Titip Istriku

Titip Istriku
dokter Azzam


__ADS_3

Azzam sampai di rumah sakit lumayan masih pagi bagi ukuran seorang dokter, karena bagi Azzam inilah hari pertama di mana dia akan mengabdikan dirinya di rumah sakit. Azzam masuk kemudian mencari ruangan yang akan menjadi miliknya saat bekerja. Ada salah satu suster yang mengantar Azzam masuk berada di ruangan nya.


" permisi saya dokter Azzam "


" oh dokter Azzam mari saya antar ke ruangan Dokter." para suster sudah di beritahu oleh pihak rumah sakit bahwa hari ini akan ada dokter baru yang bernama Azzam.


Azzam memgekori suster itu untuk menunjukkan ruangannya.


" ini ruangan anda dok, saya permisi jika ada perlu bisa hubungi kami" suster itu pamit meninggalkan Azzam.


" baik suster terimakasih banyak" Azzam menelusuri ruangan barunya saat ini. sudah dari rumah ia membawa fotonya bersama sang istri sewaktu mereka ada di Amerika. foto di mana Azzam memegang tangan Aisha dengan senyum bahagia nya mereka berdua.


Azzam terus memandangi foto itu dan tersenyum setelah sekian lama akhirnya kebahagiaan hadir dalam hidupnya, istri saliha yang tak ia sangka juga istri sahabatnya.


Baru saja beberapa menit jauh dari istri itu membuat Azzam merindukan nya, dan akhirnya ia menghubungi Aisha.


" assalamu'alaikum mas..."


" wa'alaikumsalam zaujati.."


" ada apa mas "..


" kangen sama istriku..."..


" mas apa ngga kerja kok telepon yang fokus ya mas inget nyawa yang mas urusi"


" iya sayang, belum ada pasien mungkin sebentar lagi. kangen aja sama kamu, lagi ngapain Ais "


" Ngecek buku kas mas,"


" inget jangan lelah ya Ais, ya udah lanjutin kerjaannya sebentar lagi mas kunjungan keruangan pasien"


" iya mas, assalamu'alaikum"


" wa'alaikumsalam sayang"


Aisha dan Azzam masih bucin, senyum-senyum sendiri setelah mendapat telepon dari pasangan.


Setelah nya Azzam di panggil oleh kepala rumah sakit dan berjalan masuk keruangan kepala.


" selamat pagi dokter Azzam selamat bergabung di rumah sakit kami"


" selamat pagi juga dok, terimakasih "


" rumah sakit kami sangat membutuhkan dokter bedah seperti anda, Alhamdulillah akhirnya dalam waktu dekat saya bertemu dengan anda atas rekomendasi teman saya yang ada di Amerika. selamat menjalankan tugas silahkan tanda tangani surat kerjasama ini dan semua peraturan rumah sakit ada silahkan baca disini" Azzam memahami semua instruksi dari dokter kepala, dan siap menjalankan tugas nya. mereka berjabat tangan kemudian Azzam pamit pergi.

__ADS_1


" dok sepuluh menit lagi kita kunjungan untuk pasien yang sedang rawat inap, jadwal dokter pagi hari". Azzam mengangguk dan menyiapkan alat yang harus di bawanya.


***


Hamdan berjalan menuju kampus nya dengan kecepatan sedang. Ia bertemu dengan para sahabat nya Tomi dan Aris, di situ juga sudah ada Anita dan Yara.


" Hay bro yang benar-benar sibuk sampai tak punya waktu buat kita".


" sory tom bener-bener padet jadwal di kantor" ucap hamdan.


" gimana bisnis Lo, kelihatan banget lo makin sukses aja," ucap tomi.


"sukses buat lo keren bisa ngebagi waktu antara kuliah dan pekerjaan." Aris menyela pembicaraan.


" Semua karena keterpaksaan tom, sebenernya saya juga pingin seperti kalian kesana kemari tapi keadaan membuat ku begini."


" motor lo sudah di pensiunin udah lama ngga lo pakai"..


" ada si sayang mau di jual, yuk masuk hari ini Kitakan ada kuis"


" beneran lo gua lupa" Tomi memekul dahinya sendiri.


