
Azzam masih tetap menunggu Aisha ia tak melepaskan genggaman tangan nya pada Aisha sesekali mengecupnya. Malam ini malam di mana Aisha akan melewati masa kritis nya, Almira sekalipun tidak membiarkan Azzam memeriksa istrinya ia hanya di perbolehkan menunggu saja. Suara handphone berdering di saku Jack, ia langsung mengangkat nya.
" halo bagaimana ada kabar selanjutnya " tanya Jack dengan suara tegasnya.
" iya bos sudah terdeteksi siapa pelakunya sesuai dengan plat nomor kendaraan yang anda kirimkan, "
" Baiklah besok kamu bawa laporannya ke kantor polisi "
" siap bos."
" ada apa mas " tanya Almira menyandar di bahu suami.
" Alhamdulillah pelaku sudah terlacak sayang " jawab Jack.
" terus..."
" akan di jemput besok dan di bawa ke kantor polisi, mereka mengawasinya di rumah itu ".
" astaghfirullah kok ya tega sama Aisha, padahal Aisha orang yang sangat baik."
" entahlah apa misi di balik semua itu, jika memang ia tidak sengaja seharusnya berhenti menolong korban bukan justru malah kabur jadi tabrak lari." Almira semakin menenggelamkan kepalanya di dada sang suami, Jack kemudian memeluknya.
" maaf ya mas harus Ikut menunggu ku di rumah sakit". Jack tersenyum kemudian mengecup kepala sang istri yang terbalut jilbab.
" asal bersamamu di manapun tetap terasa indah sayang ".
" mas gombal, ini kan terpaksa mas nemani almira"
" tidak sayang, mereka adalah saudara kita sekarang. istirahat sayang supaya besok bisa merawat Aisha kembali, semoga besok lekas sadar." Almira mengangguk kemudian ia tidur di sofa dengan kepala berada di pangkuan Jack, Jack dalam posisi duduk memangku kepala istrinya. jackpun ikut memejamkan matanya.
__ADS_1
Di luar di ruang tunggu ada mama Raisa dan Hamdan, Abah dan umma pulang Hamdan menyuruhnya karena kesehatan keduanya tidak mungkin bermalam di rumah sakit. Hamdan hanya sesekali memejamkan matanya, ia tidak ingin terlewat sedetikpun kabar dari Aisha kakaknya.
Pagi hari menjelang mentari mulai menampakkan cahayanya, Azzam melihat istrinya yang masih memejamkan mata belum ada perubahan dari semalam. Azzam mendekat kan kepalanya di telinga sang istri dan membisikkan sesuatu.
" Sayang lekas bangun anak-anak menunggumu, mereka berdua sangat lucu apalagi saat menangis sungguh menggemaskan. lekas bangun tangan mungilnya ingin menyentuh bundanya sayang. kami sangat menyayangi mu, mas mencintai mu sayang. bangun ya ini sudah pagi mas ngga ada yang membuatkan kopi seenak bikinan istri mas yang cantik ini". ucap Azzam ia meneteskan air mata kala melihat istrinya tak merespon sedikit pun.
Hamdan membelikan makanan untuk semuanya tak terkecuali Almira dan Jack, mereka sarapan. namun Azzam tidak mau sarapan, hingga Jack yang memaksanya. Akhirnya Azzam makan namun hanya sedikit saja yang bisa ia telan. Azzam kembali lagi masuk dalam ruangan untuk menunggu Sang istri. Di luar Hamdan sedang menghubungi orang tua Aisha dan hari ini akan lekas datang ke rumah sakit.
Suara patient monitor berbunyi nyaring hingga mengejutkan Azzam yang sedang menunggu Aisha. Azzam panik ia memencet tombol yang berfungsi untuk memanggil dokter. Azzam pun mencoba melakukan tindakan, sambil menangis ia berusaha untuk menggoyang-goyangkan tubuh Aisha. tubuh Aisha drop saat itu, dokter segera datang begitupun Almira yang datang dalam keadaan begitu panik. Azzam masih berteriak memanggil nama istrinya dan menggoyangkan tubuh Aisha tanpa ia sadari pikirannya sangat kalut, melihat detak jantung Aisha yang berhenti terlihat dari patient monitor.
