Titip Istriku

Titip Istriku
kembali bekerja


__ADS_3

Keduanya berpamitan dengan mama Raisa, mereka akan pergi berdua menuju tempat kerja, tanpa supir Azzam ingin selalu bermesraan bersama istrinya. Untung saja hari ini tidak macet sehingga mereka sampai ke kafe lebih cepat. Azzam membukakan pintu mobil mempersilahkan Aisha turun, Aisha pamit kepada suaminya dengan mengecup punggung tangan suami lalu Azzam menc*um kening istrinya. pemandangan yang sangat romantis membuat para karyawan jadi baper melihat bos mereka bermesraan.


" mas berangkat dulu ya sayang , ingat jangan lelah. mas nanti makan siangnya kalau ngga ada urgent kesini. makan siang sama istri mas."


" iya mas hati-hati pelan saja bawa mobilnya, banyak nyawa yang butuh mas."


" istriku yang cantik ini butuh mas juga kan"..


" ih apaan si mas, itu jelas pasti. udah sana keburu siang ini hari pertama mas kerja Lo."


" iya sayang, mas pergi dulu. assalamu'alaikum".


" wa'alaikumsalam..". Aisha melambaikan tangannya kepada suami sampai tidak terlihat mobilnya. Aisha kemudian masuk ke dalam kafe, terlihat karyawan yang senyum-senyum ikut merasakan pasangan pengantin baru.


" ada apa kamu Rin kok senyum-senyum"


" lagi baper bu liat pengantin baru" ledek Salwa.


" apaan sih kamu wa, seneng aja liat bu bos bahagia. "


" pasti kamu bayangin sama Henri kan, udah terima aja Rin jangan sok jual mahal kamu."


" buat kamu aja wa aku masih pingin lulusin kuliah" jawab Rini. Aisha masih mendengar kedua karyawan nya masih bersiteru.


" ogah aku udah punya kak Zaenal"


" cepet di halalkan wa hubungan kalian, awas banyak setan di mana-mana Lo." sela Aisha.


" iya bu insyaallah setelah wisuda kami akan menikah"


" Alhamdulillah, gitu kalau kita udah dekat dengan jodoh jangan lama-lama nanti takut setan ngikutin kita. mendingan menikah yang haram semuanya jadi halal."


" Rini senang liat ibu bahagia, pak azzam orang yang tepat buat ibu yang pastinya sangat sayang dan cinta sama ibu."


" Alhamdulillah Rin jodoh mempertemukan kita lewat suami ibu yang dulu mas Hanafi, "


" pak Azzam temannya almarhum pak Hanafi bu" tanya Salwa heran kok bisa istri sahabatnya di nikahin.


" iya mas Azzam sahabat mas Hanafi, mereka sahabatan dari SMA. begitulah setelah mas Hanafi meninggal mas Azzam ke Amerika selama setahun, setelah setahun itu pulang lalu melamar ibu"


" kita denger pak Azzam duda bu kemana istrinya bu, tapi bukan..."

__ADS_1


" hus kamu ini prasangka buruk aja wa" Rini menutup mulut Salwa.


" mantan istrinya ada. kemarin waktu di Amerika kita juga bertemu. aku kenal mas Azzam sudah duda itu mas Hanafi masih ada, waktu mas Azzam merawat mas Hanafi. ibu juga ngga menyangka mas Azzam melamar ibu padahal kita ngga komunikasi setelah mas Hanafi meninggal." Aisha masih mengecek penghasilan kafe selama ditinggal.


" kamu itu kepo amat si wa"


" ngga apa-apa tanyakan saja daripada kita berprasangka buruk sama seseorang itu malah ngga baik" Aisha kembali berucap.


" maaf ya bu teman saya satu ini " Rini mencubit pinggang Salwa.


" aw... sakit Rin." Aisha menggeleng melihat dua karyawan nya itu.


" Alhamdulillah ibu sudah sangat mengikhlaskan mas Hanafi, begitulah hidup mungkin emang ini takdir hidup. jangan menyalahkan takdir yang penting kita terus berusaha untuk jadi lebih baik lagi. insyaallah kebahagiaan menghampiri dan jangan lupa banyak bersyukur." Aisha menjelaskan kepada karyawannya agar tidak selalu mengeluh.


" iya bu Alhamdulillah kita bisa bertemu dengan ibu ada banyak pelajaran yang bisa kita ambil. kita masih bisa bekerja tanpa harus meninggalkan kuliah."


