Titip Istriku

Titip Istriku
bidadari surga


__ADS_3

Hatiku hancur ketika tau jika kau selalu bersama nya, mata mu selalu menghipnotis ku agar aku terus melihat mu lebih dalam. Dari sekian banyak wanita hanya kamu yang bisa membuat hatiku bergetar, tapi sayang kamu sudah ada yang punya. bahkan aku mundur sebelum berperang, tak bisa menggunakan strategi apapun. Sampai aku bingung di sepertiga malam hanya kamu yang selalu aku doakan agar engkau selalu bahagia. Akupun selalu mencoba menghilangkan mu dari pikiran ku ternyata tak mudah, semakin aku berusaha semakin lekat dirimu dalam benakku. ya Allah ampunilah aku, bantulah aku untuk melupakannya.


Begitulah yang tergambar dalam pikiran Hamdan, sebenarnya ia terus berusaha melupakan tapi masih sulit bahkan semakin lekat. mereka sampai di kampus, kia keluar dan pamit duluan masuk kampus tak lupa mengatakan terimakasih. setelah kia masuk ke dalam Hamdan kemudian menyusul, ia tak mau bersama takut timbul fitnah di antaranya.


" begitu bahagia pasti Zidan memiliki wanita Solehah seperti Zakia, matanya ya Allah tajam menusuk hingga hatiku" Hamdan bergumam sendiri dan terkekeh sendirian.


*****


Saat makan siang Jack ke rumah sakit ia ingin makan bersama Almira istrinya, sebelumnya pun ia ikut Almira menjenguk Aisha terlebih dahulu. Urusan Monica pun sudah di urus oleh kantor polisi, tinggal menunggu keterangan dari korban. Jack juga berharap Aisha cepat pulih kembali supaya kelar masalahnya, karena Jack Minggu depan akan pergi ke Lombok bersama Hamdan untuk mengurus bisnisnya.


" Bagaimana keadaan mu nyonya azzam" tanya Jack ketika sudah masuk menghampiri Azzam.


" Alhamdulillah sudah lebih baik Mr"


" syukurlah lekas membaik agar bisa cepat selesai masalahnya kamu bisa memberikan keterangan ke kantor polisi."


" aku tidak apa-apa kenapa harus ke kantor polisi"


" iya Mr Jack kenapa harus ke sana" Azzam menyela pembicaraan antara mereka.


" kecelakaan mu bukan karena murni kecelakaan tapi sengaja ia mencelakaimu"


" astaghfirullah, siapa yang tega mencelakai istriku" Azzam terhenyak setau dia istrinya tak pernah punya musuh.


" Monica, nama itu yang tertera dalam penyelidikan polisi"


" Monica..." Aisha dan Azzam pun terkejut.


" kalian mengenalnya"


" iya wanita itu dulu pernah di jodohkan denganku"


" misinya jelas balas dendam."


" tapi kenapa istriku yang menjadi korban sampai akan meregang nyawa begini" geram Azzam.


" mas mungkin ia sakit hati dengan kita, mas ingatkan saat dia pernah kita usir di rumah sakit."


" iya tapi apa dia tidak pernah berfikir panjang yang ia celakai tidak hanya kamu tapi nyawa dua bayi yang ada di perutmu" Azzam sangat marah ia sedikit meninggikan suaranya.

__ADS_1


" mungkin dia khilaf mas atau tidak sengaja"


" Banyak saksi mata yang melihat jika itu benar-benar sengaja dilakukan pelaku" ucap Jack.


" aku tidak akan membiarkan nya keluar dari penjara"


" mas kita ngga boleh balas dendam, masuknya dia dalam penjara sudah cukup menjadikan nya pelajaran"


" Aisha kamu masih begitu baik dengan orang yang bahkan akan membunuhmu, sungguh kamu ini luar biasa "


" aku hanya ingin kita tidak di selimuti amarah saja Almira, mungkin Monica memang benar-benar khilaf "


" ya sudah besok jika kamu sudah pulih kita ke kantor polisi saya antar."


" kamu ingin melihat bayimu tidak Aisha" ucap Almira sembari memeriksa membenarkan infus Aisha.