" sayang bangun sayang bangun, jangan tinggalin mas dan anak-anak sayang bangun". histeris sangat terdengar di telinga, suara Azzam memekakkan telinga.
Almira meminta para perawat untuk membawa Azzam keluar ruangan, tapi Azzam memberontak ia ingin menangani istrinya sendiri. Karena kewalahan akhirnya perawat memanggil Jack dan Hamdan, mereka membantu membawa Azzam keluar.
" kamu percaya kan sama aku Azzam, tenang Aisha akan baik-baik saja. aku akan lakukan tindakan maksimal." Almira masih dalam menangani Aisha dengan dokter Vito saat itu.
Azzam hingga lemas, ia di papah oleh Jack dan Hamdan keluar ruangan.
" Aisha orang baik dan Almira saksinya, Allah pasti masih menyiapkan kebahagiaan untuk kalian. Kita berdoa untuk kesembuhan Aisha zam, kamu harus kuat demi anak-anak." jack belum memberitahu kan kepada Azzam jika kecelakaan yang di alami Aisha adalah atas kesengajaan bukan murni kecelakaan. Karena tidak ingin pikiran azzam akan terbagi semua hal itu sudah di tangani Jack, pelaku saat ini sudah di amankan polisi.
***
Suara bel rumah berbunyi, seorang wanita paruh baya tersebut membukakan pintu. dan sedikit terkejut melihat siapa yang datang.
" Dengan saudara Monica ". dua pria berseragam dan beberapa orang sedang berjaga di sekitar pintu akhirnya polisi menangkap pelaku penabrakan terhadap Aisha.
" iya Monica anak saya, ada apa pak." ibunya Monica yang membuka kan pintu kala ada tamu yang sedikit mengejutkan nya.
" berdasarkan laporan yang masuk, mobil ini yang dikendarai atas nama pemilik Monica melakukan penabrakan pada hari Selasa tanggal **".
__ADS_1
" apa maksudnya pak, saya tidak mengerti."
" siapa yang biasa membawa mobil ini,"
" iya anak saya Monica"
" bisa minta tolong panggilkan kami butuh keterangan nya" Monica turun dari tangga ia berniat akan pergi keluar sudah berpakaian rapi.
" Monica jelaskan sama mama ada apa ini." Monica pun terkejut melihat polisi yang datang ke rumahnya.
" Monica tidak tau ma, ada apa ma. kenapa pak datang ke rumah saya."
" maaf saya mendapatkan laporan bahwasanya mobil no plat atas nama Monica melakukan penabrakan"
" tidak pak mungkin itu salah, saya tidak tau".
" lebih baik nanti anda jelaskan di kantor polisi, mari ikut saya." Monica memberontak menolak untuk di bawa ke kantor polisi.
" Monica jelaskan ke mama sebenarnya ada apa."
" mereka salah membawa orang ma, aku tidak bersalah ma tolong Monica."
" Jangan mempersulit kami nona, atau kami akan bawa paksa anda". Akhirnya Monica diam saat sang pengawal polisi bergerak memaksa Monica masuk ke dalam mobil. Mama Monica panik, belum tau apa yang di lakukan Monica. Mama Monica berniat untuk menyusul ke kantor polisi agar semua jelas apa yang di lakukan Monica.
Sedangkan di rumah sakit masih sama semua dalam keadaan tegang, kondisi Aisha memburuk ia kritis. dokter mencoba merespon detak jantungnya agar berdetak kembali dan tertolong. Almira berusaha keras dengan selalu membisikkan kepada Aisha. keringat bercucuran dua dokter yang sedang menangani Aisha, apalagi Aisha adalah istri dari seorang dokter yang juga bertugas di rumah sakit itu.
" Aisha ayo berjuang Aisha demi mereka yang engkau sayangi, kedua anakmu membutuhkan mu Aisha. suamimu Azzam sangat mencintai mu, kembalilah Aisha ku mohon semua masih menunggu mu. Kau dengar tidak anakmu sedang menangis mencarimu, mereka butuh dirimu Aisha. Azzam tak mungkin sanggup kehilangan mu apalagi merawat anak-anak mu sendirian." Almira bahkan hampir frustasi Aisha belum merespon kala alat yang di hentakan di dadanya tidak terespon oleh Aisha.
________
__ADS_1
bersambung
dukung author readers...