
Keesokan harinya Almira dan Jack terbang ke Bali untuk bulan madu. Almira hanya mengambil waktu tiga hari saja ia tak ingin berlama-lama , perasaannya sangat tidak enak kala ia harus meninggalkan Aisha dengan kandungannya yang sudah akan melahirkan. Ikatan persahabatan antara Almira dan Aisha begitu dekat, hal yang sangat minim sekali terjadi di dunia nyata. seorang mantan istri suaminya menjadi sahabat. Hari yang di nikmati Almira sangatlah indah setelah sekian lama hanya ia isi dengan kerja dan karir, semuanya sudah Almira buang dengan pemikiran itu. ia akan mengabdikan dirinya untuk suaminya dan keluarga nya, tapi izin dari Jack agar Almira bisa tetap bekerja membuatnya semakin terharu. Almira tetap akan bekerja menjadi seorang dokter tapi ia tetap berusaha akan mengutamakan keluarga nya. Almira juga kini telah memikirkan seorang anak, sebelum umurnya semakin menua Almira ingin menghadiahi suaminya seorang anak. Jack bijak, ada atau tidaknya seorang anak nanti itu tidak akan menyurutkan cintanya. mengingat dulu istrinya meregang nyawa untuk sebuah pengorbanan melahirkan anaknya. tapi Almira tetap ikhtiar untuk mendapatkan seorang anak. hari ini adalah hari kedua dimana mereka sedang ada di Bali.
" mas kenapa perasaan ku tidak enak ya."
" kenapa sayang, jangan berfikir negatif. kita di sini untuk bersenang-senang bukan untuk cemas".
" mas kita pulang hari ini ya."
" sayang kita hanya tiga hari di sini dan ini baru dapet dua hari".
" maaf mas, " Almira menunduk wajahnya sendu, Jack yang melihatnya sungguh tidak tega.
" beneran kamu ingin pulang sekarang"
" entahlah mas perasaan ku tidak enak."
" baiklah sayang kita pesan tiket untuk penerbangan esok pagi. kalau hari ini tidak mungkin sayang".
" maafkan Almira mas."
__ADS_1
" tidak apa-apa sayang, kamu lebih berharga untuk ku dari pada hanya sebuah tiket." Almira tersenyum senang lalu ia memeluk suaminya, untuk kesekian kalinya berakhir dengan rutinitas ranjang.
Pagi menjelang Almira dan Jack sudah bersiap untuk penerbangan nya, namun penerbangan di pukul 11 kini mereka bersiap-siap. seharusnya mereka masih berada di Bali esok akan pulang, tapi Almira kekeh ingin pulang hari ini. Jack mbantu Almira yang sedang berkemas, mereka harus berangkat ke bandara pukul 10 pagi.
Hari ini Azzam dan Aisha pergi ke sebuah mall, Aisha ingin membeli pakaian. Bajunya sudah banyak yang tidak muat, sebenarnya Azzam sudah melarang ia yang akan membelikan nya saja namun Aisha kekeh ingin ikut Azzam hari itu. karena pagi hari Azzam free tidak ke rumah sakit, ia akan ada praktek siang hari.
" Ya sudah tapi janji sebentar ya, jangan lama-lama takut kamu lelah sayang."
" iya mas, Aisha ingin memilih sendiri beberapa baju saja." Azzam mengecup kening istrinya kemudian ia bersiap berangkat. Pamit ke mama Raisa, mama Raisa sangat menyayangi Aisha akhirnya mama Raisa juga mengizinkan karena memang perginya dengan suaminya.
mobil berjalan pelan menuju mall, Aisha senang sekali sudah lama ia tidak berbelanja. padahal memang Aisha sangat jarang pergi ke mall. hari ini ia sangat menginginkannya seperti ada sesuatu yang mendorong nya. Aisha melihat-lihat gaunnya, baju yang sederhana ia membeli agak besar agar cukup saat ia kenakan. Azzam selalu mendampingi sang istri tidak terlewat sedetikpun. ada sosok mata yang sedang memandangi suami istri tersebut.
" awas saja aku akan buat pelajaran dengan kalian, terutama kamu istrinya Azzam sudah mengambil calon suami ku." geram Monica yang masih memperhatikan mereka berdua.
" mas Aisha turun di sini saja, mas langsung saja ke rumah sakit. tidak apa-apa hanya sedikit menyeberang juga di sini sepi jarang ada mobil yang ngebut." Azzam pun tidak menolak ia menurunkan istrinya di sana. Azzam masih bersiap akan turun namun Aisha sudah berada di pinggir jalan, tak tau ada mobil yang larinya cukup kencang dan menyerempet perut Aisha. seketika Aisha terjatuh membuat Azzam berteriak memanggil nama Aisha.
" Aisha...." teriakan itu membuat seluruh yang ada di situ melihatnya. Mobil yang menyerempet tadi bukannya turun justru ia melaju kencang. Kebetulan ada Hamdan yang melihat dari arah seberang, Hamdan berniat akan makan siang di kafe selepas ia dari kampus. Hamdan yang melihat langsung ia mengambil gambar mobil dan flat nya. Hamdan turun dan berlari menghampiri Azzam yang mencoba mengangkat tubuh Aisha. terlihat sekali mobil tersebut sengaja menyerempet Aisha, ada seseorang yang menjadi saksi mata melihat nya.
" kita langsung bawa ke rumah sakit kak, darahnya banyak yang keluar." Azzam dengan berderai air mata memasukkan Aisha ke dalam mobil di bantu oleh Hamdan, Aisha pun sudah tidak sadarkan diri.
__ADS_1
" Aisha bangun sayang ,,, Aisha bangun,,,, " perasaan Azzam begitu cemas. Hamdan langsung mengemudikan mobilnya cukup cepat, sampai di rumah sakit suster langsung menangani Aisha di bawa ke ruang UGD.
" biarkan saya yang memeriksa dok anda tidak akan tenang jika istri anda, anda sendiri yang menanganinya. percaya kepada kami, kami akan lakukan yang terbaik" sengaja dokter melarang Azzam, meski Azzam seorang dokter ia tidak akan bisa menangani istrinya sendiri karena rasa cemas dan paniknya takut ia gegabah dalam melakukan tindakan untuk istrinya.
" Aisha maafkan mas, kenapa aku begitu bodoh tidak mengantarkan Aisha sampai ke tempat" Azzam menangis ia tidak bisa membendung air matanya. Di ruangan itu ada istri dan anaknya yang sedang berjuang.
" tenang kak, kak Aisha akan baik-baik saja. kita doakan kak, kakak tenang ya." hamdan mencoba menenangkan Azzam yang lemas duduk di kursi.
Hamdan menghubungi Abah dan umma di rumah, sebelumnya Hamdan meminta Abah agar menghampiri mama Raisa. Umma sempat syok tapi ia berusaha menetralkan dirinya demi anak dan cucunya, umma dan Abah pun bergegas melajukan mobilnya menggunakan sopir rumah mereka.
" aw..."
" ada apa sayang, " Almira menjatuhkan makan siang nya, pikirannya sudah tidak fokus lagi.
" mas perasaan ku..." mereka sudah landing dan saat ini masih makan siang di restoran dekat bandara.
" tenang sayang kamu harus tenang, apa yang kamu pikirkan"
" boleh aku hubungi Aisha mas, kenapa dari semalem aku memikirkan nya." Jack mengizinkan, ponsel Aisha berada di tangan Hamdan. Hamdan yang mengangkat nya.
__ADS_1
_______
bersambung