Titip Istriku

Titip Istriku
menerima lamaran


__ADS_3

Umma pergi kontrol ke dokter di temani Aisha, saat pergi ke toilet umma seperti akan terpeleset mau jatuh untung ada orang yang sigap menangkap umma. Umma panik jantungnya tak beraturan, kalau saja jatuh mungkin akan pingsan.


" hati-hati umma, umma tidak apa-apa" umma melihat orang yang sudah menolongnya.


" terimakasih nak, alhamdulilah umma tidak apa-apa" Zakia mengajak umma duduk terlebih dahulu untuk menetralkan tubuhnya yang sempat kaget tadi.


" umma kesini sama siapa" tanya Zakia yang masih memegang tangan umma, begitu lembut umma rasakan.


" umma kesini sama kak Aisha juga di antar Hamdan" Zakia mengangguk.


" Kamu sama siapa nak, dan perlu apa datang ke rumah sakit"


" Zakia sendiri umma, setiap bulan Zakia menebus obat Abi"


" Zakia masih kuliah"


" iya umma belum lulus "


" zakai belum menikahkan, maksud umma masih single" Zakia mengerutkan keningnya heran kenapa umma tanya sampai kepribadian Zakia.


" iya umma Zakia juga masih kuliah belum lulus" jawab Zakia jujur.


" tapi masih kuliah juga bolehkan punya suami" tanya umma mulai menjurus tapi tetap Zakia jawab dengan sopan.


" iya umma tak ada larangan kuliah punya suami" Zakia tersenyum manis di balik cadarnya.


" maukah Zakia menjadi menantu umma" Zakia terkejut atas ucapan umma, secara langsung melamar Zakia.


" semua Zakia serahkan kepada umi dan Abi umma, maaf Zakia tidak bisa memutuskan nya sendiri" Lembut nya ucapan Zakia membuat umma kagum.


Umma tersenyum setelah Aisha kini Zakia menantu idaman umma semua, umma punya rencana di pikirannya.


" Ayo umma saya antar, dimana kak Aisha umma" umma menunjuk dimana kini Aisha dan Hamdan menunggu.


Setelah sampai Zakia segera pamit karena ia harus segera ke kampus, ada jam hari ini.

__ADS_1


" biar diantar oleh Hamdan nak" Hamdan pun terkejut umma menyuruh anterin istri orang. itu yang ada dipikiran Hamdan.


" tidak umma, mau naik taksi saja ke kampus belum pulang" jawab Zakia.


" Tidak apa-apa, ayo Hamdan antarkan dulu. kamu mau ke kampus kan sekalian saja, umma dan Aisha biar naik taksi umma masih ingin jalan-jalan sama Aisha juga menengok kafe" antusias umma ingin mendekatkan Hamdan dengan Zakia.


Dengan dorongan umma akhirnya Hamdan mengiyakan mengantar zakia, padahal kelas Hamdan masih jam 10 dan sekarang masih jam 9. keduanya larut dalam diam, Zakia yang duduk di kursi belakang dan hamdan fokus menyetir.


" boleh tau siapa namamu" tiba-tiba Hamdan bertanya.


" panggil saja aku kia" ucap Zakia, itu adalah nama panggilan Zakia.


" sudah semester berapa "


" semester tiga" Zakia hanya menjawab dengan singkat.


" kenapa sedikit sekali jawabannya, pelit amat istri zidan ini" batin Hamdan sedikit kesal mendengar jawaban hanya seperlunya saja.


Setelah sampai Zakia turun tak lupa mengucap terima kasih kepada Hamdan. Hamdan masih lama menunggu kelasnya akhirnya ia pergi ke perpustakaan, lagi-lagi Zakia juga berada di situ. Tumben hari ini tempat duduk perpustakaan penuh, Hamdan akhirnya duduk tepat di depan Zakia duduk.


" masih 30 menit lagi" jawab Zakia singkat.


Hamdan sibuk membolak-balik buku yang ia baca tapi tak fokus sesekali melirik Zakia yang sedang membaca bukunya. Zakia masih dengan santai membaca buku hingga waktu nya habis ia akan segera masuk kelas.


" permisi saya duluan pak Hamdan"


" iya"


" dia panggil aku pak, itukan berlaku hanya di kantor saja. aku terlihat tua dengan panggilan itu" gerutu Hamdan. Ia pun keluar meninggalkan perpustakaan merasa bosan.


