Titip Istriku

Titip Istriku
Ammar dan Ameer


__ADS_3

Abah dan umma berpamitan pulang juga Hamdan, mereka pasti akan sering kemari melihat dua jagoan Aisha. Dua jagoan tertidur pulas mama Raisa meletakkan nya di kamar dua jagoan, mama Raisa yang menunggu anak-anak Aisha tidur. Mama Raisa senang sekali ia menitikkan air mata kebahagiaan nya, akhirnya setelah sekian lama menanti Azzam punya anak juga. Azzam gagal di pernikahan nya yang pertama namun Allah berikan kejutan di pernikahan keduanya. begitulah skenario sang pencipta harus melewati banyak liku kehidupan, ujian yang datang itu untuk menguatkan bukan membuat kita semakin terpuruk. Kesabaran adalah kuncinya, keimanan dan ketakwaan adalah modal untuk menjalani hidup lebih baik. Suara adzan ashar berkumandang mba Rista bergegas melakukan shalat ashar ia akan segera mengurus dua jagoan putra Azzam dan Aisha. Sudah mama Raisa beritahu jika kamar dua jagoan itu ada di sebelah kamar Azzam dekat ruang keluarga. mba Rista mengetuk pintu kamar twins, mama Raisa dengan sayup membuka matanya dan keluar dari kamar, mama mendapati mba Rista sudah berada di depan.


" maaf nyonya sudah adzan ashar saya akan memandikan anak-anak."


" oh iya mba Rista, sudah di siapkan airnya. biar saya yang mandikan cucu saya satunya."


" iya nyonya sudah saya siapkan keduanya" mba Rista kemudian masuk sebelum melepas semua baju twins mba Rista menyiapkan baju ganti nya terlebih dahulu.


Azzam keluar kamar ia akan ke masjid dekat rumah untuk melaksanakan shalat. Aisha juga sudah bangun ia ingin mandi rasanya tak enak air di rumah sakit tidak seperti air di rumah segarnya. Aisha sudah bisa mandi sendiri ia melakukannya dengan sangat pelan-pelan. sepulang shalat ashar Azzam menemui kedua anaknya di susul Aisha yang sudah harum. Azzam terkekeh melihat kedua jagoan nya yang lucu dengan menggeliat matanya ke sana ke mari seperti mencari sesuatu.


" anak bunda haus ya, pakai baju dulu nanti bunda kasih susu sayang." mba Rista sudah sangat ahli merawat bayi, mama Raisa yang melihatnya sangat lega.


" Sayang udah mandi, bisa mandi sendiri".


" bisa dong mas pelan-pelan, badanku rasanya ngga enak. air di rumah sakit sangat berbeda dengan air di rumah"


" pantas sudah harum," Azzam mendekat ia sangat rindu dengan parfum Aisha yang selalu menghipnotis nya. Suster yang melihat nya tersenyum bosnya ternyata bisa bercanda, suster Rista terus merapikan jagoan-jagoan.


" sayang kenalkan ini mba Rista ia yang akan membantu kita merawat anak-anak" mba Rista tersenyum sambil membungkuk kan badannya, ia masih sibuk merapikan jagoan.


" mba Rista saya Aisha ibunya anak-anak, terima kasih mba Rista mau bersedia merawat anak-anak kami."


" iya bu saya yang berterima kasih di pekerjakan di sini".


" mba Rista tinggal di mana" Aisha mencoba meraih bayinya yang sudah di selesai kan oleh mama Raisa.


" Deket bu di daerah dekat sini"


" Alhamdulillah, sudha dapat izin dari suaminya" tanya Aisha .


" tak perlu izin bu, suami saya pasti mengizinkan saya."


" sayang, mba Rista ini janda suaminya meninggal dua tahun yang lalu" Aisha mendelik ia merasa omongannya salah menyakiti hati mba Rista.

__ADS_1


" maaf ya mba Rista maaf saya tidak tau."


" tidak apa-apa bu saya sudah ikhlas dengan kematian suami saya, semuanya takdir."


"mba Rista punya anak" Aisha mencoba mengenali lebih dekat susternya itu, Azzam masih sibuk membangun Aisha menyusui.


" Alhamdulillah anak saya dua bu, satu laki-laki dan perempuan."


" lalu di rumah sama siapa jika mba bekerja begini."


