Titip Istriku

Titip Istriku
Kiran


__ADS_3

" Kiran..." Hamdan terkejut bertemu dengan semasa putih abu-abu nya dulu.


" kak Hamdan..." sama-sama terkejut karena memang sudah lama sekali mereka tidak bertemu terlebih sekitar tiga tahunan.


Setelah lulus dari SMA Hamdan tidak bertemu karena memang dunia mereka berbeda.


" kamu tidak apa-apa, maaf kakak sedikit melamun tadi" menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Kakak selalu gitu, dulu juga kakak nabrak Kiran pakai motor gede kakak itu." Kiran mengingat semasa SMA Hamdan menabraknya dengan motor sport nya itu. Kiran adalah adik kelas Hamdan saat SMA mereka dulu lumayan begitu akrab bersama geng Hamdan, tapi semenjak lulus SMA mereka hilang komunikasi.


Hamdan mengajak Kiran untuk ikut ke mobilnya, karena motor Kiran sedikit rusak. Hamdan sudah melepon bengkel agar mengambil motor Kiran untuk di perbaiki.


" kamu mau kemana Kiran"


" aku mau daftar kuliah kak"


" di mana"


Kiran memberitahu jika kampus yang akan di datangi Kiran itu kampus Hamdan juga dimana ia sekarang kuliah. Akhirnya Hamdan mengantarkan Kiran sampai kampus.


" motor kamu sedang diperbaiki nanti kamu telepon saya setelah selesai ya, hari ini saya tidak ke kampus saya ke kantor ada pekerjaan yang harus saya selesaikan." Hamdan memberikan no ponselnya kepada kiran.


" oke siap kak, terimakasih"


" tidak apa-apa saya bertanggung jawab atas motor kamu dan motor kamu masih di perbaiki"


Kiran mengangguk ia langsung turun menuju kampus di mana ia mendaftar di kampus itu.


Hamdan pun langsung menuju kantor nya. Kiran adalah gadis yatim piatu ia tinggal di panti asuhan kuliah ia mendaftar beasiswa, anak itu lumayan cerdas.


****


" Bagaimana Zidan semuanya beres".


" iya Alhamdulillah saya sudah mengirimkan email kepada Mr. Jack dan lusa ia akan kesini kita pertemuan"


" syukurlah kalau begitu"


Hamdan sibuk dengan berkas nya hingga waktu sudah jam 14.00 tapi ia belum selesai karena pertemuan lusa itu ia harus siap dengan segala sesuatunya proyek besar.


Handphone nya berbunyi, ada panggilan ternyata Kiran yang memanggil.


" tunggu di situ nanti ada yang menjemput mu"


" Zidan aku minta tolong jemput Kiran di kampus". ia menyodorkan handphone menunjukkan foto Kiran.


" Hay kamu Kiran kan, Hamdan menyuruh ku menjemput mu" Kiran melihat Zidan dari atas sampai bawah, anak itu emang selalu hati-hati jika ada orang yang tidak ia kenal.

__ADS_1


Zidan celingukan ke kanan dan kiri.


" apa ada yang aneh ya" gumamnya.


" kamu siapa"


" saya karyawan nya bos Hamdan memintaku untuk menjemput mu" seketika Kiran ingat bahwa bukan Hamdan yang jemput tapi orang lain, dan ia melihat mobil Hamdan memeriksa nya ternyata betul itu mobil Hamdan ia ingat tadi menabrak dirinya membuat mobil itu sedikit lecet.


" oke siap pak" Kiran langsug naik meninggalkan Zidan yang masih berdiri di depan nya.


" memang kenapa kak Hamdan ngga jemput aku pak" tanya Kiran.


" masih sibuk" Kiran hanya manggut-manggut saja.


sesampainya di perusahaan Kiran langsung di ajak Hamdan masuk, lalu Kiran mengikuti Hamdan kemana laki-laki itu membawakan.


tok tok tok


terdengar suara pintu diketuk di ruangan bos pemilik perusahaan ini.


" masuk" kebetulan ruangan tidak di kunci.


" Kak masih sibuk" Hamdan geleng kepala Kiran itu selalu membuatnya kaget.


" iya kamu duduk dulu tunggu saya selesai nanti saya antar kamu ambil motor"


" kakak lagi ngerjain apa, Kiran bantu ya" melihat isi dari laptop Kiran.


