah Aisha terlihat dengan kekhawatiran nya. Aisha mengerti dan memberi isyarat bahwa ia tidak apa-apa, kemudian Azzam melepas genggaman tangan nya. Azzam menduduki kursi yang di sediakan oleh panitia, dan Aisha di ajak oleh Almira untuk bersamanya Aisha pun mengikuti.


" Aisha kalau boleh tau kapan kalian menikah, " tanya Almira meyakinkan.


" sebelum kami berangkat ke sini"

__ADS_1


" yang aku tau Azzam belum menikah saat terakhir ia disini. kalian di jodohkan atau..."


" kami tidak di jodohkan, sewaktu mas Azzam pulang ke Indonesia ia melamar ku dan setelah ujian selesai mas Azzam menikahi ku. makanya aku bisa datang bersama mas Azzam di acara wisudanya"


Almira mengangguk tanda mengerti, Aisha kemudian mengeluarkan ponselnya memperlihatkan foto nya bersama Azzam dengan gaun pengantin. baru Almira percaya, dalam hatinya ia menyesali membuang laki-laki sebaik Azzam. Azzam sangat menghormati wanita tak pernah berkata kasar dan selalu mengalah.


" kamu beruntung Aisha menjadi wanita yang ia cintai setelah aku, Azzam penyayang. Aku yang bersalah dalam hal ini dan sekarang semuanya terlambat" Almira sedih matanya sendu, air matanya ia tahan.


" Mungkin memang jodoh kalian hanya sampai disini, insyaAlloh mba Almira nanti akan mendapatkan jodoh yang lebih baik dari mas azzam."


" Azzam terlalu baik untuk ku dan pantas untukmu" Almira mengira Aisha akan marah mendengar penuturan Almira, ternyata Almira salah besar Aisha benar wanita yang baik. pantas untuk di cintai Azzam.


Sorak para peserta wisuda bergemuruh saat mahasiswa terbaik di kampus ini dengan nilai maksimal di panggil " Azzam Permana" tepuk tangan pun memenuhi gedung itu.


Azzam berdiri menerima penghargaan dari kampusnya dan ia di persilahkan untuk berbicara di atas panggung.


Salam Azzam dijawab oleh semua.


" Terima kasih pertama saya ucapkan kepada Allah SWT dengan kuasanya saya berada di dtitik ini. untuk ibu saya yang tidak bisa ikut karena sesuatu hal dan istri saya yang sangat saya cintai. aku mencintaimu Ais," suara tepuk tangan kembali lagi terdengar ramai Aisha menitikkan air mata lagi-lagi ia di cintai orang yang sangat mencintainya.


Suara bisik-bisik dari setiap dosen di sana, mereka tau Almira dan Azzam adalah mantan.


sejujurnya hati Almira merasa sakit tapi ia berusaha ikhlas karena dulu dia yang meninggal kan azzam.


Aisha memberikan bunga untuk suaminya ucapan selamat atas keberhasilan Azzam kemudian Azzam mencium kening Aisha. seluruh yang ada di ruangan itu memberikan tepuk tangan meriah.


Ada seseorang dari belakang yang memegang tangan Almira untuk menguatkan.


Almira tersenyum kepada sahabatnya itu memberikan isyarat bahwa ia baik-baik saja.


Almira berjanji tidak akan menganggu hubungan mereka ia akan menjadi teman baiknya.


Acara wisuda selesai semua memberikan selamat kepada mahasiswa yang di wisuda hari ini, ucapan selamat untuk azzam tidak hanya keberhasilan nya tapi juga selamat atas pernikahan nya. mereka foto bersama mengabadikan momen yang entah kapan mereka akan bertemu lagi, Azzam sebenarnya di tawari untuk menjadi dosen di sana juga banyak rumah sakit yang menginginkan Azzam. Tapi azzam tidak ingin tinggal di sini, ia ingin tetap pulang ke Indonesia mengingat mamanya yang hanya sendirian.


sepulang dari acara Azzam dan Aisha pulang ke apartemen nya, mereka beberes dan akan istirahat. setelah melalui hari yang cukup melelahkan baginya.

__ADS_1


" Aisha mas lupa, ini ada hadiah dari mama katanya mama nitip untuk mu" Aisha mengambilnya dan membukanya.


Aisha terkejut melihat yang ada di dalam kotak kado itu.


" kenapa Ais apa isinya, Azzam penasaran" Aisha tak ingin memperlihatkan nya kepada Azzam, Aisha malu.


Azzam mendekat mencoba mengambilnya tapi Aisha mendekap kado itu, Aisha malu jika Azzam tau. Azzam tak habis akal ia sungguh penasaran apa yang di berikan mamanya.


Azzam berusaha merampas dari tangan Aisha, Aisha mencoba mempertahankan sampai Aisha jatuh di atas ranjang begitu pun Azzam tepat di atas Aisha. Azzam melihat Aisha secara intim, tanpa sadar Azzam berhasil mengambil kado dari tangan Ais.


" mas Aisha mohon jangan di buka" Aisha mukanya sudah semu memerah seperti tomat. Azzam ngga peduli dengan permohonan Aisha, Azzam begitu penasaran dengan hadiah mamanya. apalagi saat Aisha tidak ingin memperlihatkan Azzam makin penasaran sekali.


Aisha menutup mukanya dengan kedua telapak tangannya karena malu yang teramat.


terlihat azzam yang tertawa geli sudah mendapati isi dari kado, iya geleng-geleng kepala mengingat mamanya.


" ini kado yang bagus Ais, teramat bagus dan berharga" Azzam mulai berani mendekati, Aisha pun berusaha mundur tapi dicegah oleh Azzam.


" pakailah nanti malam aku suamimu ingin melihat nya" Azzam berbisik di telinga Aisha.


Aisha melotot mendengar perkataan Azzam.


" tapi mas aku takut masuk angin"


" tenang saja aku akan menghangatkan mu" lingerie warna merah maroon membuat gairah Azzam sebagai lelaki normal memberontak.


Aisha malu dan berlalu masuk kamar untuk bersih-bersih, jantungnya berdetak kencang mengikuti irama hembusan angin sore hari.


__________


bersambung


beri like komentar dan hadiah, author akan semangat melanjutkan nulisnya.


trimakasih ❤️

__ADS_1


__ADS_2