Titip Istriku

Titip Istriku
apartemen


__ADS_3

Pagi yang bersinar, burung-burung berkicauan terlihat orang lalu lalang untuk lari pagi. Cuaca sedikit dingin seakan ingin mengeratkan selimutnya kembali, tapi tidak dengan Azzam ia ingin segera matahari meninggi berharap bisa cepat menemui sang pujaan hati.


Azzam bergegas mandi dan berganti pakaian, semalam Hamdan menyuruh supirnya di rumah untuk mengantar baju mereka ke hotel. kebetulan di rumah Abah masih ada pakaian Azzam yang di simpan saat mereka menginap di sana, jika menginap Azzam maupun aisha tak perlu membawa baju ganti lagi. selepas subuh Hamdan kembali tiarap di bawah selimut, karena memang cuaca sangat dingin.


Sedangkan Aisha sudah bangun dari jam 3, seperti biasa ia melaksanakan shalat malam. memohon ampun kepada Allah serta meminta petunjuk dengan masalahnya ini, Aisha sadar ia terlalu egois tanpa mendengar kan penjelasan Azzam. diatas sajadah ia menangis mengingat mendiang suaminya yang dulu, saat selesai shalat suaminya memberikan banyak wejangan. karena memang Hanafi lulusan Mesir ia banyak tau tentang agama, beda dengan Azzam yang ilmunya hanya sebatas yang ia pelajari dari kecil, buku serta sosial media.


" ya Allah dzat yang membolak-balikan hati, padamu ku minta ampun dan padaMu hamba mu yang lemah ini minta pertolongan. berikan petunjuk atas setiap masalahku, jalan yang terbaik engkau ridhoi. Rasanya memang sesak sakit sekali mendengar kenyataan itu ya Allah, tapi entahlah apakah marahku ini syetan yang ikut campur hingga tanpa berpikir panjang aku langsung pergi tanpa pamit dengan suamiku. aku takut suamiku murka terhadap ku ya Allah, berikan jalan keluar padaku ya Rabb. hamba tau ketetapanMu adalah yang terbaik" selepas nya Aisha kembali berdzikir lagi untuk menenangkan hatinya.


Azzam membangun kan Hamdan karena waktu sudah pukul 7 pagi, sarapan yang ia pesan pun sudah datang. Hamdan dengan mata sayu nya mengerjap untuk bangun, ia melihat ke arah meja sudah ada sarapan pagi. kebetulan Hamdan sudah cukup lapar, lalu ke kamar mandi mencuci mukanya.


" pagi sekali kakak pesan makanan" Hamdan sudah mengambil piring dan sedikit nasi kemudian lauk ia berdoa dan langsug lahap memakannya. seperti berbulan-bulan tidak makan saja, azzam tersenyum melihat tingkah Hamdan yang menurutnya lucu. tapi azzam masih sama tidak nafsu makan sebelum ia bertemu dengan istrinya, menjelaskan secara gamblang tentang masalah nya.


" kakak azzam tidak makan " tanya Hamdan yang masih melahap sarapannya.


" sudah kakak sarapan roti tadi "


" belum nafsu untuk makan ya kak, habis ini kita langsung cari kak Aisha kak"


" iya kakak sudah ngga sabar,"


" rindu ingin memeluknya ya kak, bucin ya " Hamdan tertawa kecil mendapati Azzam yang senyum-senyum.

__ADS_1


" udah ayo cepat habiskan makanannya dan cepat mandi keburu Aisha pergi lagi"


" hubungi kak Almira suruh tahan kak Aisha jangan boleh pergi"


" sudah tadi sudah ku kirim kan pesan untuk nya" Hamdan mengangguk kecil. Ternyata azzam lebih gesit pikiran nya dari pada dia.


Hamdan pun mandi setelah menyelesaikan makanannya. hari ini azzam sengaja ijin tidak ke rumah sakit, begitupun Hamdan paginya ia tidak ke kantor dulu. berharap segera clear masalah nya dan membawa Aisha pulang.


