Titip Istriku

Titip Istriku
pernikahan kedua


__ADS_3

Pernikahan di gelar di rumah Abah, sederhana namun memiliki kesan indah. kebahagiaan pun menyelimuti keluarga besar kini tidak hanya keluarga antara Aisha dan Azzam keluarga Abah Wahyu pun sangat bahagia. Dulu Aisha sebagai menantunya, setelah Hanafi meninggal kini Aisha di angkat oleh Abah menjadi anaknya.


Azzam terlihat sangat tampan, begitupun Aisha begitu cantik. pernikahan antara duda dan janda yang sama-sama belum memiliki anak. Dengan istrinya yang dulu Azzam belum memiliki anak, karena istrinya mencegah kehamilan dengan meminum pil KB. istrinya masih mementingkan karirnya sebagai dokter, sebenarnya Azzam melarang karena pernikahan yang di tuju itu adalah keturunan agar bisa melengkapi kebahagiaan keluarga.


Aisha juga belum hamil selama menikah dengan Hanafi, saat itu Hanafi hormonnya bermasalah sehingga mereka belum mempunyai anak juga.


Pernikahan yang hanya di hadiri kerabat terdekat dan keluarga cukup ramai karena tidak hanya dua keluarga yang hadir tapi keluarga besar Hanafi juga. Kakak Aisha yang berada di luar kota dan luar negeri pun datang, mereka bahagia mendapati kini adiknya sudah menikah lagi.


ijab qobul akan di mulai, Aisha yang masih berada di ruangan dalam dan Azzam yang sudah duduk di hadapan bapak penghulu.


Abi Aisha yang akan menikah kannya sendiri, Azzam gugup meskipun ini untuk yang kedua kalinya.


" sudah siap nak Azzam" tanya bapak penghulu.


Ijab Qabul di ikrarkan Azzam dengan sangat lancar tanpa hambatan semua bersorak kala Azzam hanya dengan satu tarikan nafasnya.


" sah..." semua bahagia kini juga ada yang menangis tapi tangis kali ini tangis bahagia.


sekilas terlihat bayangan Hanafi yang menyaksikan pernikahan istrinya dengan sahabat nya, ia pun tersenyum manis nampak bahagia ( bayangan author aja ya kayak di film-film itu 😁).


Aisha di bawa untuk menemui suaminya dengan di apit oleh umma dan umi. Terlihat sangat cantik dengan balutan gaunnya, Azzam yang menatapnya pun meneteskan air mata mengingat sahabatnya bahwa ia menikahi istri sahabatnya. Tautan jari kelingking antara Azzam dan Hanafi tertunaikan sudah hatinya kini bahagia, tidak percaya akan hal ini bahwa ia mencintai istri dari sahabatnya.


Hanafi menautkan cincin nikah di jari manis Aisha dan sebaliknya Aisha memakaikan cincin kawin ke jari Azzam, kemudian Azzam meletakkan tangannya di atas keplaa Aisha untuk berdoa, Aisha mencium tangan suaminya lalu Azzam dengan gemetar mencium kening Aisha.


Suasana kebahagiaan telah menyelimuti keluarga besar ini, semua memberikan doa untuk sepasang suami istri yang baru saja sah.


Acara berlangsung hingga sore jam 5, semua keluarga pulang dengan perasaan bahagia dan puas akan hidangan yang tertera di rumah Abah. Meski sederhana tetap terlihat mewah karena Hamdan membuat suasana pernikahan ini tak ingin sesederhana yang Aisha inginkan.


Tamu sudah satu persatu pamit untuk pulang, Aisha tidak ingin lebih dari ini. sebenarnya Hamdan ingin memesan kan hotel untuk mereka tapi Aisha menolak. sebelum Azzam membawanya pergi Aisha ingin tinggal di rumah umma terlebih dahulu. Azzam dan Aisha masuk kamar, terlihat canggung antara keduanya.


" mas mau mandi dulu" tanya Aisha.

__ADS_1


" kamu saja dulu Ais " panggilan yang baru buat azzam yaitu Ais. ngga tau azzam suka saja dengan panggilan itu.


