Titip Istriku

Titip Istriku
pamit ke Lombok


__ADS_3

Seperti biasa Azzam melakukan tugasnya dengan baik, sebagai dokter bedah profesional lulusan Amerika. Para dokter dan suster tanduk pada Azzam, selain menjadi dokter sebenarnya azzam juga memiliki perusahaan peninggalan papanya tapi bukan ia yang menjalankan ada paman nya menjalankan perusahaan dengan baik. Azzam menyukai profesinya sejak dulu kini ia terus belajar hingga ia menjadi spesialis.


Azzam bahagia hidupnya kini mempunyai seorang istri yang sangat cantik, saliha, dan kedua anaknya. begitupun Aisha ia sangat bahagia memiliki suami yang begitu penyayang, menjaganya, mencintainya dan Allah berikan bonus dua jagoan sekaligus. Keduanya menatap langit lewat jendela, Azzam di jendela ruang rumah sakit, Aisha di jendela kamar milik kedua anaknya. Tampak senyuman merekah di tempat yang berbeda tapi tetap hatinya menyatu.


Almira melepas kepergian suaminya, Mr Jack akan pergi ke Lombok bersama Hamdan untuk urusan bisnisnya. mereka akan membangun sebuah hotel dan rumah sakit di sana.


" mas berangkat dulu ya sayang" sopir sudah siap menunggu di depan.


" iya, mas hati-hati jangan lama-lama di sana" ucap Almira.


" ngga mungkin mas akan lama nanti di marah sama penulis nya, kak Feni akan marah kan cerita Titip Istriku udah mau tamat"


" cepat sekali ya padahal almira masih suka ada di sini, belum juga Almira hamil mas udah mau tamat"


" Nanti kita nyempil di kisahnya Hamdan dan Zakia"


" udah rilis apa judulnya mas"


" judul novelnya ' Mujahadah Cinta Zakia Humaira'udah rilis satu episode, baru lulus riview kemarin"


" wah seru dong mas, akan banyak bawangnya ngga kayak di sini,"


" kata kak Feni cuma dikit aja bawangnya."


" baiklah kita masih di sempil-sempilin ya mas, ya udah berangkat gih keburu terbang pesawat nya"


" oke sayang jaga diri baik-baik, jangan lupa ingetin readers novel kak Feni sudah rilis"


" siap mas," Almira mencium tangan suaminya tak lupa Mr Jack mencium kening istrinya sedikit lama. batu kali ini setelah beberapa hari menikah Almira akan di tinggal mr Jack.


Almira dan Jack sudah menempati tempat tinggal milik Jack, begitu luas. mansion dua lantai yang sangatlah luas nyaman sekali, Almira juga tak akan kesepian di situ banyak sekali pekerja. Mr Jack sangat kaya, apalagi setelah meninggalnya istri pertamanya ia fokus dengan pekerjaan nya sehingga banyak sekali proyek yang ia tangani hingga sering menang tender.


****


" ma Hamdan pamit ya pesawat sudah menunggu".

__ADS_1


" iya sayang hati-hati ingat pesan umma, jika dalam satu Minggu kamu tidak bisa membawa satu wanita di hadapan umma jangan salahkan umma jika umma akan mengkhitbah wanita pilihan umma."


" Mama seriuskah ma"


" iyalah mana ada mama ngga serius"


" astaghfirullah, ya udah ma Hamdan berangkat. assalamu'alaikum." Hamdan mencium tangan umma dengan takzim.


" wa'alaikumsalam" . di luar Zidan sudah menunggu, kali ini ia yang akan mengantarkan Hamdan ke bandara namun Hamdan meminta di antarkan ke kantor dulu ada berkas yang akan di ambil.


Hamdan langsug masuk kantor di dampingi oleh Zidan yang akan ikut menyiapkan berkas nya. sudah ada banyak karyawan yang datang mereka menyambut bos yang datang dengan jalan yang cepat. Zidan mengamati raut wajah Hamdan yang sepertinya ada yang ia pikirkan.


" kenapa wajahmu seperti di tekuk dari keluar rumah tadi ada masalah"


" sedikit, mama memintaku untuk membawa calon istri di hadapannya kalau tidak aku akan di nikahkan dengan wanita pilihan umma"


" baguslah jadi ngga banyak dosa malah menumpuk pahala, umma baik itu nyariin jodoh"


" jodoh itu ngga serta merta comot aja Zidan aku pening mama sangat menekanku".


