Titip Istriku

Titip Istriku
jawaban Almira


__ADS_3

Aisha dan Azzam hari ini rencana akan pulang, mereka tak mungkin menginap lama-lama di rumah Abah. pagi itu umma masak makanan kesukaan Aisha, umma melarang Aisha masuk ke dapur akhirnya Aisha hanya duduk saja menemani umma dan bibi memasak. sedangkan Abah, Azzam dan Hamdan sedang minum kopi di teras rumah membicarakan ala laki-laki tak jauh dari bisnis dan pekerjaan.


" Kenapa Abah tidak bilang ke umma kalau Hamdan belum mau nikah sekarang bah."


" Abah tidak bisa memaksa umma mu jika itu udah menjadi kemauannya."


" konsentrasi ku hilang bah akhir-akhir ini, umma selalu menekankan ku"


" sebenarnya apa yang membuat mu belum ingin menikah ndan " tanya Azzam.


" belum ada calon kak "


" umma kan sudah ada calon untuk mu "


" kakak tau kan menikah itu seumur hidup, Hamdan tidak ingin menjalani secara datar. Hamdan ingin rumah tangga Hamdan dijalani penuh cinta seperti kak Azzam."


" dulu kakakmu Hanafi umma yang memilih kan, tapi ngga salahkan kak Aisha Soleh juga baik. yang kali ini pasti begitu juga, umma ngga mungkin akan sembarangan mencari kan istri untuk anaknya". ucap Abah kemudian menyeruput kopi nya.


" iya betul ndan, apa ada wanita yang kamu cintai"


" ada kak tapi..."


" nah bawa aja ke hadapan umma, insyaAlloh umma akan setuju dengan pilihan mu ".


" masalahnya orang yang membuat hati hamdan saat bertemu bergetar sudah milik orang lain"


" maksudmu sudah menikah, gila kamu Ndan bisa-bisa di timpuk sama suaminya"


" makanya itu kak, Hamdan belum bisa move on."


" apa yang kamu tunggu "


" Hamdan mau yang klik lagi di hati hamdan"


" ya sudah semoga kamu cepat mendapat wanita seperti apa maumu"


" aamiin"


waktu sudah siang mereka kembali masuk ke dalam untuk bersiap, Azzam bersiap untuk berangkat ke rumah sakit dan Hamdan hari ini akan ke kampus terlebih dahulu.

__ADS_1


Sarapan sudah siap semuanya kembali menuju meja makan. mereka menyantap hidangan yang disajikan oleh umma, Aisha begitu lahapnya. Hari ini sebelum pulang ke rumah Aisha ingin menengok kafenya, ia akan menunggu suaminya pulang bekerja di kafe saja. Aisha dan Azzam berpamitan umma memeluk anak kesayangannya itu.


*****


Sudah beberapa hari Jack tidak mengirimkan pesan untuk Almira, kini Almira resah ingin tau kabar Jack. Biasa nya hanya ucapan selamat pagi Jack selalu mengirimkan pesan untuk Almira, walaupun setiap hari Almira tidak menanggapi dan tidak membalas pesan Jack namun Jack tidak lelah mengirim pesan untuk nya. Almira kembali membuka handphone nya, tapi sama yang ia dapati kosong tidak ada pesan.


Jack masih sibuk dengan urusannya di Amerika, ia berusaha cepat menyelesaikan pekerjaan nya sebelum kembali lagi di Indonesia. Hari ini pertemuan terakhir nya dengan klien, esok ia akan terbang ke Indonesia untuk meminta jawaban atas lamarannya kepada Almira. Jack sudah siap dengan segala jawaban yang akan keluar dari bibir Almira. Sebenarnya Jack merindukan Almira tapi ia sengaja untuk mencoba tidak mengirim pesan untuk Almira lagi, takutnya jika jawaban Almira tidak sesuai dengan apa yang ia pikirkan setidaknya ia sudah mengurangi komunikasi tersebut.


Kini sudah satu Minggu lamanya. Almira sudah menyiapkan jawabannya, ia sudah mantap dengan dibantu sang pencipta di setiap seperti malamnya. ia menghela nafas berat, mamanya sudah menanyakan hal itu tapi Almira bungkam tidak ingin memberitahu mamanya akan jawabannya. Ia ingin lebih dulu Jack yang mendengar nya.


malam yang Almira lalui serasa sangat panjang, sampai ia sering bangun. begitu juga dengan Jack ia resah selalu berdoa kepada sang pencipta semoga apa yang ia doakan bisa terkabul. Jack selalu menatap layar handphone di mana ada foto Almira yang sedang tersenyum, kala itu Jack mencuri gambar Almira yang sedang tertawa.