Dengan cepat Azzam berjalan setelah turun dari mobil, ia naik lift menuju apartemen Almira. Hamdan mengekorinya dari belakang dengan sedikit berlari menyusul Azzam. Azzam deg deg an dadanya ada perasaan takut jika Aisha masih marah, perasaan nya tenang sudah bisa bertemu dengan Aisha kembali.


pintu pun di ketuk oleh Azzam, Almira membuka nya ia sunggingkan senyum seperti biasa. Azzam pun mengucapkan salam di ikuti oleh hamdan dari belakang.


" ayo masuk dulu" Almira mempersilahkan Azzam dan hamdan duduk.


" sabar sebentar Aisha masih mandi, baru saja habis sarapan bersama ku" setelah beberapa menit Aisha keluar dari kamar Almira menuju ke depan, ia berencana untuk pamit kepada Almira. Aisha terkejut ia mendapati suaminya dan Hamdan yang sedang duduk di kursi depan.


" Ais..." Aisha diam terpaku Azzam menyusulnya, rasanya Azzam ingin memeluk istrinya ada rasa kerinduan yang mendalam semalam ia tidak bersama namun di urungkan niat nya mengingat saat ini Aisha sedang marah. Azzam mencoba meraih tangan sang istri namun Aisha menepisnya.


" kenapa cari aku mas, biarkan Aisha sendiri dulu." Aisha mencoba melangkah namun pergelangan tangannya di raih oleh Azzam.


" maafkan mas tolong maafkan, mas ingin menjelaskan semuanya"

__ADS_1


" cukup mas itu sudah cukup bagiku tau semuanya, tolong minggir mas Ais mau keluar" benar hari ini beda dengan Aisha sebelumnya yang lebih bahkan tak pernah berucap dengan nada meninggi di depan suaminya.


" kak boleh Hamdan bicara kak kami kesini untuk menjelaskan semuanya"


" tidak Hamdan cukup bagi kakak"


" demi Allah aku tidak pernah berjanji kepada Hanafi, setahun aku pergi dari Indonesia ini agar aku tidak pernah mengingat semua pesan Hanafi. aku selalu mencoba melupakan kamu tapi Allah berkata lain, di setiap istikharah ku yang ada hanya namamu yang hadir dalam mimpiku hanya kamu. aku menikahi mu karena dari sini" Azzam menunjuk dadanya. Azzam menitikkan air mata, Aisha sebenarnya tidak tega melihat suaminya. tapi ia masih terbawa emosi, hatinya masih terasa sakit.


" Ais tidak baik membiarkan masalah hingga berlarut, sebaiknya cepat selesaikan." Almira mengimbuhi ia berdiri mendekati Aisha.


" maaf kak, semua yang di katakan kak Azzam benar. kalaupun kak Azzam berjanji mungkin sudah dari awal kak Azzam akan melamar kak Aisha, tapi itu tidak di lakukan kak azzam. aku memang mendengar sendiri saat itu kak Hanafi menyuruh kak azzam berjanji menikahi kak Aisha tapi kak Azzam tidak pernah mau melakukan nya. mungkin kak azzam takut jika tidak berjodoh dengan kak Aisha. kakak ingat kan sudah beberapa orang yang melamar kakak tapi semua kakak tolak, setelah setahun lamanya kak azzam pulang ingin melamar kakak atas hatinya yang sudah yakin dan shalat istikharah nya yang selalu hadir nama dan diri kakak dalam mimpinya. dan kakak menerima kak Azzam juga karena pilihan Allah bukan, hamdan yakin kak Aisha ngga mungkin menerima seseorang tanpa istikharah dulu" Aisha mulai menitikkan air mata benar memang atas apa yang di ucapkan Hamdan.


" Aku mencintaimu Ais demi Allah aku sangat mencintai mu sayang" buliran air mata jatuh dari mata keduanya seakan hatinya yang sangat menginginkan tapi raga belum siap.


" apa hanya karena sedikit masalah kecil membuat kalian akan terpisah, syetan sangat senang mendengar itu. ayo Ais lawan setan yang sudah selalu berbisik dalam diri kamu." Almira merangkul tubuh Aisha untuk meyakinkan bahwa ia baik-baik saja.


" maafkan aku mas Azzam" seketika tubuh Aisha luruh ke lantai


" Ais Aisha" semua orang panik melihat Aisha yang tak sadarkan diri.


_____

__ADS_1


bersambung.


__ADS_2