Titip Istriku

Titip Istriku
mimpi buruk umi


__ADS_3

" Aisha...Aisha..." terdengar teriakan dari dalam kamar.


" Astaghfirullah..." hentak kaget bangun dari tidurnya.


Umi Aisha sore itu mimpi buruk yang membuat dirinya khawatir.


" Kenapa mi, mimpi buruk. Makanya kalau sore jangan tidur, tak baik tidur sehabis ashar mi" abi menjelaskan.


" iya bi, umi mimpi buruk. anak kita Aisha pulang dalam keadaan menangis".


Umi sedang mengingat-ingat apa yang ada dalam mimpinya itu.


" Kita doakan saja Aisha semoga baik-baik saja" ucap Abi. perasaan Abi juga khawatir mendengar cerita mimpinya umi.


" Umi mau telepon Aisha ya bi" Abi mengangguk mencoba mencari ponselnya.


Berdering tapi belum di angkat, membuat kedua orang tua itu tambah khawatir. umi begitu gelisah.


" dicoba lagi bi.."


" iya .."


akhirnya di angkat membuat mereka lega.


" Assalamu'alaikum Aisha" ucap Abi dari seberang telepon.


" wa'alaikumsalam Abi" yang mengangkat telepon Hanafi bukan Aisha membuat keduanya bertanya-tanya kemana Aisha.


" Gimana kabarmu nak, "


" Alhamdulillah sehat bi, baik-baik saja"


" Aisha ada di mana kok kamu yang angkat telepon nya" dengan suara khas Abi .


" Ada bi lagi di kamar mandi, Aisha lagi mandi sore bi"


" itu Aisha sudah selesai bi..." tampak Aisha sudah selesai ritual membersihkan dirinya, masih menggunakan handuk berupa baju.


" siapa mas..."


" Abi yang telepon" ucap Hanafi.


" oh ya, sebentar Aisha ganti baju dulu" Hanafi mengangguk mengiyakan, Hanafi mengobrol dengan orang tuanya sampai Aisha selesai memakai bajunya.


" Assalamu'alaikum Abi gimana kabar Abi dan umi"


" wa'alaikumsalam nak, Alhamdulillah kami sehat" umi langsug menyambar telepon nya ia sangat merindukan anak bungsunya itu.


" Kamu baik-baik saja kan"


" iya Aisha baik umi, kami disini baik-baik saja." Anak dan orang tua masih melepaskan rindu mereka berbincang hingga satu jam.


umi menutup teleponnya setelah lega bisa mendengarkan suara aisha.


" Alhamdulillah ya bi Aisha baik, semuanya baik-baik saja tidak ada apa"


" Makanya kalau habis asar jangan tidur umi, ngga baik."

__ADS_1


" maaf bi tadi umi kelelahan setelah beberes pakaian umi ngga sengaja ketiduran"


" ya sudah lain kali jangan di ulangi"


" iya bi"


***


" bagaimana kantor hari ini Zidan "


" Alhamdulillah semua sudah selesai, tinggal ini ada berkas yang harus bapak cek terlebih dahulu" zidan menyerah kan berkas yang sudah di bawanya ke ruangan bosnya itu.


" kamu yakin perusahaan ini meminta kerja sama dengan kita " karena zidan tau itu perusahaan papa Anita.


" iya pak ini juga ada email dari beliau, silahkan di cek"


" saya percaya sama kamu, baiklah atur pertemuan dengan perusahaan itu" pinta Hamdan, ia tak ingin terlalu lama mengambil keputusan sifat yang ingin semuanya cepat di selesaikan membuat pekerjaan ngga ada yang tertunda.


" hari ini jadwal saya apa"


" kita akan meninjau lokasi di dekat sini pak,"


" baiklah" persiapkan semuanya.


" oh ya Zidan, mobil perusahaan ada dua. Abah sudah tidak ingin menggunakan lagi dan kamu Taukan saya lebih suka naik motor. kamu bawa yang satu daripada disini tidak terpakai."


" tapi pak itu terlalu berlebihan buat saya, cukup pak semua fasilitas yang sudah di berikan untuk saya. keluarga saya benar-benar bahagia pak"


" kalau keluarga kamu bahagia saya juga ikut bahagia, tolong jangan kamu tolak permintaan saya. Abah juga pasti akan melakukan nya, kamu karyawan yang sangat bisa di andalkan"


" ngga ada penolakan, kamu bisa antar ayahmu untuk ke rumah sakit juga bisa antar istri mu kemanapun"


" sudah kembalilah dalam pekerjaan mu,biar nanti motor kamu di antar oleh satpam kamu pulang bawa mobil" Hamdan memotong pembicaraannya dengan Zidan padahal Zidan ingin memberitahukan kalau dia masih single belum menikah. saat Zidan masuk kerja disini Abah yang menerima jadi otomatis Hamdan ngga tau status zidan yang sebenarnya.


