Titip Istriku

Titip Istriku
mencari Aisha


__ADS_3

Sesampainya di rumah Azzam mencari Aisha , di kamarnya tidak ada bahkan di seluruh sudut rumah ia cari-cari. Mama Raisa bingung melihat tingkah anaknya itu, dari tadi memanggil nama Aisha. setahu mama Raisa Aisha belum pulang, kalau sudah pulang pasti ia tahu ataupun bibi karena seperti biasa Aisha kalau pulang jika tidak bertemu mama ia mencari bibi terlebih dahulu sebelum naik ke atas.


" Azzam ada apa kamu teriak - teriak cari Aisha, Aisha dari tadi belum pulang.kamu ngga samperin ke kafe dulu tadi"


"Aisha pergi ma." wajah Azzam begitu panik.


" apa maksudmu Azzam, pergi kemana. bukannya memang Aisha belum pulang." Azzam menggeleng kemudian menceritakan semua yang terjadi tadi di kafe.


" Coba kamu hubungi Hamdan siapa tau ada di rumah Abah" ucap mama Raisa.


" Hamdan sedang pulang ma, mudah-mudahan memang ada di rumah Abah.


***


" ada apa hamdan kamu kok lari-lari nak" ummi sedang menyiram tanaman melihat Hamdan turun dari ojek kemudian berlari. tanpa mengindahkan pertanyaan umma Hamdan langsung menuju kamar Aisha, ternyata nihil tidak ada di kamar itu hamdan kembali lagi turun ke bawah.


" umma kak Aisha ngga ke sini ma" tanya Hamdan dengan nafas memburu.


" tidak dari tadi mama di sini tidak ada yang datang, ada apa?" Hamdan menghembus nafas kasar kemudian ia menceritakan semua kejadian tadi di kafe.


" begitu ma, kami sedang mencari keberadaan kak Aisha"


" astaghfirullah nak kalian ini bikin anak umma marah, ayo cepat di cari nak kemana dia. Aisha kemana kamu nak". terdengar suara mobil berhenti di depan rumah umma.


" assalamu'alaikum"


" wa'alaikumsalam" Hamdan dan umma menjawab bersamaan.


" Aisha pulang ke sini Hamdan," tanya Azzam setelah ia mencium tangan umma.


" Hamdan sudah cari kak tapi kak Aisha tidak pulang ke sini" Azzam panik, terlihat Abah sedang menuruni tangga selepas mandi sore.

__ADS_1


" ada apa kalian panik sekali" Abah memperhatikan satu persatu dari mereka, terlihat wajah kekhawatiran.


" Aisha pergi bah" umma menceritakan persis dari apa yang di ceritakan Hamdan ke umma tadi.


" sudah tenang kalian jangan terlalu panik, mungkin ia memang masih butuh sendiri. kita cari sama- sama Abah akan coba telepon orang tua Aisha" Abah mencoba menenangkan karena ia tau Aisha, ia tidak pernah melakukan hal sepihak tanpa harus mendengarkan penjelasan orang lain.


" assalamu'alaikum besan"


" wa'alaikumsalam, apa kabarnya "


" Alhamdulillah baik, besan sendiri bagaimana kabarnya"


" Alhamdulillah baik juga"


" oh iya saya mau tanya apakah Aisha pulang ke situ" Abi mengerutkan keningnya kenapa cari Aisha apa terjadi sesuatu dengan Aisha.


" tidak ada, memangnya Aisha kemana, dia tinggal di rumah suaminya kan"


" iya, tadi tidak ada di rumah mungkin sedang main kesitu" tanya Abah. hening sejenak mengatur nafasnya.


" terimakasih, saya mau telepon yang lain dulu, assalamu'alaikum"


" wa'alaikumsalam"


" lebih baik jangan kasih tau orang tua Aisha dulu, mungkin Aisha ada di rumah temannya ia biasanya tidak sebegitu menghadapi masalah"


" entahlah bah, kemarin di rumah sakit ia harus menghadapi Monica orang yang menggangguku sekarang malah masalah ini di timbulkan oleh diriku sendiri" Azzam merasa lesu sekali.


" sudah coba kamu lacak nomor telepon nya, keberadaan Aisha "..


" teleponnya mati bah, azzam tidak bisa melacak nya"

__ADS_1


" ya udah kak kita cari keluar rumah, mungkin ia belum jauh. oh ya ke makam kak Hanafi" azzam kemudian pamit ia bersama Hamdan mencari Aisha ke makam.


