
Hamdan sampai kantor langsung menemui Zidan di ruangannya. Zidan pun masih sibuk dengan berkas-berkasnya apalagi nanti siang akan meeting karena semua adalah tanggung jawab Zidan apalagi ketika ditinggal Azzam ke kampus.
" eh bos ngagetin aja, ada hal yang penting bos" tanya zidan.
" Ada bangku kosong ngga Zidan besok ada karyawan baru ia saya khususkan untuk membantu saya, cuma kerjanya ngga bisa full seharian di kantor"
Zidan tampak berfikir sejenak.
" Posisi apa ya pak"
" itu Kiran kemarin yang saya minta jemput kamu, saya mau ia bantu kerja kita."
" oh kalau gitu biar di sini saja jujur saya kewalahan kalau tidak ada yang membantu, apalagi jika kamu full kampus"
" oke baiklah kamu beri satu meja disini, biar dekat sama mawar " mawar salah satu karyawan yang bekerja di kantor Hamdan.
Sangat sibuk kantor sekarang lebih sibuk dari sebelumnya, karena banyak perusahaan yang meminta kerjasama dengan Hamdan bahkan ada beberapa yang ia tolak karena tak sanggup jika ia ladeni semua. Hamdan begitu cerdas bahkan baru saja di pegang satu tahun perusahaan berkembang sangat pesat.
****
Hari pertama masuk kerja sudah buat Azzam lelah, bahkan ia tak bisa makan siang bersama Aisha. Aisha pulang lebih awal dari Azzam, karena hari ini Azzam banyak sekali pasien darurat sebelumnya Aisha menelepon Azzam untuk pulang duluan karena kasihan juga mama Raisa di tinggal sendirian di rumah.
Azzam sampai rumah pukul 8 malam, sudah menjadi tanggung jawab nya hari ini ia melakukan tiga operasi.
Aisha sudah menunggu Azzam, berpakaian rapi dengan gamis berwarna Salem dengan jilbab yang senada memakai make up tipis juga wewangian yang selalu menghipnotis Azzam. setelah shalat isya Aisha menunggu Azzam di ruang keluarga, agar saat mobil Azzam tiba terdengar oleh Aisha.
baru saja lima menit Aisha duduk terdengarlah mobil suaminya pulang, Aisha langsung menyambutnya di pintu.
Azzam tiba, Aisha mencium tangan Azzam kemudian membawa tas kerjanya.
" kok Ais belum istirahat, nunggu nya di kamar mas ngga apa-apa"
" Belum mas, Ais tunggu mas Azzam pulang. mas sudah makan belum. Ais panaskan dulu makanannya."
" Ais sudah makan"
" belum mas, Ais tadi tunggu mas."
__ADS_1
"sebaiknya kamu jangan telat makan Ais ngga perlu tunggu mas. Ya sudah mas ke atas mandi dulu habis itu kita sama-sama makan." Azzam ke atas ternyata semua sudah di siapkan sama Aisha air di bathtub juga pakaian ganti.
" MasyaAlloh memang istriku, gimana ngga makin cinta sama dia" Azzam senyum-senyum mengingat istrinya.
Setelah selesai Azzam turun ke bawah menemui istrinya, Aisha sudah selesai menyiapkan makanan nya. Mama Raisa sudah istirahat karena lelah seharian mama Raisa pergi arisan dengan temannya.
Aisha mengambilkan nasi juga lauk ke piring Azzam. Azzam memegang tangan Aisha, Aisha pun kaget melihat ke arah Azzam.
" Banyakin isinya kita makan satu piring berdua ya" Aisha mengangguk mengindahkan keinginan suaminya.
Aisha dan azzam saling menyuapi nasi ke mulut mereka masing-masing.
acara makan malam selesai sebelumnya mereka duduk dulu di depan televisi sambil menonton berita.
" Mas lelah sekali apa ngga langsug istirahat saja mas" Aisha menempelkan kepalanya di lengan Azzam.
" iya sebentar lagi kita istirahat barusan makan ngga baik kalau kita langsung tidur" Azzam memegang tangan Aisha dan mengecup nya.
