
Semenjak umma meminta izin atas diri Zakia kini hari-hari Zakia merasa sangat resah. Zakia lebih sering terdiam dan bersujud ia adukan semuanya kepada Allah. ia pun tak tau setiap kali bertemu dengan Hamdan hatinya merasa resah, entah Zakia tak tau apa hanya perasaan kagum ataukah benar itu cinta adanya. Berkali-kali ia melakukan shalat istikharah meminta ampun kepada Allah atas apa yang terjadi pada dirinya, tapi Allah selalu memberi isyarat bahwa hamdan adalah pilihan Allah. Zakia bingung biasanya hal sekecil apapun ia selalu bercerita dengan kakaknya zidan tapi kali ini tidak, Zakia memilih diam. Zidan pun memperhatikan Zakia yang akhir-akhir ini lebih pendiam, biasanya kalau sampai rumah Zakia banyak cerita soal apapun yang ia lalui hari itu. Zidan mendekat dan mengelus kepala adiknya.
" ada apa kia apa yang kamu pikirkan, akhir-akhir ini kakak liat kamu lebih banyak diam tidak seperti biasanya selalu berbagi cerita dengan kakak"
" tidak apa-apa kak Zakia ingin fokus belajar sebentar lagi ujian semester"
" Bukan karena itu pasti ada yang lain, kakak mengenal mu" Zidan mencoba dekat agar kakaknya tau keresahan adik kesayangannya itu.
" Zakia hanya ingin fokus belajar" Zakia tersenyum memegang lengan kakaknya dan bersandar.
" apa itu soal hati " Zakia melotot ternyata meskipun di simpan seperti apapun kakaknya pasti tau keresahan hati Zakia.
" Kakak pernah jatuh hati pada seseorang ".
" emmm.... mungkin " Zakia mengerutkan keningnya.
" jawabannya kok mungkin kak "
" kakak belum bisa mengerti ini karena jatuh hati atau kagum, beda tipis " zidan menyatukan jari telunjuk dan ibu jarinya tapi diberikan sedikit jarak.
" betul kak beda tipis ngga tau lah ".
" kenapa kamu tanya begitu, ada yang kamu kagumi atau adik kecilku ini sudah jatuh hati pada seseorang."
" tidak kak cuma tanya aja kia."
" kamu yakin, beneran. "
" iya kak, " Zakia nyengir.
" Akhir-akhir ini adik kecil kakak beda banget, baiklah kalau ngga mau cerita sama kakak. Nanti kalau sudah siap cerita kakak akan selalu menjadi pendengar setiamu."
" Zakia mau fokus belajar ".
__ADS_1
" oke dek, tetaplah berjalan pada norma agamamu. Jalur yang Allah berikan sangat indah, pacaran halal itu lebih baik. Jika memang sudah yakin dan siap, shalat lah istigharah jika Allah sudah memberikan jawaban segera itu lebih baik. Kakak yakin adik kecil kakak ini sekarang sudah dewasa, pasti sudah tau bagaimana batasan nya." Zakia tersenyum ia bahagia punya kakak yang sangat sayang, bijak dan pengertian.
Zakia mencoba menstabilkan hatinya hari demi hari kini ia fokus lagi untuk belajar. Ujian semester akan segera ia hadapi.
Sedangkan di rumah umma sedang ada percakapan antara Abah dan umma membahas tentang hamdan dan Zakia. Abah mendengar kan semua apa yang umma utarakan, sebenarnya Abah juga sangat menyukai Zakia dan ia sangat senang jika memang Zakia akan menjadi menantunya. Tapi Abah tidak mau jika ia melamar zakia karena anak dari sahabatnya, Abah tidak mau di terima nya lamaran Abah karena keluarga Zakia merasa tidak enak selama ini telah di bantu oleh abah. Abah hanya ingin semuanya murni tanpa alasan apapun, dan di antara mereka saling mencintai. Tapi umma tetap bersikukuh akan melamar Zakia meski tanpa Abah, kini umma fokus untuk merayu Hamdan agar mau.
" Terserah umma karena Abah tidak mau bukan karena mereka saling mau tapi Abah tidak mau kita memanfaatkan keadaan mereka ".
" tidak Abah, jika memang mereka tidak menerima umma tidak apa-apa. insyaallah akan legowo dan itu tidak ada hubungannya dengan pekerjaan Zidan."