Tidak begitu lama keduanya sampai di makam, tidak ada jejak Aisha pun di sana hanya bunga layu yang bertumpuk di atas makam itu.


" Fi maafin aku fi," Hamdan mengelus punggung Azzam yang menangis kala ia berada di makam.


" sudah kak, kakak sudah menjadi suami yang terbaik buat kak Aisha . hanya saja sekarang itu kak Aisha salah paham. kita cari lagi ya.


***


Sedangkan Aisha bersama Almira menyusuri jalanan yang cukup ramai karena pas waktu di mana jam orang yang bekerja di perkantoran pulang. Almira melihat Aisha yang terus menangis melihat kaca samping mobil. kemudian Almira memberhentikan mobilnya di bibir pantai yang terletak dekat dengan kota itu.


" menangislah sepuasnya di sini luapkan kekesalanmu, aisha ayo turun" Almira menarik Aisha agar mau turun. di situ Aisha duduk di atas pasir ia menangis sepuasnya, Almira hanya membiarkannya. Tak lama Almira mendekati Aisha .


" sudah lega hatimu sha, maaf bukan mencampuri urusan mu. sebenarnya ada apa ceritalah supaya hatimu bertambah lega. setiap orang punya masalah tapi itu semua ada jalan keluarnya".


" mas azzam..." Aisha menceritakan semuanya kepada Almira, entahlah rasanya ia tenang sudah bercerita kepada Almira. padahal Almira adalah mantan istri dari Azzam tapi Aisha merasa nyaman berteman dengan Almira.


" yang aku tahu Azzam tidak seperti itu sha, dia tidak mungkin memutuskan sesuatu mengenai hidupnya begitu saja. pasti ia sudah berfikir begitu matang untuk menjadikan mu sebagai istri. Azzam sangat mencintai mu sha" jelas Almira. Almira tau bagaimana dengan Azzam setidaknya Almira sudah pernah hidup bersama Azzam meskipun akhirnya ia bercerai. dan itu bukan kesalahan azzam melainkan Almira sendiri yang membuat hubungan mereka menjadi renggang dan lama-lama berpisah.


" entahlah Almira aku bingung, rasanya sesak sekali aku mengetahui kenyataan itu"


" bicarakan semuanya baik-baik kepada suamimu, tak akan selesai jika kamu menghindari nya seperti ini. Kamu tahu, saya yakin semua orang panik mencarimu tidak hanya Azzam mungkin orang tua dan seluruh anggota keluarga mu." Aisha berpikir bagaimana jika itu mengganggu kesehatan umma, dan kalau sambai Abi dan uminya tau bagaimana.


" aku masih ingin di sini, pulang lah Almira aku tidak apa-apa"


" Tidak mungkin aku meninggalkan mu disini sebentar lagi hari akan petang Aisha." Aisha melihat sekeliling bahwa di pantai itu sudah sangat sepi sekali. Suara adzan Maghrib pun berkumandang Aisha bergegas mengambil air wudhu untuk melaksanakan shalat begitu juga dengan Almira. ia mengadu kepada Allah meminta petunjuk mana yang terbaik, ia juga tidak ingin menjadi istri yang berdosa pergi tanpa seizin suami.


" ayo kita makan dulu Aisha, aku yakin kamu lapar tenagamu sudah habis kamu pakai nangis tadi" Aisha tersenyum membuat Almira terkekeh senang melihat Aisha sudah bisa senyum. akhirnya mereka makan tapi Aisha sangat tidak bersemangat itu membuat perut nya mual saja dan pusing.


" Boleh aku pinjam hpmu sebentar, pulsaku sepertinya habis " Aisha memberikan telepon nya kepada Almira, ia hidupkan hpnya yang sudah ia matikan dari tadi. banyak pesan dan panggilan tak terjawab tapi ia tidak ingin membuka dan tidak peduli. Almira membuka hp Aisha ia kirimkan no Azzam ke no Almira kemudian ia hapus pesan itu agar Aisha tidak tahu. Almira baru datang ke Indonesia dua hari yang lalu, ia tidak punya no Azzam yang baru. Almira mencoba mengirimkan pesan lewat handphone nya untuk memberi tahu Azzam jika Aisha bersama nya. Karena Almira tau siapa Azzam ia tidak akan pernah berbuat buruk kepada istrinya.

__ADS_1


________


bersambung.


__ADS_2