" emang kerjaan nya apa Kiran bantu sebisa koran"


belum diizinkan oleh Hamdan Kiran langsug mengambil apa yang saat ini Hamdan kerjakan. Dengan sigap Kiran mengerjakan begitu sangat teliti tak ada sedikitpun yang terlewat.


Sekitar satu jamman Kiran mengerjakan pekerjaan Hamdan, begitu juga dengan Hamdan sibuk dengan berkasnya juga Zidan.


" nih kak udah beres" Hamdan memeriksa. Hamdan pun terkejut seorang yang baru lulus bisa menyelesaikan dengan baik.


" udah daftar tadi kamu Kiran"


" udah kak, "


" Sekarang kamu tinggal dimana masih di panti"


" iya kak emang mau dimana lagi, kuliah pun aku cari yang ada beasiswa. doain Kiran bisa diterima ya kak"


" semoga kamu diterima, yuk pulang sudah beres ini. trimkasih bantuannya." Kiran mengangguk dan bergegas pergi dari kantor bersama Hamdan.


Semua mata melihat ke arah dua orang berjalan menuju lift. Ada rona bisik-bisik dan i para karyawan, Hamdan pun ngga peduli ia terus berjalan untuk mengantar Kiran.

__ADS_1


***


Hari ini Azzam sudah akan mulai bekerja dan Aisha pun akan ke kafe. Sebenarnya Azzam masih ingin menikmati masa pacaran bersama Aisha tapi rumah sakit menelepon karena memang butuh tenaga medis saat itu juga. Akhirnya Azzam di minta Aisha untuk segera berangkat kerumah sakit, kasihan orang-orang sangat membutuhkan Azzam.


" ayo mas berangkat kasihan tuh rumah sakit sangat membutuhkan tenaga mas."


" sebenarnya mas masih ingin berangkat Minggu depan saja Ais, masih ingin berdua sama kamu" Azzam mem*luk Aisha dari belakang yang masih berdiri merapikan baju mereka di lemari, Aisha merasa geli dengan tingkah suaminya.


" kita kan masih bisa berdua terus mas, waktu kita masih banyak kita habiskan untuk berdua. mas lihat banyak nyawa yang membutuhkan mas" Akhirnya Azzam mengiyakan permintaan istrinya, Azzam akan berangkat ke rumah sakit.


" okelah istriku"


" Aisha izin ke kafe ya mas, sudah lama juga Aisha tinggal kasihan jika Hamdan sendiri yang mengelola"


" iya sayang kita berangkat sama-sama"


" apa mas ngga kesiangan nanti" Aisha mempersiapkan baju suaminya, Azzam sudah siap masuk ke kamar mandi.


" mas mau berangkat bareng kamu, mas mau pastikan Ais ke kafe dengan selamat. Dan ingat mas ngga mau Ais kelelahan ya. biarkan karyawan kafe yang mengerjakan semuanya." Ais tersenyum mengiyakan Azzam pun masuk ke kamar mandi.


Aisha turun ke bawah untuk membantu bi nur mempersiapkan sarapan.


" biar bi nur aja non"


" ngga papa bi, Aisha mau buat sarapan untuk mas Azzam."


" nanti non lelah"


" panggil saya Aisha ya bi,"


" haduh gimana ya non eh mba, saya panggil mba aja ya"


" iya bi ngga papa, ayo kita masak bi. mas Azzam hari ini mulai berangkat kerja"


Hari ini Aisha membuat nasi goreng dengan di bantu bi nur mempersiapkan.


setelah selesai Aisha ke atas lagi memanggil suaminya untuk sarapan.


" kamu sekalian siap-siap Ais kita berangkat bareng-bareng ya. terus nanti jangan pulang dulu sebelum mas jemput" Aisha tersenyum manis memandang suaminya akhirnya ia juga sekalian bersiap.


Dibawah sudah ada mama Raisa yang menunggu untuk sarapan pagi.


" Sudah mulai kerja zam" tanya mama Raisa melihat anaknya sudah sangat rapi.


" iya ma hari ini Azzam mulai bekerja dan Aisha juga mulai ke kafe lagi"


mereka sarapan bersama sebelum pergi.

__ADS_1


________


bersambung


__ADS_2