***


" Zakia tunggu aku..." Aulia sahabat nya memanggil. Zakia berhenti menunggu Aulia yang sedang berlari menyusul nya.


" Ada apa Aulia kamu sampai lari gitu"


" bagaimana tugasnya, kita jadi kerjakan bersama"


" iya insyaAlloh nanti sepulang sekolah ya"


" ke kafe aja ya Zakia sambil kita ngopi"


" terserah kamu saja" keduanya melanjutkan perjalanan menuju kelas yang akan segera di mulai.


***


" pak sudah jam 3, jadi meninjau proyek kita pak"


" baiklah tunggu sebentar saya bereskan meja saya dulu" Zidan menunggu bosnya di luar.


Akhirnya Hamdan dan zidan bersama ke tempat proyek, keduanya menaiki mobil yang sama. Zidan yang mengemudikannya dengan Hamdan yang duduk di sebelahnya. Hamdan tak pernah menganggap nya sopir, ia selalu menganggap Zidan seorang teman yang selalu membantu kesulitan dalam perusahaan.


Beberapa menit akhirnya sampai, keduanya turun langsung mengecek proyek yang dijalani.

__ADS_1


" Tolong ini lebih di perkuat lagi bahan bangunannya, saya tidak mau bangunannya akan tidak kokoh hanya untuk beberapa tahun saja".


" Baik pak akan kami beritahukan ke kepala bangunan nya"


Hamdan dan zidan terus memeriksa dengan teliti, ia tak mau ada kesalahan. Hamdan yang sangat cerdas baru saja terjun di perusahaan abahnya sudah ada ide yang ia buat. Semakin pesat saja perusahaannya banyak sekali yang ingin bekerja sama dengannya.


"Kita ke kafe dulu ya Zidan aku ingin minum kopi, terasa lelah dan sedikit ngantuk."


Zidan mengangguk dan mengemudikan mobilnya.


Sesampainya di kafe mereka masuk langsung memilih tempat duduk yang nyaman tidak ramai dan memesan apa yang mereka mau, kopi panas dan sedikit cemilan menemani kopinya.


" Zakia..." gumam Zidan.


Setelah benar-benar melihatnya Zidan menghampiri Zakia dan Aulia.


Zidan menepuk bahu adiknya itu yang masih sedikit sibuk dengan tugas kuliahnya.


" kak Zidan kesini, sama siapa"


" itu sama bos kakak" Zidan menunjuk ke arah Hamdan yang sedang sibuk dengan ponselnya. Hamdan tidak tau jika ada Zakia di kafe itu, kepalanya terasa berat mungkin karena kurang istirahat. tubuhnya sedikit lemah dari Hamdan harus mengurus kakaknya dirumah sakit, kuliah dan kerjaannya di kantor.


Zidan kemudian pamit menemui bosnya itu, pesanan juga sudah datang.


" Dari mana Zidan ngilang aja kamu"


" kamu lagi sibuk sama ponselnya aku kesana" Hamdan menoleh ke arah di mana telunjuk Zidan di arahkan.


Kedua netra matanya bertemu antara zakia dan hamdan, Zakia tersenyum di balik cadarnya dan kembali ke arah Aulia sembari mengerjakan tugas nya.


Hati Hamdan berdegup kencang perasaan itu muncul lagi. " astaghfirullah" dalam batinnya.


Mereka melanjutkan urusannya masing-masing, setelah selesai Hamdan dan zidan pulang. Zakia pun melangkah keluar bersama Aulia untuk pulang.


Didalam mobil Hamdan meminta Zidan agar mengantarkan kedua wanita itu, Zidan pun mengiyakan.


Sebelumnya ia meminta Zidan mengantarnya terlebih dahulu karena berasa sangat lelah, motor yang berada dikantor ia minta seseorang untuk mengantar kerumah.


Hamdan langsug turun tanpa berpamitan dengan Zidan ataupun dua wanita itu kelelahan nya ingin segera ia istirahat kan.


" Itu bos kamu kak Zidan" ucap Aulia.


" iya.."


" sombong sekali tanpa basa basi pamitan sama kita, nyelonong aja"


" dia sangat kelelahan makanya langsug turun, mungkin lupa ada kalian di dalam" Aulia mencebikkan bibirnya.


" peduli kamu Aulia perhatian"


" kesel aku liat orang sombong kayak gitu"


" Hamdan itu baik, tidak seperti apa yang kalian liat"


" sebelum kita mengenali jangan berasumsi seperti itu Aulia, ngga baik suudzon"


" iya iya..." ucap Aulia dengan nada yang masih kesal.

__ADS_1


Zidan dan Zakia mengantar Aulia pulang terlebih dahulu.


________


__ADS_2