
" Pagi dok..."
" pagi ..." semua staf menyapa Azzam, Azzam berjalan menggandeng istrinya saat memasuki rumah sakit. Membuat pandangan segar di pagi hari, apalagi jiwa-jiwa jomblo yang meronta.
" mas tanganku, semua orang melihat kita" Aisha berbisik sambil berjalan, sebenarnya Aisha malu dengan perbuatan Azzam. tapi apalah daya dokter masih bucin. Azzam diam ia tidak menanggapi istrinya terus saja berjalan lurus menuju ruangannya. sampai pintu masuk baru azzam melepas genggaman tangannya, baru mereka berdua masuk.
" mas sepanjang jalan semua orang melihat ke arah kita"
" memang ada apa dengan kita, apa kamu aneh sayang "
" bukan gitu mas ..."..
" sudah biarin aja itu urusan mereka " azzam cuek ia tidak menghiraukan ucapan istrinya.
" mas..." Aisha melempar kan pan**tnya di kursi. Azzam terbelalak takut terjadi sesuatu dengan istrinya.
" sayang pelan-pelan jangan lakukan itu lagi" azzam mendekat mengecek istrinya.
" lagian mas di ajak ngomong jawaban nya bikin Ais ngga puas"
" bukan gitu sayang, mas sangat sayang sama Ais. mas hanya menunjukkan ke mereka bahwa mas itu punya Ais, ais tau kan Almira kerja di sini sekarang lambat laun mereka akan tau Almira itu mantan istri mas. supaya tidak adanya salah paham, mas hanya menunjukkan kepada mereka bahwa mas sekarang itu punya Ais tidak ada lain. " Aisha tersenyum ia memeluk istrinya. Jam sudah menunjukkan bahwa praktek akan di mulai, seluruh dokter siap menjalankan tugasnya masing-masing. Pagi ini bukan tugas Azzam, Azzam bertugas nanti setelah makan siang. Azzam akan menemani Aisha dulu ke ruangan dokter Almira, azzam menghubungi almira. Almira menyuruh mereka untuk ke ruangan nya sebelum ia melakukan praktek yang lain.
" assalamu'alaikum pagi dokter Almira"..
" wa'alaikumsalam pagi nyonya azzam" Aisha terkekeh Almira memanggil nya nyonya azzam.
" kenapa tertawa sha"..
__ADS_1
" lucu kenapa di panggil nyonya azzam,"
" tapi memang benarkan kamu nyonya azzam, lagian kamu panggil aku terlalu resmi sha. Aku ngga mau panggilan itu saat kita bertemu begini, tetep panggil aku Almira. "
" baiklah Almira"
" sekarang kamu berbaring disana kita liat kandungan nya ya" Almira mengoleskan gel di perut Aisha.
" liat sayang itu anak kita" Azzam mengeratkan genggaman tangannya, ia seorang dokter pasti sedikit tau. Hanya saja lebih puas jika seorang yang profesional yang menanganinya. Mata Aisha mengembun rasanya kebahagiaan nya bertambah, sekilas ia mengingat suaminya yang dulu.
" masih seperti kecebong ya mas"
" iya karena umurnya masih empat Minggu, ingat jaga kesehatan makan makanan yang sehat, jangan stres dan terlalu lelah ya sha. suamimu dokter pasti tau bagaimana merawat mu" jelas Almira.
Hampir sekitar satu jam mereka di dalam, Almira menjelaskan semua walaupun Azzam suaminya adalah dokter namun Aisha tetep ingin almira yang menjelaskan. Aisha puas dengan semua penjelasan Almira, setelah nya ia pamit kepada Almira karena Almira juga praktek hari ini. Aisha meminta Azzam mengantarkan ke kafe ia tidak mau menunggu Azzam di rumah sakit, memang membosankan lebih baik istirahat di kafe di sana akan terhibur oleh para karyawan. kabar kehamilan di ketahui oleh karyawan kafe, Azzam mewanti-wanti pada seluruh pegawai kafe untuk mengawasi Aisha bahwa Aisha tidak boleh lelah, ia harus banyak istirahat. Azzam akan mengusahakan selalu mengantar dan menjemput Aisha, selain Hamdan Aisha tidak boleh ikut siapapun. praktek Azzam siang, sebelum nya ia di kafe dulu menemani istri.
" Sayang, kehamilan pertama itu sangat rentan. Ais harus jaga baik-baik anak kita, jangan melakukan pekerjaan dulu banyak istirahat. mas masih mengizinkan mu ke kafe asal Ais nurut apa yang mas bilang." ucap Azzam.
