
" astaghfirullah" Aisha mencoba menutup matanya seketika melihat pemandangan yang tidak sedap baginya.
" Aisha, ini tidak seperti yang kamu pikirkan" Azzam menepis Monica hingga ia hampir terjatuh. Azzam berdiri mendekati Aisha dan memegang tangan nya, aisha mencoba menepisnya ia berdiri mendekati Monica.
" siapa kamu seenaknya masuk kantor calon suamiku" Monica melotot mengumpat Aisha.
" calon istri dari mana coba jelaskan" Aisha mencoba tenang.
" sebentar lagi kami akan menikah, jangan coba-coba dekati calon suamiku"
" Baru aja calon kamu sombongnya begitu, apalagi nanti saat dia jadi suamimu jadi seperti apa kamu"
" Aisha..." Azzam mencoba mendekati istrinya yang sudah emosi tingkat tinggi.
" diam mas, ini urusan wanita biar Aisha yang menyelesaikan." Aisha menahan Azzam agar tidak ikut campur dirinya dan pelakor.
( padahal author paling sebel kalau denger kata pelakor 😅 )
" oh jadi ini istri kamu Azzam" Monica melihat Aisha dari atas sampai bawah, wanita biasa dengan make up natural wanita berjilbab, gamis tidak ketat menutupi seluruh tubuhnya beda sekali dengan Monica yang glamor.
" kenalkan saya Aisha istri dokter Azzam, dokter paling tampan di rumah sakit ini" Azzam sempat terkejut mendengar ucapan istrinya, di balik kelembutannya ada jiwa bar-bar nya.
" kamu tidak melihat tadi aku dan suamimu sedang apa" hati Aisha makin panas dan terus berusaha dengan aksinya.
sebenarnya Azzam khawatir dengan Aisha ia berusaha untuk menahan, ingin melihat bagaimana Aisha selanjutnya.
" saya tau kualitas suami saya, ia tidak akan pernah bersentuhan dengan wanita bukan mahram apalagi wanita seperti anda. sebaiknya anda keluar dari sini sebelum satpam menyeret anda" Aisha berusaha tetap tenang.
Azzam keluar memanggil suster agar memanggilkan satpam. tak berselang lama satpam datang.
" tolong bawa wanita itu pak, ia mengganggu ketenangan rumah sakit ini" Monica sangat kesal ia berharap Aisha akan marah ketika melihat kejadian tadi, ia berdua bersama Azzam dalam satu ruangan. justru sebaliknya Aisha membuat nya kesal berkali-kali.
" ayo bu silahkan" satpam dengan ramah meminta Monica untuk keluar.
__ADS_1
" jangan tarik saya pak saya akan keluar sendiri. Urusan kita belum selesai saya akan buat perhitungan denganmu" Monica menunjuk Aisha tapi Aisha justru malah melawan nya tanpa rasa takut sedikitpun.
Monica keluar dengan sendirinya, perasaan nya sangat kesal ia mengira Aisha orang yang lembut tidak akan melawannya tapi perkiraan dia salah ternyata Aisha lebih dari apa yang ia pikirkan.
Aisha menghela nafas lega tangannya mengelus dadanya, dia juga ngga tau dapet kekuatan dari mana tadi bisa melawan Monica.
Azzam mendekat kemudian memeluk Aisha.
" maafin mas Aisha, kamu mengalami kejadian seperti ini sayang.mas minta maaf"
" sudah mas semuanya sudah terjadi semoga tidak seperti pikiran Aisha, mas masih menjaga pernikahan kita"
" demi Allah mas tidak melakukan nya Ais wanita tadi menyelonong masuk, sebenarnya mas akan telepon kamu tapi keduluan sama Monic. Suster pun sudah melarang tapi Monica memaksa." jelas Azzam ia tidak mau istrinya marah kejadian kesalahpahaman.
" kan ais udah bilang tadi mas, Ais tau kualitas suami Ais seperti apa" Azzam mengerutkan keningnya tidak mengerti apa yang di maksud kan Aisha.
