
Malam yang dingin angin yang bertiup bikin tubuh jadi merinding. aisha setelah melakukan shalat isya ia ke balkon. Aisha sedang menikmati malam, Azzam yang baru datang langsung berhambur memeluk istrinya dari belakang.
" malam ini dingin ya dek, apa ngga ke dalam saja nanti kedinginan"
" kan ada suamiku yang menghangatkan" senyum Aisha, entah akhir-akhir ini Aisha selalu ingin berada di dekat suaminya.
" istriku akhir-akhir ini bikin mas dalam mode on terus, apalagi setiap kata-kata yang keluar dari bibir manismu serasa mas ingin....hmmmm...." Aisha berbalik menghadap ke arah Azzam ia kalungkan tangannya di leher suaminya.
" mas dinginnya ini enaknya makan bakso yang pedes" tanpa merespon kata-kata suaminya.
" kok jadi makan bakso enaknya apa ngga..."
" ih mas mesum terus, yuk cari bakso yuk mas"
" serius ini dek kan barusan makan malam". seketika Aisha cemberut suaminya tidak langsung melaksanakan keinginan nya.
" jangan cemberut sayang ya udah ayok kita cari keluar" wajah Aisha langsung senang dan mengec*p singkat bibir suaminya.
Dimalam yang dingin Azzam menyusuri jalanan mencari apa yang Aisha mau. Akhirnya bertemu dengan mamang bakso yang nongkrong di pinggir jalan.
" berhenti mas " Azzam menghentikan laju mobilnya.
" ada apa ais, kok nyuruh mas berhenti tiba-tiba".
" itu mamang bakso mas kita berhenti makan di sini"
" ini di jalanan sayang, apa ngga salah kita makan di sini apa ngga cari bakso di tempat yang lebih higienis saja" Aisha langsung turun mendekati yang jualan bakso.
" mang bakso dua ya di makan di sini aja " Azzam masih berada di mobilnya Aisha sudah memesan makanan yang di mau.
" oh iya neng mangga duduk dulu tunggu ya neng " Azzam pun akhirnya ikut turun menemui istrinya.
" beneran ini dek".
" mas kalau ngga mau ya ngga apa-apa mas nanti biar Aisha yang habisin. mang kasih jus jeruk juga dua ya"
" iya neng".
" iya iya mas mau sayang"
__ADS_1
dua mangkok bakso dan dua gelas es jeruk telah tersaji setelah menunggu beberapa menit. Aisha langsung saja melahap bakso yang menurutnya enaknya luar biasa. Azzam masih heran melihat istrinya akhir-akhir ini yang manja dan menginginkan sesuatu tanpa bisa di bilang nanti atau di cegah.
" pelan-pelan makannya Ais"
" enak mas pas sama cuacanya yang dingin"
Aisha mengabiskan makanannya dengan cepat membuat Azzam kewalahan mengikuti istrinya.
Aisha ketiduran di mobil saat pulang dari keluar cari bakso, Azzam tidak ingin membangunkannya serasa tidak tega kemudian ia menggendong istrinya sampai ke dalam. Baru sampai tangga Aisha bangun melirik suaminya yang sudah menggendong tubuhnya. ia memejamkan mata lagi pura-pura tidur hingga mereka sampai di kamar. Aisha ketahuan Azzam saat menurunkan nya di ranjang.
" kamu ngga tidur Aisha" Azzam tepat berada di atas istrinya yang sudah berada di ranjang.
" tadi tidur mas, terus bangun " Azzam melihat in**m istrinya, sudah dari tadi rasanya ia ingin men*rkam istrinya.
" sekarang tanggung jawab, tadi udah mas antar cari bakso, udah mas gendong sampai kamar. sekarang kamu harus kasih mas upah"
" minta berapa upahnya pak, tukang ojek sampai ke rumah cuma 20.000. upah gendong aku kasih 30.000 deh jadi 50.000 ya pak, Dil" Azzam sudah tidak menjawab kata-kata istrinya lagi, sudah mode on dari tadi. Azzam meraup bi**r ranum milik istrinya itu dengan r*kus membuat Aisha kehabisan nafas. Azzam tidak tega kemudian berhenti.
