Titip Istriku

Titip Istriku
VVIP


__ADS_3

" Alhamdulillah Aisha kamu sudah bangun, liat suamimu Azzam ngga pernah ia beranjak dari situ kecuali sholat. Anakmu lucu semua Aisha, kamu harus lekas sehat mereka membutuhkan mu sha" Almira berbicara sambil memeriksa Aisha. Aisha tersenyum melihat Almira yang bicara panjang lebar dari tadi. Azzam pun hanya senyum mendengar Almira yang berbicara membangkitkan semangat Aisha.


" terimakasih Almira" ucap Aisha.


" hmmmm... lekas sehat kamu semangat ya, aku lega sekarang aku pamit pulang kerumah ya semenjak dari Bali aku belum pulang kasihan Mr Jack "


" terimakasih Almira, ucapkan terimakasih ku untuk Mr Jack suamimu"


" oke akan ku sampaikan, baiklah aku pamit ya Aisha " Aisha mengangguk kemudian Almira keluar dari ruangan.


" gimana sayang" saat Almira keluar Mr Jack menyambut nya.


" Alhamdulillah mas kita bisa pulang sekarang"


" Alhamdulillah, " suara orang yang menyayangi Aisha serentak, mereka sangat merasa senang.


" terimakasih ya nak Almira" ucap mama Raisa yang dulu adalah mertuanya kini mama Raisa masih menganggap Almira anaknya.


" sama-sama ma, ini adalah tugasku ma." Almira dan Jack pamit dengan semua orang ia tidak tega melihat suaminya yang sudah dua hari berada di rumah sakit.


Dua insan di dalam saling melepas rindu, Azzam kembali memegang erat tangan Aisha dan sesekali mengecupnya. ia sangat bahagia akhirnya Aisha sadar, kini kehidupan nya akan terwarnai lebih indah lagi.


" masih sakit sayang, maafkan mas ya"


" sedikit mas, Aisha tidak apa-apa"


" jangan bilang tidak apa-apa, mas sangat takut sayang kala dirimu tidak sadar" Aisha tersenyum.


" mas bagaimana dengan anak-anak Aisha tidak sabar melihat mereka"


" mereka baik sayang, hanya saja berat badan mereka kurang jadi di letakkan dalam ruangan inkubator. kamu lekas sehat supaya bisa cepat menyusui, anak-anak biar lekas gemuk" bersamaan dengan Azzam yang masih asik mengobrol ruangan nya di buka. ternyata Dokter Vito yang datang. ia melakukan pemeriksaan pada Aisha, karena terlihat semuanya membaik dokter Vito akan melepas semua alat yang ada pada diri Aisha kecuali infus.


" Alhamdulillah nyonya azzam sudah sangat membaik keadaan nya tinggal pemulihan, kita akan pindahkan ke ruangan biasa untuk rawat inap kembali" ucap dokter Vito sembari melepaskan semua alat di bantu oleh beberapa suster.


" terima kasih dokter"


" sama-sama nyonya azzam," dokter Vito tersenyum setelah selesai ia pamit.

__ADS_1


Ruangan yang akan di tempati Aisha sudah siap, ia mendapat kan ruangan spesial mengingat ia adalah istri seorang dokter yang bertugas di rumah sakit tersebut juga. Ruangan VVIP yang akan di tempatnya. Perawat membenahi selimut Aisha merapikan tempat berbaring Aisha.


" mari bu kita akan pindah di ruangan yang lebih nyaman, ibu akan rawat inap terlebih dahulu"


" Terima kasih suster"


" sama-sama dokter Azzam, semoga ibu Aisha lekas sehat kembali"


" aamiin" suster mendorong keluar Aisha. Orang di luar yang melihat pintu terbuka ia terkesiap senang kala Aisha yang di dorong keluar. Aisha juga senang semua orang yang di sayangi menunggu nya apalagi ia melihat Abi dan umi nya. Semua mengikuti kemana langakh suster membawa Aisha pergi. Aisha sudah berpindah ruangan kini semuanya bisa masuk untuk menjenguk Aisha . umma, mama Raisa dan umi semuanya mencium pipi Aisha tanda sayang mereka.