" tentu saja saya sangat ingin melihatnya Almira"


" mereka sangat lucu, dan Alhamdulillah berat badannya sedikit lagi stabil. semuanya sehat perkembangannya sangat pesat, nanti sore setelah kamu istirahat di siang hari ini kamu bisa menjenguknya."


" MasyaAlloh Alhamdulillah, terimakasih Almira sungguh aku tidak sabar melihat baby twinsku" Azzam bahagia kini melihat Aisha sudah tersenyum lebar.


" ya sudah sehabis makan siang kamu istirahat, saya dan mas Jack permisi"


" Aisha jangan banyak berterimakasih kepadaku jika kamu ingin selalu jadi temanku" Aisha cekikikan, kemudian Almira pamit keluar ruangan.


" begitu tega Monica dengan mu sayang aku akan beri pelajaran untuknya"


" mas jangan, mungkin dia khilaf mas. kita kasih kesempatan ia untuk bertaubat mas."


" apa maksudmu Aisha, kamu akan memaafkannya dengan mencabut laporannya".


" mas Rasulullah saja selalu memaafkan siapapun yang sudah melukainya, ia tak pernah punya dendam sedikit pun terhadap siapapun. kita hanya manusia biasa seharusnya kita juga bisa memaafkan seperti Rasulullah" Aisha memegang tangan azzam kemudian mengelus pipinya.


" sayang kebaikan mu ini selalu meluluh kan hati mas, kamu bidadari surga ku. mas makin cinta sayang." Azzam memeluk Aisha dengan begitu erat Aisha pun merasa kan pelukan hangat suaminya yang selalu ia rindukan.


" mas, Aisha hanya tidak ingin kita punya dendam. kita pupus dari sekarang kebencian ini."


" Jika itu sudah menjadi keputusan mu mas ngga bisa menolak sayang, semoga benar apa yang kamu katakan Monica setelah ini bisa bertaubat."

__ADS_1


" aamiin"


****


Sudah dua hari lamanya Monica berada di dalam penjara, ia begitu sangat menyesal dengan perbuatan nya. tapi apalah daya nasi sudah menjadi bubur kini ia harus menuai dari apa yang telah ia perbuat. jam besuk tiba kini mamanya membesuk putri kesayangannya itu.


" Mama..."


" Monica gimana keadaan mu nak, "


" Monica ingin cepat keluar dari sini ma, Monica tak tahan ma, Monica takut ma".


" iya sayang mama akan keluarkan kamu dari sini"


" tapi bagaimana caranya ma, apa Azzam akan memaafkan perbuatan ku. aku sudah membunuh istrinya ma"


" Mama juga ngga habis pikir kamu melakukan ini semua Monica, kita harus usaha besok mama ingin menemui mereka. semoga mereka membukakan hati untuk kita mau mencabut laporannya."


" aku sudah melukainya ma, bagaimana keadaannya sekarang terus bayinya ma. Monica sungguh menyesal ma."


" Mama belum sempat menjenguk nya, mama masih sibuk mencari pengacara buat kamu. tapi kata semua pengacara mereka memiliki bukti yang kuat jika kamu bersalah. dan satu-satunya jalan adalah meminta Azzam untuk mencabut laporannya."


" Monica takut ma, sampaikan permintaan maaf ku ma. semua memang salahku jika saat itu amarahku meredam mungkin tidak akan aku menabraknya. aku cemburu melihat mereka bahagia ma."


" ya sudah sekarang kamu makan, ini mama bawakan makanan kesukaan mu".


Monica memakan bekal yang di bawa mamanya.


" enak sekali ma, dua hari Monica ngga enak makan. di penjara benar-benar tidak enak ma,tidurku pun tak nyenyak yang ada hanya rasa takut ma."


" Jangan pernah lakukan lagi Monica mama tak pernah mengajari mu seperti itu, amarah justru akan menyesatkan mu. "


" iya ma, Monica minta maaf buat mama susah. papa tau ma."


" iya mama sudah memberitahu papa mu besok akan pulang"..


" pasti papa marah ya ma"


" tau sendiri kamu gimana papamu Monica, apapun harus mama ceritakan sama papa. supaya papa juga bisa membantu mu keluar dari sini" Monica mengangguk sembari melahap makanannya.

__ADS_1


$____$_


bersambung


__ADS_2