" mas wudhu dulu jangan lupa berdoa, Aisha juga mau kita punya keturunan yang baik" Azzam tersenyum dan berlalu ke kamar mandi untuk berwudhu. Keluar dari kamar mandi ia melihat Aisha yang sudah beraksi, lingerie yang ia beli dua hari lalu ia pakai. Azzam pun tersenyum mendapati istrinya yang selalu tau keinginan suaminya.
" sebentar Aisha wudhu dulu" membuat Azzam cekikikan melihat lucu tingkah Aisha.
****
" kalau masih lelah lebih baik kamu izin bekerja dulu , nanti saya izinkan di kantor" ucap Zidan.
" tidak kak aku harus berangkat, Aurel butuh uang untuk biaya rumah sakit"
" kamu ngga usah khawatir biaya rumah sakit sudah di bayar"
" tapi kak aku harus mengembalikan uang kakak, bagaimana kalau aku tidak bekerja nanti."
" jangan pikirin Kiran, kita saling membantu yang penting sekarang kamu fokus dengan kesembuhan Aurel."
" trimakasih kak, maaf merepotkan kakak" Zidan tidak sengaja mengelus kepala Kiran yang terbalut jilbab, ia merasa kasihan melihat Kiran.
" ya sudah kakak mau pulang dulu kamu untuk hari ini izin saja."
Kiran mengangguk mengikuti kata-kata Zidan. semalam zidan tidur di rumah sakit menemani Kiran dan ibu panti. Zidan tidak tega jika harus meninggalkan dua perempuan itu, akhirnya Zidan izin kepada kedua orang tuanya.
__ADS_1
" Sibuk sekali pak, banyak kerjaan ya" tanya Wati staf keuangan.
" iya, hari ini Kiran tidak masuk adiknya masuk rumah sakit" ucap Zidan.
" innalilahi sakit apa pak, kasihan ya Kiran itu dari kecil ia tinggal di panti tanpa tau siapa orang tuanya. dari kecil ia selalu membantu ibu panti menjajakkan dagangannya."
" kamu tau kisah Kiran, Wati"
" iya pak ibu saya dulu pelanggannya Kiran, tiap pagi sebelum berangkat ke sekolah kiran keliling berdagang. kalau sekarang sudah ngga karena ibu panti sudah tidak kuat lagi membuat dagangan. Alhamdulillah Kiran di terima kerja di sini, ia itu wanita luar biasa meski bekerja ia tidak lupa dengan pendidikan nya saya salut pak". Zidan merasa iba begitu berat perjuangan kamu Kiran.
" Kiran hebat ya"
" bener pak dia wanita kuat, ya sudah pak saya permisi ke ruangan saya dulu"..
" iya silahkan Wati "
hari itu Hamdan ke kantor karena pagi ini ada jadwal meeting bersama klien, rencananya ia akan mengajak Kiran juga zidan tapi melihat tempat Kiran yang kosong membuat Hamdan mengerutkan keningnya. Padahal hari ini Kiran harusnya ke kantor, tidak ada jadwal di kampus.
" Kiran ke mana Zidan, apa dia izin"
" iya pak, Kiran ke rumah sakit "
" siapa yang sakit "..
" adiknya saya yang menyuruh dia izin kasihan kalau hanya ibu panti saja yang menjaga"
" sakit apa sampai harus opname"
" belum ada kejelasan dari dokter rencana hari ini hasil lab itu keluar" kemudian vzidan menceritakan kejadian semalam yang membuatnya akhirnya menginap di rumah sakit tapi tidak di utarakan kepada Hamdan jika dirinya menginap.
" baiklah setelah meeting kita ke rumah sakit" Zidan mengiyakan ucapan Hamdan
______
bersambung
kakak readers minta vote nya ya kak, biar aku semangat lagi nulisnya.
mampir ke novel baru fenitri azzukhruf ya kak " Rasa yang salah"
__ADS_1
trimakasih 🥰.