Suara burung berkicau, matahari sudah mulai tersenyum seakan menyambut pagi yang begitu indah. Jantung Almira berdetak kencang hari ini ia akan bertemu dengan Jack, Almira memilih kafe yang Aisha untuk pertemuan nya di jam waktu makan siang. Pesawat Jack akan mendarat pukul 11 waktu yang pas saat makan siang tiba. Hari ini Almira sengaja ambil cuti satu hari, ia habiskan waktunya di apartemen sembari memantapkan hati akan jawabannya.


Rasanya jam dinding berputar begitu cepat, sesekali Almira melihat jam dinding setelah shalat Zuhur ia akan melaju ke kafe. sedangkan Jack di dalam pesawat selalu melihat jam tangannya, perasaannya pun sama dengan Almira resah. Kemantapan hatinya takkala memilih Almira menjadi pendamping hidup berikutnya. Ia pun tak bisa memberi alasan kenapa Almira yang ia pilih, hanya keyakinan dalam hatinya yang berkata ia wanita pilihan nya.


Almira datang ternyata di sana sudah ada Jack yang datang terlebih dahulu. Jack dari pesawat langsung menuju lokasi ia melakukan shalat Zuhur di sana bersama karyawan kafe. Jack tidak melihat Almira sampai ia masih sibuk dengan handphone nya. Almira langsung duduk membuat Jack kaget mendengar suara kursi yang bergeser.


" Hay Ra maaf aku tidak melihat mu datang ". kali ini Jack gugup berbeda dengan sebelumnya.


" tidak apa-apa kamu sibuk dengan handphone mu "


" lebih baik kita makan dulu, takutnya kamu lapar ngga bisa meneriaki aku nanti " Almira tersenyum juga tidak seperti biasa, biasanya ia akan marah-marah jika bertemu Jack. jackpun terkekeh ia rindu senyuman Almira, makanan yang mereka pesan datang. mereka makan tanpa ada suara. Hanyut dengan pikirannya masing-masing dan fokus melahap makanan yang tersedia. Kini Almira makan hanya sedikit, entahlah rasanya sulit sekali menelan makanan. padahal makanan yang di pesan Jack adalah makanan kesukaan Almira.


" aku sudah kenyang, makanlah Mr.jack habiskan"


" sebanyak ini kamu menyuruh ku untuk menghabiskan"


" apa tidak mau jika kamu benar-benar mencintai ku apapun yang aku katakan pasti akan kamu lakukan"


" terus apa balasannya Ra "


" balasannya aku yang akan membayar makanan ini, anggap saja untuk ganti utangku padamu."


" kamu masih mengingat hal itu ra, aku bahkan sudah melupakan nya"


" sepertinya itu akan aku ingat seumur hidupku ". Almira tersenyum, Jack masih melahap makanan nya. seperti apa yang dikatakan Almira ia akan menghabiskan makanannya.


" ya itu awal pertemuan kita, dan awal wanita yang membuat ku resah akhir-akhir ini."

__ADS_1


" kamu akan habiskan semuanya Jack, sudah-sudah nanti perutmu sakit" Almira melihat Jack yang sudah susah menelan makanannya.


" tidak apa-apa nanti ada dokter Almira yang merawat ku".


" tidak boleh kita bukan mahram, mana mungkin aku akan merawat mu"


" sebelumnya aku akan menjadikan mu menjadi mahramku ".


" kamu begitu percaya diri mr.jack". Jack terkekeh kemudian ia menghentikan makannya karena memang sudah kenyang dan tidak sanggup lagi.


Almira menghembuskan nafas nya menetralkan jantungnya, meski tadi sudah terlewati dengan bercanda ketika menemui titik ini ia gugup kembali. Jack sudah siap mendengarkan jawaban Almira apapun itu.


" Maaf Almira, aku sudah siap mendengar apapun jawabanmu".


" apapun itu, jika aku menolakmu".


" tidak apa-apa aku akan terus mengejarmu." Almira terkekeh diikuti jack yang tertawa renyah.


" kamu memang keras kepala Jack, kamu tau kamu sangat menyebalkan buatku "


" rasa sebal mu itu akan menjadi cinta untuk ku" suasana hidup kembali.


" aku menerima lamaran mu" Jack terkejut berhenti tertawa.


" apa Ra coba katakan sekali lagi aku belum mendengar nya ". kini Jack serius mendengarkan Jawaban Almira.


" iya Mr Jack aku menerima lamaran mu "


" benarkah itu Ra bukan becanda "


" iya Mr Jack dokter Almira menerima lamaran mu " kembali Almira menekankan jawabannya.


" Alhamdulillah... " Jack menutup wajahnya ia meneteskan air mata.


____________


bersambung


kakak readers like ya....

__ADS_1


kasih komentar kasih hadiah juga boleh...


terimakasih🥰


__ADS_2