
Satu Minggu sudah berlalu Aisha berada di rumah sakit, kini ia sudah pulih juga dengan kedua bayinya segera bisa di bawa pulang. Hamdan sudah siap pagi ini akan menjemput Aisha dan Azzam, bahagia rasanya semua berlalu tinggal kebahagiaan yang akan di peroleh. umma dan mama Raisa ikut karena akan menggendong bayinya, Azzam dengan sigap membantu sang istri yang masih belum boleh banyak bergerak. Sebelum pulang Almira memeriksa dulu keadaan Aisha dan dua jagoannya, semuanya tampak baik. Almira menuliskan resep untuk Aisha dan di berikan nya kepada Azzam. Kursi roda sudah nampak di siapkan sang suster, Aisha di bantu oleh Azzam menaiki kursi roda yang akan membawanya ke mobil.
" Aisha kami harus banyak istirahat dan makan makanan sehat yang banyak agar benar-benar pulih, perhatikan dengan baik ya dokter Azzam istrinya."
" siap dokter Almira " Aisha terkekeh geli liat gerakan suaminya yang meletakkan tangannya di kepala tanda hormat. Almira pun ikut tersenyum ia juga ikut bahagia melihat sahabatnya Aisha bahagia.
" ya ampun cucu umma lucu sekali, " umma menggendong salah satu bayinya dan yang satunya di gendonama Raisa.
" Mirip Hamdan juga ya umma liat tuh"
" mirip bapaknya yang tampan, kalau kamu pingin mirip bikin anak sendiri ". Hamdan manyun ucapannya di patahkan oleh ummanya.
" nanti kalau sudah waktunya Hamdan akan bikin anak yang banyak buat umma".
" umma maunya sekarang biar rumah tambah rame, ngga melek cuma ketemu kamu sama Abah. umma bosan ngga ada yang lain, kalau ada anak-anak pasti rame." Hamdan mendengus kesal.
" Udah dapet belum calon istrinya Hamdan," tanya Azzam.
" cepat kamu bawa kenalkan sama umma, kalau tidak kamu ngga boleh tolak perjodohan umma"
" ya ampun umma kayak zaman Siti Nurbaya saja pakai jodh-jodohan." Azzam dengan pelan melajukan mobilnya.
" habisnya kamu lama biar cepet umma carikan jodoh, kayak kakakmu Hanafi itu dia nurut sama umma. tuh benerkan dapetnya saliha dambaan umma". Aisha merasa tak enak dengan azzam saat nama Hanafi di sebut. Namun Azzam mengerti raut wajah Aisha ia lelu menggenggam tangan Aisha kemudian menciumnya keduanya tersenyum saling menguatkan hati masing-masing. tak di pungkiri Aisha masih menyimpan banyak rasa untuk Hanafi, cinta pertamanya suami pertama.
Sesampainya di rumah sudah ada Abah yang menunggu di rumah mama Raisa, Abah tadi di antar oleh supir ia ingin menyambut cucunya dan Aisha pulang ke rumah untuk pertama kalinya setelah melahirkan. Aisha menatap sekeliling halaman rumah, rasanya lega ia bisa kembali lagi berada di rumah. Azzam membantu nya turun lalu mengantar Aisha untuk masuk ke kamar. Dua box bayi sudah di siapkan oleh mama Raisa kini sementara Aisha tinggal di kamar bawah karena tak mungkin dengan kerepotan bayinya nanti ia lelah naik turun tangga. Azzam tak mungkin setiap hari ada di rumah, ia akan mulai bekerja besok. dokter lainnya akan kewalahan mengatasi operasi sendirian, karena di rumah sakit itu ahlinya adalah Azzam.
" MasyaAlloh cucu Abah, liat umma itu mirip abahkan hidungnya mancung"
" ish Abah mana ada mirip Abah itu mirip ayahnya bah, ngga Abah ngga Hamdan sama minta di mirip-miripin." Abah dan Hamdan tos adu tangan, keduanya sangat suka menjahili umma. yang lainnya tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
" Kapan akan di adakan syukuran nak". tanya Abah sembari memandangi bayi yang digendong umma.