" Baiklah tanyakan dulu pada anakmu itu kita juga ngga boleh seenaknya."
" sepertinya anak itu sedikit harus di paksa bah, umma sudah sangat menyukai kia". Abah menghembus nafas kasar umma selalu kekeh dengan keinginan nya.
Hamdan pulang dari kantor kini ia kembali menang tender lagi, rasanya letih sekali dirinya ia menjatuhkan tubuhnya di sofa dekat umma. Hamdan berbaring meletakkan kepalanya di pangkuan umma. umma mengelus kepala anak yang tinggal seorang itu, dulu hal ini sering di lakukan Hanafi. Hanafi yang lebih dekat dari pada Hamdan, kini hamdan lebih senang menghabiskan waktunya di rumah bersama umma jadilah sedekat ini.
" Gimana kantor nak, jangan terlalu kamu forsir dirimu" tanya Abah.
Semenjak terjun lebih serius di dunia bisnis kini Hamdan sangat menyukainya, memang ia suka dengan sesuatu yang menantang. Dulu saat abahnya menyuruh nya untuk membantu nya di kantor hamdan menolak ia tidak suka dan tidak ingin bekerja di kantor. Kini semuanya berbeda ia suka dengan dunianya yang sekarang.
" makanya Hamdan cari istri biar kalau pulang gini ada yang kasih kamu semangat, ada yang melayani anak umma ini."
" ck... umma mulai lagi." Hamdan berdecak tidak menyukai pembicaraan ini.
" Kamu sudah dewasa nak, umma yakin kamu bisa."
" Hamdan masih muda umma sekolah saja belum lulus "
" tapi di sekolah mu ngga ada larangan buat menikah ".
" iya umma tapi Hamdan belum ingin menikah "
" alasannya, beri alasan yang lebih tepat".
__ADS_1
" Hamdan masih ingin sekolah"
" itu aja, apa kamu ngga pernah menyukai seseorang."
" ada ma," umma cukup tegang pasalnya ia sudah melamar Zakia.
" Kenalkan sama umma jika kalian sudah cocok umma mau kalian menikah."
" secepat itu ma"
" iya sayang, umma mau punya teman di rumah. segera kenalkan ke umma kalau tidak umma akan menjodohkan mu dengan wanita pilihan umma". Hamdan kemudian duduk ia berdiri lalu pergi.
" Hamdan mau mandi dulu "
di sepanjang jalan menuju kamarnya yang berada di lantai atas Hamdan berfikir ia salah ngomong sama umma yang hasilnya umma menggertak Hamdan agar membawa calon istrinya. padahal harapan Hamdan jika ia bilang sudah ada calon istri umma tidak akan menjodohkan nya. justru umma tetap kekeh akan menikahkan mereka, mungkin pikiran umma takut anaknya kebablasan tau sendiri anak muda sekarang dunia luar memanglah mengerikan. Apalagi hamdan punya banyak rekan kerja ia bertemu banyak gadis yang cantik dan seksi. Hamdan terjebak dengan ucapannya sendiri, kepalanya tambah pusing ditambah lelahnya pulang bekerja. Hamdan berendam di dalam bathtub cukup lama hampir satu jam, ingin menyegarkan dirinya.
" Adakah wanita seperti kia di dunia ini, aku ingin yang seperti dia" Hamdan merutuki dirinya akhirnya segera menyelesaikan mandinya dan keluar dari kamar mandi.
" kenapa aku bertanya dengan takdir, semua sudah Allah tulis di lauhul Mahfudz tapi siapa ya Allah tunjukkan padaku" Hamdan memejamkan matanya dan yang terlintas tetap mata Zakia. ia kaget langsung membuka matanya.
" astaghfirullah, ya Allah kenapa selalu Engkau tunjukkan dia. apakah ada kia yang lain di dunia ini". Hamdan menutup kepalanya dengan bantal.
________
bersambung
maaf cerita banyak melenceng ke tokoh lain.
cerita Zakia dan Hamdan nanti akan ada di novel berikutnya, disini hanya author kupas sedikit.
untuk Almira dan Jack akan ada di sini
bantu untuk like dan komentar nya ya kakak readers, beri saran othor untuk berkembang nya cerita ini.
__ADS_1
terimakasih 🥰.