" alah, kamu itu memang kebiasaan tom pura-pura nya aja lupa ogah aku deket sama kamu dududknya nanti"


" ih amit-amit ke laut aja kamu tom, ayo nit kita ke kelas males ada cucunguk itu" Hamdan dan Anita tertawa begitu juga Aris, Tomi pun makin terbahak-bahak.


mereka memang selalu berantem bagaikan tom and Jerry.


Dosen pun datang acara kuis terlaksana, mahasiswa duduk secara tertib bahkan tidak bisa bersuara sedikit pun.


" Mau lanjut ke kantor Hamdan, ngga duduk sama kita dulu nih" Anita dengan masih membernarkan kancing tasnya.


" iya nit aku ada meeting nanti siang sama klien, "


" ya udah kamu ati-ati dan sukses buat kamu Hamdan,"


" trimakasih nit"


Hamdan pergi melajukan mobilnya di pertengahan perjalanan ia melihat wanita yang tidak asing membawa map berjalan keluar sebuah gedung. Hamdan pun memberhentikan mobilnya.


" astaghfirullah, siapa ini bawa mobil ngga hati-hati" gerutu Kiran.


Hamdan membuka kaca mobilnya menengok ke arah Kiran.


" kamu dari mana mau ke mana Kiran "

__ADS_1


Kiran meringis melihat Hamdan ternyata yang mau menabraknya.


" kirain siapa kak mau nabrak Kiran, dari dulu kakak memang sukanya menabrak Kiran sih. dari gedung ini kak sekarang mau pulang." jawab Kiran.


" Kamu bawa motor"


" iya kak Kiran taruh di parkiran sana"


" sudah makan siang belum, yuk temani kakak makan siang di restauran depan," Hamdan memutar mobil ke arah kafe sebrang jalan.


Kiran pun mengikuti Hamdan masuk ke restauran tersebut.


" wah keren ya kak tempatnya, apa ngga mahal nanti bayarnya kak. nanti uang kakak habis." Hamdan terkekeh dari dulu emang dia suka dengan sifat Kiran yang ceplas-ceplos kalau ngomong.


" kalau uangnya ngga cukup nanti kita cuci piring" Kiran membelalakkan mata atas penuturan Hamdan.


" ya ampun kak kenapa tadi kita makan di sini, nasib di suruh cuci piring habis ngedet ngga lucu kali kak" tanpa sengaja Hamdan mengacak kepala Kiran.


" udah yang penting kita makan kenyang dulu, kamu tadi ngapain keluar dari gedung itu".


" oh itu, Kiran daftar kerjaan kak."


" emang nya kamu mau kerja apa pakai ijazah mu SMA itu" kembali Hamdan terkekeh melihat raut wajah Kiran.


" kerja apa aja kak yang penting halal, Kiran mau cari ongkos beli bensin buat motor Kiran juga uang saku ngga mungkin Kiran minta ke ibu terus." Kiran tinggal di panti sejak kecil dari dulu ia selalu mandiri sewaktu SMA Kiran selalu membawa dagangan nya di sekolah.


" ya udah besok kamu ke kantor kakak pagi ya pakai baju yang rapi ada kerjaan buat kamu."


" kakak serius ijazah ku cuma SMA kak, ngga papalah jadi ob juga tapi emang harus rapi ya kak"


" iya semua orang yang bekerja di kantor kakak harus rapi"


" okelah kak siap besok Kiran ke kantor kakak. trimkasih ya kak selalu bantu Kiran."


" sama-sama sekarang habisin makanan kamu Kiran, kakak juga mau ke kantor." Kiran mengangguk lalu dengan cepat menghabiskan makanannya.


Setelah itu Kiran pulang dengan motornya dan Hamdan ke kantor naik mobilnya.


Di perjalanan Kiran sangat bahagia lagi-lagi Hamdan selalu menolongnya, sewaktu SMA Hamdan selalu yang membeli habis dagangan kiran.


____________


bersambung....


trimakasih yang sudah setia sama cerita ini, doakan semoga bisa lanjut ke cerita-cerita berikutnya. dukung author ya kak.

__ADS_1


__ADS_2