" insyaallah setelah Aisha sehat bah dan hari libur, besok Azzam sudah mulai bekerja lagi" ucap Azzam yang masih membenarkan rebahannya aisha.
" iya nak itu lebih baik, biarkan Aisha sehat dulu."
" iya Aisha mau semua berkumpul bah, umi Abi, kakak Aisha semua juga semoga bisa berkumpul". umi dan Abi pulang saat Aisha sudah sadar karena Abi banyak jadwal ceramah ke beberapa acara.
" Istirahat dulu sayang masih ada umma yang menjaga, sebentar lagi juga ada suster yang datang untuk membantu merawat anak-anak." Aisha mengangguk ia mencoba memejamkan matanya. kamar kedua anaknya pun bersebelahan dengan Aisha juga dengan mama Raisa. Kedua bayi itu sangat tenang karena ia kenyang, Aisha selalu makan banyak agar ASI-nya penuh. ia ingin anaknya semua minum asi tanpa susu formula, Aisha sudah siap semua dengan konsekuensi nya.
Ada wanita yang datang dengan sudah lengkap membawa koper, Azzam memilih perawat yang lebih tua sedikit darinya. seorang janda mempunyai dua anak yang kesemuanya berada di pondok. pakaian nya tertutup rapat jadi tidak ada kekawatiran baginya dan Aisha.
" assalamu'alaikum" wanita itu sopan sangat santun sekali.
" wa'alaikumsalam" semua nya bertatapan karena mereka tidak ada yang mengenal mana wanita itu membawa koper, sedangkan Azzam masih menemani Aisha beristirahat.
" maaf saya Rista suster yang di minta oleh dokter azzam merawat bayinya." ucap suster dengan lembut, ia tak berani masuk rumah sebelum di izinkan.
tok tok tok
Hamdan mengetuk kamar kakaknya, azzam beranjak ia mendapati Aisha sudah terlelap. Sebenarnya Azzam juga ngantuk ingin istirahat tapi di luar juga masih ada umma dan Abah, karena ketukan itu Azzam keluar.
" ada apa hamdan"
" Kak ada seseorang katanya kak Azzam yang meminta untuk datang mbantu merawat jagoan."
" oh mba Rista sudah datang alhamdulilah, " Azzam kemudian keluar menemui suster itu.
" masuk mba" dengan sedikit takut Rista masuk.
__ADS_1
" duduk di atas mba" Azzam memerintahkan Rista yang tadinya akan duduk di bawah.
" tidak apa pak saya di bawah saja,"
" jangan mba anda lebih tua dari saya tak baik" Azzam terus meminta suster duduk di sofa.
" terimakasih"
" ini namanya suster Rista dia yang akan membantu Aisha merawat twins, dulu mba Rista ini bekerja di dokter Ronald merawat anak-anak nya karena anaknya sudah besar mba Rista sudah berhenti. Saya yang menawari beliau untuk bekerja disini." semuanya tersenyum tampak suster Rista ini suster salihah cocok buat anak-anak dan tidak ada kekawatiran mereka tentang pelakor.
( pelakor lagi, 😪. males ah nulis pelakor yang manis-manis aja di akhir episode ya)
" terimakasih pak sudah menerima saya"
" sama-sama mba, perkenalkan ini mama Raisa mama saya, ini hamdan adik, ini Abah dan umma" suster Rista manggut-manggut mengerti penjelasan dokter azzam.
" kami ingin yang terbaik untuk cucu kami mba, jadi kami mohon lakukan tugas anda dengan baik itu saja harapan kami."
" InsyaAlloh mba Rista ini sudah teruji. makanya Azzam yakin memperkerjakan dia. baiklah mba hari ini bisa langsung bekerja mba nya sekarang istirahat dulu di kamar."
" mari mba saya antar ke kamar mba Rista" mama kemudian mengantar suster ke kamar yang ada di belakang dekat kamar mama Raisa.
" terimakasih bu" mama Raisa tersenyum lalu meninggalkan suster.
________
bersambung
jangan lupa like komentar beri hadiah untuk novel ini ya kak.
__ADS_1
butuh saran juga dari kakak reader semua.
terimakasih 🥰