" karena pendidikan itu penting, jangan menyerah raih impian kalian. makanya ibu sarankan kalau sudah dekat dengan jodohnya langsug aja nikah jangan lama-lama takutnya terjerumus dosa."


" iya bu makanya Salwa minta sama kak Zaenal untuk cepat menghalalkan Salwa."


Salwa tersipu malu dengan ucapan nya.


" betul keputusan kamu wa, jika Zaenal mencintaimu ia pasti akan lakukan itu. jadi kapan."


ucap Salwa yang ternyata selama ini memperhatikan kedua bosnya.


" jadi selama ini memperhatikan bu Aisha dan pak Hamdan wa, " tanya Rini.


" iya kan kita ambil segi positif nya. tapi karena Salwa terlanjur pacaran sama kak Zaenal makanya Salwa minta kak Zaenal untuk menjauh dulu agar kita ngga terjerumus dosa. dan kemarin Salwa putusin mas Zaenal untuk segera melamar Salwa agar Salwa dan mas zaenal ngga ada perasaan was-was."


" nah betul itu keputusan kamu, ibu beri empat jempol. ngga ada kata terlambat jika kita mau bertaubat."


Aisha pamit masuk keruangan kerjanya sambil kembali mengecek selama ia tinggal sekitar kurang lebih tiga Minggu dari menikah dan ke Amerika.


Suara mobil berhenti tepat di depan kafe, terlihat seseorang yang tampan dan gagah masuk ke dalamnya. kharisma nya terlihat sekali seorang pengusaha yang sukses.


" assalamu'alaikum"


" wa'alaikumsalam pak".


Hamdan masuk ke dalam kafe untuk mengecek keadaan kafe, ia tidak tau kalau hari ini Aisha sudah mulai bekerja.

__ADS_1


" mana buku kas nya Rin" tanya Hamdan.


" di bawa bu Aisha pak di dalam"


jawab Rini sambil menunjuk pintu dimana Aisha berada.


" oh kak Aisha udah masuk lagi, Alhamdulillah." Hamdan begitu sangat bahagia, kini pekerjaannya lebih ringan adanya Aisha yang membantu.


Hamdan berlalu masuk ke ruangan menemui Aisha.


tok tok tok


" masuk aja tidak di kunci Rin"


" assalamu'alaikum kak" ucap salam Hamdan masuk ke ruangan.


" wa'alaikumsalam, eh Hamdan masuk jangan di tutup pintunya ya" Aisha tidak ingin ada fitnah di antara mereka, meski mereka sudah menjadi kakak adik tapi mereka bukanlah mahram. Aisha sangat menjaga itu jika Aisha pergi di antar Hamdan pun Aisha akan naik di kursi belakang pengemudi. begitu Aisha sangat menjaga dirinya dan diri Hamdan.


" Alhamdulillah, terimakasih kak sudah kembali lagi di kafe. Hamdan kerepotan ngga ada kakak."


" tapi kamu bisakan, maaf kakak agak lama tidak ke kafe"


" tidak apa-apa, Hamdan seneng melihat kak Aisha bahagia. Bahagia selamanya."..


" aamiin. kita hidup akan mengalami Lika liku kehidupan Hamdan, Allah menguji kita sesuai dengan kemampuan kita. jangan pernah menyerah, kehidupan mu juga baru akan di mulai tetaplah berada di jalanNya"


" terimakasih kak Aisha sudah menjadi kakak Hamdan yang selalu menasehati Hamdan, Hamdan sangat bersyukur."


" Allah yang mempertemukan kita segala sesuatu tak luput dari rencana Nya. Alhamdulillah ya akhir-akhir ini kafe ramai pengunjung. mereka sudah tau kafe ini, kayaknya kita harus nambah karyawan lagi ini."


" iya kak itu sudah Hamdan rencanakan dari kemarin tapi Hamdan menunggu kak Aisha dulu"


" kenapa? kamu bisa menghandle ngga perlu tunggu kakak"


" harus dong kak ini juga kafe kakak".


" ya udah kak nanti Hamdan kesini lagi, Hamdan mau ke kampus" Hamdan kemudian pergi meninggalkan kafe.


_______


bersambung

__ADS_1


like vote komen dan kasih hadiah ya readers supaya author semangat lagi.


terimakasih 🥰.


__ADS_2