***


Satu bulan berlalu kini Azzam sudah selesai dengan urusan pendidikan nya tinggal menunggu waktu wisuda saja. Azzam pun pulang ke Indonesia, masih dalam fase harap-harap cemas tentang jawaban Aisha nanti. ia akan siap meski penolakan yang diperoleh nya. Azzam menghembuskan nafas menetralkan dirinya, turun dari pesawat jantung nya sudah tidak karuan. menanti satu bulan lamanya jawaban Aisha, ini mempengaruhi masa depannya kelak. pasalnya setelah berpisah dari istrinya yang dulu, baru kali ini azzam mendekati wanita. tak salah-salah ia langsung melamarnya tanpa mengenal lebih jauh dulu.


Azzam datang ke kafe di mana Aisha berada di situ, Aisha kaget melihat kedatangan Azzam. Aisha membuatkan minum untuk Azzam, ternyata Azzam tidak duduk sendirian. Hajar bersama asma datang menghampiri saat tau ada Azzam yang duduk di sana. kemudian Aisha juga ikut nimbrung, asma seperti biasa berceloteh kesana kemari yang membuat orang di situ jadi gemas.

__ADS_1


" ma kalau sudah besar aku juga pingin seperti Tante Aisha, cantik juga pintar terus punya suami dokter kayak om Azzam." Aisha gemas kemudian mencubit pipinya dengan gemas.


" Asma belajar yang pintar dulu baru mikirin suami" hajar merasa anaknya ini sudah oper, apalagi bicaranya seperti nenek-nenek saja kadang membuat hajar kesal. selalu menyanggah ucapan mamanya.


" Tante Aisha, asma mau itu minuman yang ada busanya"


" oh itu minuman bersoda sayang, boleh tapi sedikit ya jangan banyak-banyak" asma loncat meminta di gendong oleh Aisha.


" asma jangan gitu kamu sudah besar, Tante kewalahan gendongin kamu" teriak mamanya yang tak di hiraukan oleh gadis kecil itu. hajar pun geleng-geleng kepalanya.


" tidak apa-apa mba" Aisha sambil jalan mengambil minuman yang di inginkan asma.


" kamu kapan datang zam" tanya hajar.


" aku baru saja sampai dari bandara langsung kesini aku haus" hajar sedikit curiga bandara ke kafe itu lumayan jauh kenapa cuma haus saja Azzam harus kesini. sedangkan Azzam melewati banyak kafe ataupun restauran.


Keduanya mengobral, Aisha masih sibuk dengan asma. Azzam kemudian pamit sepertinya sekarang bukan waktu yang cocok buat menanyakan jawaban Aisha.


Azzam berinisiatif malam ini akan ke rumah Abah saja, dia sudah tidak sabar mendengar Jawaban Aisha. Azzam ingin berbicara kepada Abah karena saat ini Aisha tinggal disana, Azzam ingin minta izin kepada Abah sekaligus mendengar jawaban Aisha.


Salam terucap, kebetulan Abah ada di bawah ia langsung membukakan pintu, mengetahui siapa yang datang Abah mempersilahkan masuk. Umma pun turun ke bawah, hingga Aisha ke belakang mengambil minuman untuk Azzam. sebelum nya mengobrol menanyakan kabar masing-masing.


" Abah umma, kedatangan Azzam kesini ingin meminta izin kepada Abah. Bolehkah Azzam meminang Aisha untuk Azzam jadikan istri" umma terkejut mendengar ucapan Azzam.


" Azzam Aisha memang istri dari Hanafi dengan kata lain Aisha menantu Abah, tapi sekarang dia adalah anak Abah. Abah tidak keberatan siapapun yang punya niat baik terhadap Aisha. Abah tergantung dengan Aisha saja nak"


" Maaf Abah sebelumnya Azzam sudah melamar Aisha tapi Azzam belum mendapatkan jawaban nya, malam ini Azzam ingin tau jawaban Aisha di depan Abah dan umma sebagai saksi apapun jawaban nya Azzam terima dengan ikhlas" Azzam menunduk gugup.


" Bagaimana Aisha kami sudah memikirkan nya bukan" tanya Abah pasalnya hal itu sudah diketahui Abah. Hamdan yang menceritakan semuanya tentang Azzam yang melamar Aisha. Aisha malu tertunduk tidak berani menatap Azzam.


" Bismillahirrahmanirrahim, Aisha menerima lamaran mas Azzam" mendengar dari balik pintu Hamdan berlari memeluk Azzam.


_______


bersambung....

__ADS_1


bantu like ya kakak readers🥰


__ADS_2