Titip Istriku

Titip Istriku
MP


__ADS_3

kado yang sangatlah berharga menurut Azzam, lingerie itu ia terus pandangi dan membayangkan jika Aisha yang memakainya. ia tertawa aneh, sedangkan Aisha masih berada di kamar mandi untuk mandi. Azzam tak habis pikir mamanya memberikan itu, " dasar mama nakal ", gumam Azzam.


Sehabis dari kamar mandi Aisha tak ingin memandang Azzam, ia masih sangat malu mengingat lingerie itu. ia berfikir apa mungkin ia akan mengenakan nya, aneh memang bisa aja mertuanya memberi kado seperti itu.


" ngga usah masak, mas sudah membeli makanan biar kamu ngga capek, simpan tenaga nya untuk nanti malam" goda Azzam membuat Ais makin malu di buatnya.


Aisha mengangguk, memang ini yang harus di lakukan sebuah kewajiban melayani suami. dan di setiap gerak yang di lakukan suami istri akan berubah menjadi pahala berlimpah.


***


Akhirnya malam yang di nantikan sepasang suami istri itu pun tiba, hal dimana mereka akan merajut kasih satu sama lain. setelah shalat isya dan makan malam mereka langsung masuk ke kamar. Aisha masih bingung apa yang harus dia lakukan, tentang obrolannya tadi siang apa benar akan di lakukan sekarang.


" kenapa Ais kamu mikirin apa, mas ngga akan memaksa jika kamu belum siap"


" bukan gitu mas maaf" Azzam mendekat mencoba membuka hijab Aisha, ia ingin sekali melihat istrinya itu tanpa hijab. Aisha tidak menolak sama sekali, karena hukum agama memerintahkan agar istri tidak boleh menolak keinginan suami.


Azzam terkejut melihat rambut Aisha yang hitam lurus juga baunya wangi membuat Azzam terbuai untuk mencium rambut Aisha.


Azzam sadar bahwa ia melakukan hal ini tanpa seizin Aisha.


" Aisha maaf" Azzam berhenti membelai Aisha.


" tidak apa-apa mas " Aisha berdiri masuk ke dalam kamar mandi dan mengambil sesuatu di lemari.


Jantung Aisha berdetak kencang, di dalam kamar mandi ia memegang dadanya yang berdetak kencang. perasaan yang dulu saat ia masih bersama Hanafi muncul lagi.


ia membawa kado yang di berikan mama Raisa ke dalam.


" apa sudah saatnya aku memberikan hak mas Azzam" gumam Aisha berfikir.


akhirnya Aisha memakai lingerie yang di berikan mama Raisa.


terdengar suara pintu di ketuk, ternyata Aisha sudah lama di dalam membuat Azzam khawatir jika terjadi sesuatu dengan Aisha.


" Aisha kamu lama banget di kamar mandi, ada apa Aisha kamu ngga papa kan" Azzam khawatir.


" iya mas sebentar"


Aisha keluar kamar mandi sudah memakai lingerie berwarna merah maroon, dengan rambut yang ia gerai ia pun memakai wangi-wangian khas yang sangat Azzam sukai.


Hanafi masih asik dengan ponselnya, ia belum melihat Aisha yang sudah memakai lingerie.


" kenapa lama banget di kamar mandi, kamu sakit perut" Azzam menoleh ke arah Aisha.

__ADS_1


Aisha tidak menjawab dia gugup apa yang dipikirkan suaminya nanti melihat ia yang memakai pakaian itu.


" Aisha..." Azzam terpaku melihat istrinya, wajah aisha merona bagaikan tomat. dada azzam juga berdetak lebih cepat dan menelan salivanya.


" maaf mas..." Aisha masih menunduk.


Azzam mendekati Aisha, memegang dagu Aisha agar melihat nya.


" Kamu cantik, istri salihaku." Azzam membawa Aisha ke ranjang.


dan malam itupun terjadi, pasangan halal itu meraup pahala di setiap aktivitas nya.


( jangan di bayangkan author malu nulisnya 😪 )


" Ais bangun sudah subuh " Azzam mencoba membangunkan Aisha dengan mata yang masih berat Aisha bangun.


" sudah subuh mas"


" iya, ayo bangun kita sholat. buruan mandi mas sudah siapkan air dalam bathtub" Aisha mengangguk dan berlalu ke kamar mandi.


setelah sekian lama mereka puasa dengan aktivitas berpahala ini kini mereka sudah berbuka.