" bagaimana tadi di kafe sayang"
" Alhamdulillah tapi kamu ngga lelah kan sayang, mas ngga mau kamu terlalu lelah."
" ngga mas, setiap Ais ingin membantu mereka melakukan sesuatu Rini dan Salwa melarang Ais. mereka kompakan sekali, karena Hamdan memberikan perintah untuk mereka berdua agar mengawasi ais. Ada-ada aja mas kayak putri Sultan aja"
" kan putri nya Sultan Azzam sayang, jaga kesehatan jika kita menginginkan keturunan kita juga harus ikhtiar salah satunya kamu ngga boleh lelah"
" InsyaAlloh mas semoga Allah segera mengamanahi kepada kita."
" aamiin, yuk kita bikin mumpung mas masih kuat nih"
" ih mas katanya lelah mau istirahat" Azzam terkekeh melihat wajah Aisha yang merah merona membuatnya semakin gemasss.
Setelah sekitar ada satu jam mereka naik ke atas, sudah malam dan harus istirahat karena keduanya lumayan lelah untuk hari ini.
****
" Mama denger tadi waktu arisan Azzam anak Tante Raisa sudah menikah"
__ADS_1
" benarkah ma, wanita mana yang beraninya merebut kekasih Monica"
" Mama kurang tau pastinya, sekarang Azzam kerja di rumah sakit ***"
" oh liat aja akan aku beri perhitungan kepada wanita itu"
" kamu mau ngapain Monica, kayak ngga ada laki-laki lain saja. kamu cantik seksi pasti masih banyak yang mau sama kamu".
" bukan gitu ma Monica terlanjur cinta sama Azzam ma, "
mamanya menghela nafas kasar.
pagi ini Azzam kembali bekerja, Aisha juga kembali ke kafe. Seperti biasa Azzam mengantar Aisha terlebih dahulu ke kafe kemudian melajukan mobilnya ke rumah sakit. jadwal untuk dokter azzam kali ini sudah terpampang. tapi dokter Azzam meminta agar ia tidak sampai malam dalam bekerja, karena fisiknya juga harus di jaga.
dengan kata lain takutnya azzam terlalu lelah dan bibit yang ia tanamkan ke aisha kurang maksimal tidak langsung jadi. Pernikahan yang di inginkan kemudian adalah keturunan.
Mereka berdua sudah periksa sewaktu di Amerika keduanya sehat normal, jika Allah mengizinkan akan segera memiliki anak.
Pagi hari ada satu operasi jam 10 sampai jam 1 siang, sekitar tiga jam lamanya ia mengerjakan tugas operasi di rumah sakit sampai ia lupa memberi kabar Aisha kalau ia akan makan di rumah sakit saja.
Aisha khawatir dari tadi telepon tidak di angkat oleh Azzam, dan saat menelepon rumah sakit. pihak rumah sakit memberitahu Aisha jika dokter Azzam sedang lakukan Operasi dan akan selesai pukul 1 siang.
Aisha menyiapkan bekal dan berniat untuk ke rumah sakit.
Azzam sudah keluar dari ruang operasi setengah jam lebih awal, ia bergegas shalat ke masjid yang ada di rumah sakit dan kemudian masuk ke ruangan nya ingin menghubungi Aisha.
ternyata benar ada beberapa panggilan tidak terjawab dari istrinya, ketika ia akan menelepon balik ada seseorang yang masuk tanpa permisi. kebetulan pintu tidak di kunci oleh Azzam, memang Azzam tidak pernah mengunci pintu kecuali bersama istrinya.
" maaf dok saya sudah mencegahnya tapi nona ini nyelonong masuk" Azzam mengangguk untuk mempersilahkan suster pergi.
" halo sayang apa kabar, masih ingat denganku kan" Monica mendekati azzam ingin bergelayut manja di tubuh azzam tapi Azzam menepisnya.
" maaf Monica ada perlu apa" Monica mendekatkan wajahnya ke wajah Azzam seolah-olah mereka berc**man dan seketika itu Aisha datang.
________
bersambung...
__ADS_1