Titip Istriku

Titip Istriku
sempit


__ADS_3

Aisha dan Azzam sesampainya di rumah masih siang hari karena ia tidak menghadiri acara resepsi Almira, perutnya yang semakin membesar membuatnya kesulitan dalam bergerak. Aisha lebih sering di rumah, Azzam tidak mengizinkan Aisha kemanapun tanpa adanya dirinya. namun Aisha menuruti apa kata sang suami karena itu juga merupakan kebaikan untuknya. kini kamar mereka sudah pindah di bawah tidak lagi berada di atas, mama Raisa tidak mengizinkan hal itu. takut terjadi sesuatu dan pastinya Aisha kelelahan jika harus naik ke atas. aisha berganti pakaian sebelumnya dengan daster rumahan yang bikin ia nyaman, kehamilan yang semakin tua itu membuatnya merasa kepanasan setiap waktu. Azzam juga mengganti pakaiannya dengan pakaian santai, hari ini adalah hari Ahad Azzam tidak dinas ke rumah sakit. Aisha merebahkan tubuhnya di ranjang, terlihat sangat kesusahan sekali Azzam yang melihatnya pun langsung menghampiri sang istri.


" lelah ya sayang.." Azzam memegang kaki Aisha ingin memijitnya.


" jangan mas Aisha tidak apa-apa hanya butuh istirahat sedikit saja " Aisha menarik kakinya agar suaminya tidak menyentuh nya ia merasa tidak enak setiap kali suaminya melakukan hal itu.


" tidak apa-apa sayang ini mas yang melakukan nya, jangan begitu sungkan dengan mas dan jangan terlalu merasa ini tidak sopan. biarkan mas memanjakan kaki permaisuri mas ini yang kelelahan" akhirnya Azzam memaksa. Aisha pun tidak bisa menolak nya lagi.


" mas kita belum siapkan nama buat mereka " Aisha sambil berfikir sambil mengetuk dua jarinya di dagu.


" siapa ya sayang kira-kira nama yang pantas untuk kedua jagoan kita."


" siapa aja mas yang penting memiliki arti yang baik, supaya menjadi anak Solih "


" aamiin, mas sudah tidak sabar melihat mereka. mas juga tidak tega melihat mu seperti ini sayang, saat di rumah sakit tak sedetikpun mas ngga mikirin Ais."


" beneran mas, ah gombal mulai deh " azzam terkekeh di ikuti Aisha.


" iya sayang, belahlah dada mas sudah tidak ada yang bisa sedikit pun menyelip di sini" aisha menyahut tangan suaminya lalu mengecup nya.


" terimakasih mas sayang. ayahnya anak-anak ". kembali Azzam menc**mi sang istri. Azzam kembali memijat kaki sang istri, Aisha merasa begitu nyaman dengan pijatan Azzam.


Mereka berbincang sebentar, tak lama terdengar dengkuran dari sang istri. Aisha tertidur, Azzam membenarkan posisi tidur istrinya itu kemudian tak lupa ia mengecup kening sang istri. di belainya kepala Aisha dengan lembut, Azzam berbaring di samping Aisha dan ikut terlelap di siang hari.

__ADS_1


***


Di kamar hotel ada dua insan yang sedang memadu kasih, keduanya berbuka puasa setelah sekian lama mereka berpuasa. Hasrat yang sudah tidak bisa mereka pendam, meski lelah terasa setelah shalat isya mereka berdoa sebelum melakukan rutinitas yang biasa di lakukan suami istri. tak perlu kaku lagi karena keduanya sudah pernah melakukan nya dengan pasangan mereka masing-masing dulu sebelum kini mereka di persatukan dalam ikatan suci yaitu pernikahan. Mr.jack membelai wajah Almira membuat Almira tersipu malu. laki-laki yang awalnya membuat ia selalu merasa kesal kini dalam hatinya ia menyimpan rasa, rasa yang Almira tidak tahu kapan itu hadir. tumbuh berkembang begitu saja bersemi seiring berjalannya waktu. wajah yang masih terlihat cantik meskipun umur sudah tidak muda lagi, umur 32 tahun Almira menikah untuk yang kedua kalinya dan Mr Jack berumur 35 tahun. hanya selisih 3 tahun saja. Ci****. yang penuh dengan hasrat hingga membuat nafas keduanya terengah-engah, lengu**n dan de**han mengiringi keduanya bergemul di bawah selimut.


" Ra kenapa sempit sekali " Almira tidak menjawab ia masih terus saja menikmati kelembutan yang di berikan sang suami.