Aisha dan Azzam melakukan shalat berjamaah, dalam doanya mereka meminta kebaikan dan keberkahan dalam rumah tangga nya. meminta keturunan yang salih dan saliha serta kebahagiaan dunia dan akhirat.


Mulai sudah tidak ada kecanggungan lagi diantara pasangan halal itu.


***


" mau ke kantor Hamdan" tanya umma.


Hamdan lebih rajin dari sebelumnya, semenjak kepergian Hanafi ia memegang penuh tanggung jawab dalam keluarga nya.


" Iya ma ada meeting pagi ini" ucap Hamdan sambil membenarkan dasinya.


" Hamdan adakah wanita yang kamu cintai" Hamdan langsung membelalakkan matanya heran dengan umma pagi ini, ngga ada angin ngga ada hujan tiba-tiba menanyakan hal yang begitu pribadi.


" Umma Hamdan masih fokus kuliah" jawab Hamdan ia mengingat Zakia wanita yang dengan cadarnya itu.


" Ngga ada larangan kan kuliah sambil menikah" Hamdan tersedak saat ia minum yang sudah di siapkan.


" ya memang ngga ada si umma, tapi Hamdan ingin fokus kuliah dan membangun bisnis dulu" jawab Hamdan lalu melanjutkan sarapannya.


" Mama kesepian Hamdan, pastinya setelah pulang dari Amerika Aisha akan ikut suaminya mama ngga punya teman lagi" wajah umma terlihat sendu.

__ADS_1


" umma kita kan ingin melihat kak Aisha bahagia, biarkan kak Aisha bahagia ma. lagian umma juga masih bisa ketemu kan" Hamdan tau maksud arah pembicaraan umma. abahnya yang sedari tadi sedang sarapan pun diam, soal jodoh Abah tidak ingin memaksakan pada anaknya.


" Umma punya calon wanita saliha, umma yakin dia juga akan menyayangi umma dan Abah selain kamu" Hamdan makin tak berselera makan mendengar keinginan umma nya. ia masih benar-benar belum bisa melupakan Zakia yang ia anggap istri dari Zidan.


Hamdan menyelesaikan makanannya dengan cepat ia tak ingin mendengar lagi umma bicara soal jodoh.


" Hamdan berangkat dulu ya ma bah" Hamdan mencium kedua orang tuanya.


" assalamu'alaikum"..


" wa'alaikumsalam, umma serius Hamdan" umma sedikit berteriak karena Azzam berlalu lari kecil menuju mobilnya.


" ada aja umma, aku masih ingin fokus kuliah dan bisnis ku di suruh nikah. aku pingin wanita itu sesuai dengan hatiku bukan karena keterpaksaan." gumam Hamdan.


sambil menyetir mobilnya menuju kantor karena memang pagi ini ada jadwal meeting.


Azzam seperti melihat mobil zidan yang sedang berhenti di pinggir jalan. Azzam berhenti ia ingin memastikan jika itu Zidan, ternyata benar itu Zidan ban mobilnya bocor.


" ada apa Zidan" Hamdan membuka kaca mobilnya tidak turun.


" ban mobilku bocor Hamdan" Hamdan melihat ke bawah ternyata benar itu bocor.


" ikut aku saja biar nanti ada yang mengambil nya" Hamdan ingin memberikan tumpangan untuk Zidan.


Akhirnya zidan ikut mobil Hamdan, tak di sangka Zakia ikut dengan Zidan dan turun mengikuti Zidan.


" bos apa tidak keberatan kita antar kia dulu ke kampus, soalnya kia ada kelas pagi"


" tidak apa-apa kita antar kia dulu lalu kita ke kantor ini juga masih pagi" Hamdan melirik kia dari spion mobil.


sampai di kampus kia berpamitan dengan kakaknya dan Hamdan tak lupa mencium tangan Zidan. memang si dengan kasat mata mereka bukan adik melainkan suami istri, Zakia nempel sekali dengan Zidan kalau jalan berdua pun Zakia memegang lengan Zidan.


hmmmmmm...


Hamdan panas hatinya seketika.


________


bersambung...


trimakasih yang masih selalu setia dengan author, beri saran buat author.


trimakasih❤️

__ADS_1


__ADS_2