" ya kalau saya ngga kerja saya kelaparan dong bu, anak saya semua di pondok."


" semua.."


" iya bu, buat saya lebih aman mereka di pondok, jadi saya lebih leluasa bekerja". ucap mba Rista sembari menggendong jagoan. mba Rista dari dulu menyukai anak-anak makanya ia memutuskan untuk bekerja sebagai pengasuh anak, awal bertemu dokter Ronald yang memperkerjakan nya.


" Namanya siapa anak-anak bu saya bingung mau panggil nya" tanya mba Rista.


" Ammar dan Ameer". celetuk Azzam ketika membuka Mr google.


" nah itu bagus mas, Aisha mau nama itu aja"


" padahal mas baru buka nih google lagi mau cari"


" itu namanya petunjuk mas kita udah langsung di kasih jawaban, Aisha suka. artinya apa mas." Azzam berusaha mencermati arti dari nama yang Aisha sudah jatuh cinta jika di ucapkan.


" Ameer memiliki arti pemimpin sedangkan Ammar artinya kuat iman." Azzam mengerutkan keningnya masih berfikir.


" udah mas itu aja Aisha suka, ngga usah panjang-panjang namanya biar ngga lupa"


" juga nanti kalau ujian ngga habis waktunya buat nulis nama aja" mba Rista dan Aisha terkekeh.


" ayah mandi dulu ya nak, sama suster Rista dan bunda dulu" Azzam mencium bayi yang ada di gendongan Aisha, ngga mungkin di gendongan suster Azzam cium pasti deket anu 😁🙏.

__ADS_1


Azzam masuk ke kamarnya ia bergegas untuk mandi, aisha menukar kan bayinya dengan mba Rista untuk di susui. menyusui kanan terlebih dahulu lalu di pindah yang kiri agar seimbang tidak besar sebelah kata orang tua dulu. emang bener semua kata orang tua dulu banyak bener, makanya readers jangan pernah membantah orang tua. semua yang dikatakan orang tua pasti ada alasannya.


****


Azzam harus berangkat kerja hari ini, kemarin banyak pasien yang masuk harus di operasi. Azzam ngga mungkin akan bisa libur terlalu lama jika tak ada dokter cadangan yang siap menangani.


" mas kita bikin acara kapan"


" kamu sehat dulu sayang"


" Aisha sudah sehat mas, Minggu depan ya pas hari libur."


" apa tidak terlalu cepat, bagaimana dengan fisikmu."


" Aisha sehat mas, Minggu depan ya biar semuanya cepat kelar. penulis mau bikin tamat cerita kita banyak yang ngga sabar tau cerita kia dan Hamdan"


" oh gitu ya sudah, kita nurut saja sama kak Feni yang nulis cerita kita. apa nanti ngga akan ada lagi cerita kita ya sayang".


" ada ngga tau kapan kata kak Feni, di cerita mereka kita di sempil-sempilin"


" oke deh, acaranya kita majukan Minggu depan saja."


Azzam pamit setelah berdiskusi tak lupa ia mampir dulu ke kamar Ammar dan Ameer sebelum berangkat, satu ciuman untuk kedua anaknya. keduanya tertidur pulas setelah mandi dan sarapan asi pagi. mba Rista sedang ke belakang untuk sarapan biar ngga oleng ngurus dua bocil. Untung mba Rista sudah ahli jadi ngga kerepotan mengurus dua bocil. Dulu saat di rumah dokter Ronald anaknya juga kecil- kecil, tiga bocah. meski ngga kembar tapi jarak antara mereka terlalu dekat. Aisha mengantar suaminya sampai ke depan, tak lupa cium tangan dan kening. Aisha membawakan bekal untuk suaminya agar saat makan siang ngga perlu kemana-mana.


" mas berangkat dulu ya sayang, jangan terlalu banyak bergerak dulu juga jangan lelah ya. biar kualitas ASI-nya banyak dua jagoan kita ngga kehabisan."


" iya mas, hati-hati dan cepat pulang" Azzam melajukan mobilnya sendiri tanpa sopir, Karena sopir di rumah cuma satu untuk antar mama Raisa kemana-mana.


__________


bersambung...


Terimakasih yang sudah selalu mengikuti novel Fenitri azzukhruf. Dukungan kalian semangat untuk author. Terimakasih atas like komen hadiah dan vote nya.

__ADS_1


__ADS_2