Kemudian Aisha masuk kedalam kamar mandi kurang lebih 20 menit ia selesai bebersih. Aisha menyiapkan air terlebih dahulu untuk mandi Azzam sebelum ia keluar kamar mandi, dengan gamis panjangnya yang ia kenakan. Aisha masih malu terhadap azzam ia belum siap membuka jilbabnya didepan Azzam.


terlihat azzam memandangi foto pernikahan Hanafi dan Aisha. Aisha tidak enak takut buat azzam kenapa-kenapa melihat foto itu. Aisha langsung akan menurunkan foto itu namun dicegah nya oleh Azzam.


" Mau di apain fotonya Ais, jangan di turunkan nanti pasang aja foto pernikahan kita di sampingnya"


" tapi mas".


" mas serius tidak apa-apa, dia sahabat ku Ais" pinta Azzam.


Aisha menuruti ucapan Azzam, sebenarnya ia tak enak hati tapi apalah daya itu permintaan suaminya.


" sudah Aisha siapkan airnya mas buat mandi" Azzam mengangguk kemudian berlalu ke kamar mandi.


Malam pertama yang belum bisa di tunaikan, keduanya masih sama-sama canggung bahkan Aisha pun belum berani membuka hijabnya dan itu tidak masalah untuk Azzam.


" maaf mas..." belum jadi melanjutkan kata-katanya Azzam memotong ucapan Aisha.


***


Keluarga Abah terlihat sangat bahagia meski itu bukan Hanafi melainkan Azzam, pagi hari ini mereka sarapan bersama..


masih ada keluarga Aisha yang menginap di sini. umi, Abi, kakak-kakak Aisha semua menginap disini pagi ini suasana masih sangat ramai.


Setelah sarapan semua bersiap akan pulang ke rumah Abi. semua memeluk Aisha memberikan pesan-pesan untuk adik kesayangannya itu.


" Aisha Abi akan pulang hari ini, semoga pernikahan mu akan Sakina mawadah warahmah nak. dan nak Azzam Abi titip aisha sayangi ia dan perlakukan istrimu dengan baik. tolong jangan sakiti dia, Abah ingin melihat nya bahagia". Abah bahkan menitikkan air mata kemudian Aisha memeluknya.


" iya abi Azzam akan selalu menjaga Aisha dengan baik, doakan selalu kami bi" ucap Azzam.

__ADS_1


" jangan khawatir aku meski disini masih terus mengawasi Aisha, dia putriku sampai kapanpun dia putriku". sela Abah.


" terimakasih , " balas Abi yang sudah tidak lagi berkata-kata. Kini ia menyerahkan kembali anaknya kepada yang berhak untuk kedua kalinya..


Semua saling peluk dan akhirnya Abah beserta kakak Aisha melaju pergi menggunakan dua mobil. Aisha tak bisa lagi membendung air matanya, akhirnya tumpah melihat itu Azzam tidak tega dengan reflek ia merangkul Aisha dan menenggelamkan kepala Aisha di dadanya. Setelah mobil itu tidak terlihat Azzam baru sadar ia memegang istrinya tanpa seizinnya.


" maaf Ais" Azzam melepaskan Aisha.


Aisha tersenyum kemudian ia masuk kerumah mengikuti Abah dan umma.


Mereka duduk santai di ruang keluarga, kini Hamdan sudah tidak terlihat ia ada kuis di kampusnya. umma dan Abah berbincang banyak dengan Azzam.


" kapan kamu wisuda zam" tanya Abah.


" Senin depan bah"


" berarti Minggu kamu terbang ke Amerika"


" InsyaAlloh sabtu bah, biar Minggu nya Aisha bisa istirahat dulu disana"


" sekalian bulan madu jangan cepat-cepat pulang, umma mau kalian pulang bawa kabar baik"..


" apa um" tanya Abah heran.


" umma pingin cucu bah" membuat Aisha dan azzam saling pandang.


" oh iya Abah harap kalian tidak menundanya, Abah juga pingin cucu. Abah mau segera ada yang panggil Abah kakek"


" insyaallah kami tidak menunda bah, dan akan segera launching "


" mas.. " membuat Aisha tertunduk malu pipinya merona merah.

__ADS_1


__________


dukung terus author ya readers terimakasih bantuan likenya.🥰


__ADS_2