" jika kepingin sesuatu minta sama anak-anak biar di carikan, kalau mas sudah di ruang operasi ngga bisa lagi keluar atau nerim telepon. tugas mas fokus ke operasi, makanya saat mas punya pikiran kalut mas ngga mau menangani Operasi takut salah apa yang mas kerjakan." Aisha mengangguk.
Setelah siang habis makan Azzam pun harus kembali ke rumah sakit, ia pun berpesan kepada istrinya jika suaminya belum jemput berarti ia berada di ruang operasi ada yang serius. Azzam meminta Aisha menghubungi hamdan saja atau mama Raisa agar menjemput. Rona kebahagiaan terlihat sekali di wajah Azzam, sebentar lagi ia akan menjadi seorang ayah. Istrinya yang selalu mengerti keadaan nya membuat ia makin mencintai.
" Bu Aisha selamat ya. bu Aisha hamil, semoga sehat bayi dan ibunya. lancar hingga proses kelahiran nanti". ucap Rini yang saat itu sedang membuat kopi untuk pelanggan kafe yang selalu setia.
" aamiin, terimakasih ya Rin". kemudian menyusul karyawan yang lain mengucapkan selamat. Semua ikut senang dan bahagia, mereka bekerja juga penuh semangat. Hamdan membayar gaji karyawan kafe tidak serta merta, ia pun sering memberi bonus jika hari itu ramai penghasilan nya si luar target.
" seneng ya rin liatnya, pak azzam juga perhatian sekali dengan bu Aisha lelaki idaman banget"
__ADS_1
" Salwa ngga boleh mikirin laki orang, sudah sepantasnya pak azzam baik la bu Aisha baik sama kita, coba semenjak kamu kerja di sini apa pernah kamu di marahi. ibu selebihnya menasehati kita menganggap kita itu bukan anak buah tapi sahabat bagi ibu. semoga pak Azzam sama bu Aisha langgeng mendapatkan kebahagiaan selalu".
" aamiin doain aku juga ya Rin"
" kalau itu pasti Salwa kita saling mendoakan semoga kita bahagia selalu."
" aamiin ya rabbal alamin 🤲 "
" udah yuk lanjut kerja tuh udah banyak pelanggan " mereka semua melanjutkan pekerjaan nya.
Aisha mudah sekali lelah, sesekali dia ke depan jika bosan di ruangan. Saat azzam sudah pulang Aisha pun tertidur di sofa, merebahkan tubuh sebentar membaca novel kesukaan nya lalu tidak sengaja terlelap. Azzam hari ini ada operasi meskipun penyakit ringan saja dan tidak membutuhkan waktu yang lama, ia berjanji pada dirinya akan selalu mengantar dan menjemput Aisha ke manapun pergi. Azzam tidak lupa mengucapkan basmalah saat akan masuk ke ruang operasi tak lupa ia selalu berdzikir jika sudah mulai mengerjakan tugas nya. Hanya dengan mengingat Allah lah membuat hatinya tenang, butuh konsentrasi dalam melakukan operasi karena tentang nyawa. Sekitar dua jam dari jam 13.30 sampai 15.30 Azzam baru keluar dari ruang operasi, tim merasa sangat lega jika sudah selesai melakukan tugasnya itu. Hari ini jam waktu pulang pukul 16.30 Azzam berniat menjemput suaminya, di saat keluar rumah sakit azzam bertemu Almira.
" dokter azzam akan pulang" Azzam menoleh ketika mendengar ada yang memanggilnya.
" iya dok, saya mau menjemput istri saya ke kafe dahulu. Anda sudah selesai tugas juga mau pulang".
" iya saya di sini sedang menunggu taksi, mobil saya di bengkel ".
" oh maaf saya...."
" sudahlah Azzam saya mengerti, saya naik taksi saja. walaupun kita sekarang teman tidak mungkin kita akan jalan berdua lagi. itu lebih baik untuk menghindari fitnah juga, saya tau kamu sangat mencintai Aisha, ia pantas di cintai dan di perjuangan. Aisha orang yang baik aku senang berteman dengan nya."
" terimakasih dokter Almira atas pengertiannya."..
" baiklah itu taksi saya sudah datang, saya permisi ingat jaga istrimu baik-baik sebentar lagi akan ada junior. saya permisi zam, assalamu'alaikum..."
" wa'alaikumsalam" Almira pergi dengan taksi nya, azzam pun bergegas menjemput istrinya.
__ADS_1
_____
bersambung