Mungkin karena memang Almira belum pernah melahirkan, hal itu lebih membuat semangat mr.jack membobol gawang pertahanan dokter Almira. setelah hajat telah di tuntaskan Mr Jack ambruk di samping Almira, terlihat sekali lelahnya. Almira tertawa kecil melihat suaminya yang kelelahan. Hujan rintik-rintik mengiringi, membuat keduanya semakin mengeratkan pelukannya hingga mereka tertidur pulas setelah melakukan adegan pa*as di atas ra*jang.


Suara adzan subuh mengalun indah sekali, Mr Jack mengernyitkan dahinya mencoba membuka mata. Jika tidak karena kewajiban shalat subuh mungkin Mr Jack masih ingin tertidur pulas dengan memeluk sang istri. ia pandangi wajah sang istri sebelum beranjak ke kamar mandi, ia belai wajah putih bersih kemudian tersenyum lalu mengecup kening sang istri. Mr Jack beranjak terlebih dahulu untuk membersihkan diri, sebelum keluar ia mempersiapkan air untuk sang istri. sebenarnya tidak tega melihat Almira yang masih tertidur pulas namun kewajibannya kepada sang pencipta lebih ia utamakan.


" Sayang bangun sudah subuh." Almira menggeliat sembari mencoba membuka matanya.


" mas, jam berapa ini."


" sudah subuh ayo bangun kita shalat dulu" Almira merapatkan selimutnya ia kemudian duduk di tepi ranjang.


" shalat dulu nanti bisa tidur lagi, atau mau lagi juga boleh" Almira memukul suaminya ia malu di goda oleh Jack.


" maunya mas ini memangnya ngga lelah, aku saja rasanya remuk badan ini".


" ngga dong sayang mas masih kuat, mau coba lagi." Almira terkekeh.


" ya sudah almira ke kamar mandi dulu"

__ADS_1


" bisa jalan sayang.. " Almira kembali terkekeh bahwasanya kini ia sudah bukan per***n lagi jadi tidak sakit.


" bisalah mas, kan Almira sudah tidak per***n lagi"..


" tapi masih sempit loh sayang, beneran butuh tenaga extra mas semalam"


" udah ah mas jangan goda Almira terus, Almira mau ke kamar mandi takut subuhnya habis" . Almira berjalan masuk ke kamar mandi, ia yang masih terbalut dengan selimut tubuhnya. Jack menunggu Almira mereka ingin melakukan shalat berjamaah, ini untuk pertama kalinya setelah sekian tahun Jack tidak mempunyai makmum. tidak lama hanya sekitar 15 menit Almira keluar, Jack sudah menyiapkan gantinya buat sang istri. Almira tersenyum senang Jack begitu perhatian sekali kepadanya. Jack masih berdzikir menunggu istrinya selesai berpakaian. Almira memakai mukena yang sudah di siapkan oleh Mr Jack, anggun dan terlihat lebih manis apalagi setelah ia mandi pagi aura kecantikan nya muncul begitu saja. Jack dan Almira melaksanakan shalat subuh berjamaah, setelah dua rakaat mereka tunaikan Jack berbalik menghadap istri ia memberikan tangannya kemudian disambut oleh sang istri lalu Almira mencium punggung tangan suami nya. seperti sudah menjadi candu Jack mengecup kening istrinya sedikit lama, membuat Almira merasakan kasih sayang dan cinta dari sang suami.


" sayang mau tidur lagi atau mau...." Jack menghentikan kata-katanya ia sangat suka memancing emosi istrinya, Almira tersipu malu ia mendekat ke sang suami lalu memeluknya.


" aku mencintaimu mas."..


" mas lebih sangat mencintai mu, sayang sejak kapan rasa mu untuk mas ada."


" Almira tidak tau mas, ketika mas berhenti mengirimkan pesan saat itu hati ini rasanya rindu."


" kenapa tidak chat duluan."


" Almira malu mas, aku kira mas sudah melupakan Almira saat itu."


" maaf sayang bukan begitu, saat itu aku ada di Amerika sedang fokus kepada pekerjaan supaya lekas selesai dan aku bisa kembali ke Indonesia dengan menagih jawaban dari bidadari pujaan ku. Alhamdulillah semuanya tidak sia-sia, terbalas sudah bahkan kini ia bisa aku peluk bahkan bisa...."


" mas mulai lagi, " Almira malu bahwasanya Jack selalu menggodanya. Jack terkekeh lalu mengeratkan pelukannya lagi.

__ADS_1


____


bersambung


__ADS_2