" kapan umi dan Abi datang" tanya Aisha


" tadi pagi nak, gimana kamu sudah enakan"


" Alhamdulillah Aisha merasa lebih baik" jawab Aisha. Azzam masih setia duduk di sebelah Aisha.


" kak cepat sehat Hamdan ngga sabar bermain sama jagoan kakak" Aisha tersenyum.


" umma ngga sabar gendong cucu umma"


" ealah bah belum bisa apa-apa udah mau di ajak lari-larian" semuanya terkekeh melihat mereka beradu mulut.


" Abah tidak sabar ma, apalagi kita dapet bonus langsung dua jagoan"


" Alhamdulillah ya kita diberi langsung dua" semua mengucapkan syukur. ruangan Aisha saat itu ramai dengan keluarganya, mereka berbincang ria pembicaraan nya masing-masing. Azzam mengusap kepala Aisha ia bahagia istrinya tersenyum kembali. karena waktu sudah larut Hamdan mengajak umma dan abahnya pulang ke rumah, umi dan Abi sekarang yang tinggal di rumah sakit mama Raisa juga pulang.


" akhir nya kita bisa pulang sayang, mas merindukanmu" Mr Jack memeluk Almira dari belakang keduanya jatuh di atas ranjang.


" Alhamdulillah mas tapi bersih-bersih dulu badanku lengket mas"


" kirain mau langsung"


" mas bau kita masam, ngga enak di pakai istirahat" Almira melerai suaminya kemudian ia masuk dalam kamar mandi.


" ya Allah mas malah tidur di suruh mandi dulu juga" Almira mengeringkan rambutnya. ia tidak ingin membangunkan Jack, pasti Jack lelah dari kemarin. Saat di rumah sakit mereka pun tidak nyenyak tidur.


****

__ADS_1


" lelah sekali nak jam segini baru pulang" tanya umi yang baru saja keluar dari dapur.


" iya mi banyak sekali pekerjaan bos ngga masuk kakaknya sakit" ucap Zidan.


" kakaknya siapa siapa bukankah kakak Hamdan cuma satu dan udah meninggal" tanya umi mengerutkan keningnya.


" iya mi emang, istri dari kakaknya yang dulu sekarang udah jadi istri dokter azzam. Hamdan tetap menganggap nya seorang kakak" jelas Zidan.


" memang seharusnya seperti itu supaya tidak terputus silaturahmi nya"


" iya mi, Abah dan umma tetap menjadi kan kak Aisha jadi anaknya. mereka sangat menyayangi kak Aisha mi, kak Aisha orang yang sangat sangat baik"


" duh bahagia sekali yang jadi suaminya ya, selain baik Solehah juga cerdas".


" iya um, wanita idaman setiap pria"


" seperti itu yang kamu cari Zidan, kapan kamu bawa menantu di rumah ini Zidan umurmu sudah ngga muda lagi. masak mau di duluin kia"


" nanti umi kalau sudah waktunya, biar kia duluan ngga apa-apa Zidan ikhlas mi"


" ih kakak ngga asyik dong harusnya kakak duluan " sahut Zakia yang baru saja keluar kamar kala ia mendengar suara kakak dan uminya sedang membahas soal menantu.


" kakak laki-laki dek kamu perempuan, perempuan itu kalau bisa nikahnya ngga lebih dari 25 umurnya" mencoba bernegosiasi dengan adik dan uminya, Zidan berusaha menjelaskan.


" Abi juga pengen rumah ini tambah rame, buat teman Abi . anak-anak yang lucu dan menggemaskan" Zidan terlonjak kala abinya yang menyahut.


" iya iya mi Abi doakan saja Zidan cepat ketemu jodoh, tapi Zidan mau tetap kia yang duluan." terlintas wajah kiran dalam benaknya.


" astaghfirullah" batin Zidan.


" aamiin semoga di segerakan" doa Abi, Zidan sebenarnya paling ngga suka mereka membicarakan soal pernikahan. meski banyak yang menyukainya bahkan ada yang menyatakan cintanya terlebih dahulu. namun zidan malah justru ngga suka wanita seperti itu.


" ya sudah Zidan mau mandu dulu." Zidan meninggalkan mereka yang berdiskusi soal jodoh.


_______


bersambung

__ADS_1


__ADS_2