" mas perlihatkan cctv ya supaya kamu percaya sama mas, mas mencintaimu Ais" azzam memegang tangan Aisha memohon.
keduanya membuka makanan yang di bawa Aisha. tenaga Aisha habis di pakai untuk melawan Monica tadi.
" seharusnya kamu jangan lelah gini ke rumah sakit Aisha, mas bisa makan di kantin." Aisha cemberut.
" satu menit saja lewat Ais ngga tau apa yang terjadi sama mas tadi, mungkin mas akan tergoda dengan wanita tadi. ngga suka ya Aisha datang ke rumah sakit hanya ingin makan siang bersama" Aisha berhenti dalam makannya ia sedikit kesal dengan suaminya kedatangannya seperti tidak di harapkan.
" bukan gitu sayang jangan ngambek ya, mas minta maaf. bener sekali tdai jika kamu telat ngga tau apa yang terjadi mungkin mas sudah ah..." Azzam justru malah menggoda Aisha.
" mas..." Aisha memukul lengan Azzam, Azzam tertawa melihat kecemburuan Aisha.
" iya iya mas minta maaf sayang, hayuk habiskan makanannya nanti mas antar ke kafe ya. mas ada Operasi lagi nanti sekitar jam 2" ucap Azzam sembari menyuapi Aisha.
" tidak usah mas, nanti lelah mas harus menolong orang Aisha bisa naik taksi"
" mas antar cuma sebentar juga sayang, mas masih ingin berduaan sama Ais terus"
__ADS_1
" lebay mas..." Azzam terkekeh melihat istrinya wajahnya menggemaskan.
Pasangan romantis itu makan siang di ruangan Azzam. Begitulah pernikahan, modal utama adalah kepercayaan jika kita sudah mengantongi sebuah kepercayaan terhadap pasangan InsyaAlloh akan langgeng. jika ada sesuatu bicarakan dengan baik-baik jangan di pendam yang akhirnya akan menjadi bom yang meletus.
" mas antar ya sayang " pinta Azzam, tapi ketika itu ada pintu di ketuk dari luar.
" masuk " ucap Azzam
" maaf dok ada urgent pasien kecelakaan harus segera di tangani" Aisha tersenyum apalagi melihat wajah suaminya yang kecewa. batal ingin berduaan sama istrinya, setelah kejadian tadi wanita penyusup Azzam takut Aisha marah.
" iya siap sus saya akan segera ke UGD" wajahnya sedikit di tekuk Aisha mendekati suaminya dan Azzam memel*knya tangan Azzam berada di pinggang Aisha dan tangan Aisha melingkar di leher Azzam.
" Ada yang lebih membutuhkan dari pada Aisha mas, Aisha naik taksi saja. mas segera tangani pasien mereka lebih butuh pertolongan dari mas" dengan singkat Azzam menge**p bi*** istrinya.
" terimakasih sayang hati-hati dan ingat jangan lelah nanti sore dari kafe langsung pulang, mungkin mas tidak bisa jemput ada operasi lagi hari ini" Aisha merapatkan pe**kannya sebelum mereka pergi. Aisha keluar dan Azzam langsung ke UGD.
terdengar bisik-bisik dari luar mereka kini tau istri dokter Azzam yang sederhana namun kesederhanaan nya tak mengalahkan kewibawaan dan kecantikan nya.
Azzam dokter yang ramah membuat nyaman bagi para dokter pendamping, suster maupun para pasien nya.
Aisha berjalan keluar dari rumah sakit ia tersenyum ramah dengan semua staf yang berada di situ.
" itu istri dokter Azzam, sederhana tapi tetap cantik dan berwibawa ya" ucap alin salah satu staf administrasi.
" iya pasangan serasi, dokter Azzam tampan juga baik. istrinya pun ramah, so sweet ya Lin "
" mulai nih kamu ngehalu lagi liat yang bening" ida terkekeh.
mereka melihat Aisha berjalan keluar rumah sakit sampai tidak terlihat.
" Ya udah lanjut kerja yuk, ngegosip aja "
Korban kecelakaan dengan kondisi yang lumayan cukup parah, Azzam bersama tim segera lakukan tindakan di UGD.
__ADS_1