" boleh aku tanya"


" bagaimana dengan Kiran" Hamdan mendelik.


" apa maksudmu"


" sepertinya kamu dekat dengannya, bahkan dari sejak SMA kamu selalu menolongnya hingga kini."


" tidak Zidan aku hanya menganggap nya sebagai adik, dia gadis yang pintar namun sayang nasibnya tak bagus ia harus tinggal di panti asuhan. ia mengais rezeki dengan gigih demi kelangsungan sekolah nya dan anak-anak panti. aku bangga padanya namun bukan sebagai pujaan hati, ia adikku Zidan cukup itu saja di antara kami". jelas Zidan.


" kirain kamu menyukai Kiran"


" tidak sama sekali tidak, hatiku sudah terisi orang lain namun ia sudah ada yang memiliki aku belum bisa melupakannya. setiap kali ku bertemu dengan nya hatiku berdebar"


" kenapa tak bisa di miliki, kamu langsung lamar saja".

__ADS_1


" sudah aku katakan ia istri orang, tak mungkin itu cukup ia bahagia akupun akan bahagia"


" sakit perih, ngenes" Hamdan menimpuk Zidan dengan berkas yang ada di tangannya.


Zidan mengaduh dan tertawa terbahak-bahak melihat bos nya yang sedang galau atas tekanan umma.


tanpa mereka sadari di balik pintu ada Kiran yang sedang mendengarkan obrolan mereka, Kiran tadinya akan masuk menyerah kan berkas untuk di tandatangani mumpung Hamdan belum terbang.


" kenapa hatiku rasanya sesak begini saat kak Hamdan bilang aku hanya di anggapnya sebagai adik. astaghfirullah jangan berharap lebih Kiran Hamdan baik padamu tak lebih dari seorang adik" gumam Kiran di balik pintu akhirnya ia mengetuk pintu kemudian menemui keduanya untuk meminta tanda tangan kepada hamdan.


Lima belas menit berlalu, Hamdan bergegas ke bandara di antar oleh Zidan. Mr Jack sudah menunggu kini mereka naik jet pribadi milik Mr Jack.


***


Aisha seperti biasa kegiatan nya ia akan pergi ke kampus, Zidan balik kerumah setelah mengantar Hamdan. Hamdan sangat peduli dengan Zakia ia selalu mengantar kemana adiknya pergi, tak kan di biarkan nya sendiri. itulah kenapa sampai sekarang Zidan tak mau menikah lebih dulu sebelum Zakia, karena ia punya tanggung jawab atas keluarga nya orang tua dan adiknya.


" kia ayo cepat berangkat ini sudah siang"


" iya kakak, Zakia ambil cadar dulu"


" lama amat kia kakak banyak kerjaan Hamdan pergi ke Lombok" hati kia berdesir saat nama hamdan di sebutkan.


Zakia langsung berlari sembari menenteng tas dan bukunya. zakia mahasiswa yang sangat rajin ia termasuk mahasiswi terbaik. Zakia pamit dulu dengan Abi dan ummi nya sebelum berangkat, Zidan sudah berada di mobilnya menunggu kia.


" kakak sabar itu di sayang Allah, jangan suka marah-marah nanti cepat tua belum nikah pula" Zidan melotot saat adiknya bilang belum menikah, Zidan sudah terbiasa karena itu pilihannya, orang rumah selalu mengejeknya.


" iya tau Zakia adikku sayang, tolong cepat dikit kasihan Kiran dari sejak Hamdan menunggu kak Aisha di rumah sakit kerjaannya numpuk apalagi hari ini di tinggal pergi Hamdan,"


" Kiran cantik ya kak".


" iya " Zidan melotot ia menyadari adiknya menjebak nya terlalu jujur ia ucapkan. Zakia terkekeh...


" bukan maksud kakak, yang namanya wanita pasti cantik kan" zakia kembali terkekeh.


" iya iya wanita itu memang cantik" Zidan merutuki kebodohannya ia ketahuan Zakia jika mengagumi Kiran.

__ADS_1


______


bersambung


__ADS_2