
Pagi yang dingin membawa sepasang suami istri itu enggan untuk membuka matanya, Azzam justru menarik selimut yang dipakai untuk mereka tidur berdua dan mengeratkan pelukannya kepada sang istri. Namun Aisha mencoba untuk bangun, ia terbiasa bangun di jam-jam itu untuk melakukan rutinitas nya bersama Sang Pencipta. Azzam tetap tak ingin melepaskan pelukannya, membuat Aisha tersenyum membelai pipi suaminya.
" Mas Aisha mau ke kamar mandi,"
" hmmm,,,, sebentar lagi Ais" Azzam masih ingin tidur di pelukan Aisha.
Aisha tidak berdiri tetap saja dalam posisinya di peluk suami dalam keadaan tidur, Aisha pun tak bisa memejamkan matanya sama sekali dan mulai terasa perutnya sangat mual ia ingin muntah. Aisha memaksa Azzam melepaskan pelukannya, akhirnya Aisha bisa ia pun berlari kecil menuju kamar mandi. terdengar suara aisha sedang mengeluarkan seisi perutnya itu, Azzam terkejut kemudian bangun loncat dari ranjang menuju kamar mandi. kebetulan kamar mandi tidak di tutup oleh Aisha sehingga memudahkan Azzam untuk masuk.
" kenapa sayang, kamu sakit" Aisha menggeleng ia lemas bahkan sampai sulit untuk mengeluarkan suaranya. Azzam memijat tengkuk leher Aisha berharap muntah yang di rasakan Aisha berkurang.
" Sebentar mas ambilkan air hangat" Aisha keluar kamar mandi rasanya begitu lemas mual muntah tapi tidak keluar sama sekali isi dalam perut hanya air yang berwarna kuning kehijauan rasanya pahit. Azzam masuk membawa air minum kemudian memberikan kepada Aisha, Aisha pun langsung meminumnya. baru saja satu tegukan rasa mual itu lagi berasa Aisha muntah kan lagi...
" ya ampun sayang, mas ngga punya obat untuk meredakan rasa mualmu. maafin mas ya ini gara-gara mas bikin kamu jadi begini" Aisha tersenyum sebenarnya ia tau wanita yang sedang hamil muda kebanyakan memang mengalami hal ini.
" Aisha mau wudhu dulu mas, Aisha belum shalat malam"..
" beneran ini kamu kuat sayang, mas ngga tega liat kamu " azzam tampak begitu panik.
" setau Ais itu suami Ais dokter, kenapa paniknya luar biasa begini. mas kan sudah biasa menangani orang yang sakit parah bahkan mas tiap hari kerjaannya mengobrak abrik tubuh orang" Aisha terkekeh melihat kepanikan suaminya.
" dokter juga manusia sayang punya rasa takut, apalagi terhadap istrinya, rasanya mas ingin menggantikan mual mu itu. mas ngga tega ngeliat ais tersiksa" azzam mengelus perut Aisha yang masih rata itu.
" Bukan tersiksa mas, Ais sedang menikmati masa-masa ini yang baru pertama buat Aisha. Alhamdulillah Allah mempercayakan Ais buat jadi ibu" Azzam memeluk istrinya kemudian mengecup keningnya.
" Semoga akan bertambah kebahagiaan kita ini, terimakasih sekali Ais kamu menumbuhkan kebahagiaan untuk semua orang."
" aamiin, mas kita sholat dulu berdoa sama Allah semoga di beri kesehatan, kelancaran dalam proses kehamilan ini hingga melahirkan nanti"
" aamiin" keduanya melaksanakan rutinitas seperti biasa hingga menunggu subuh. Rasa mual Aisha sedikit berkurang setelah minum air hangat dan nyemil biskuit sedikit demi sedikit. itulah tipsnya saat pagi perutmu mual karena kehamilan makanlah biskuit sedikit demi sedikit insyaAlloh akan berkurang rasa mual itu.
Azzam dan Aisha sudah bersiap mereka akan pergi untuk memeriksakan kehamilannya, kemarin belum sempat hari ini mereka berniat untuk menemui dokter bersamaan. sebenarnya Aisha di tawarkan oleh azzam pergi ke Dokter yang ia mau, tapi Aisha menolak ia tetap ingin ke dokter Almira. selain Aisha sudah kenal dan mungkin nanti akan lebih nyaman berkomunikasi. Aisha sudah tidak mengingat jika Almira itu mantan istri Azzam, mereka sudah berpisah sangat lama. walaupun baru semalam tapi Aisha sangat mengenal Almira jika Almira ini orang baik. Sebenarnya setelah subuh tadi Aisha ke dapur ingin memasak membuat sarapan tapi di larang sama Raisa, Aisha di minta untuk kembali ke kamar tidak boleh bekerja sama sekali.
__ADS_1
" Beneran nih Ais mau ke dokter Almira"
" iya mas, Aisha sudah nyaman dengan dokter Almira dia itu baik mas" memang benar yang di katakan Aisha Almira itu baik tidak salah, cuma Azzam takut dengan sifat sensitif nya membuat Aisha cemburu saat setiap kali bertemu mantan istrinya itu. Azzam tak ingin terjadi apa-apa .
" Ya sudah kalau gitu tapi inget konsekuensi nya ya, mas ngga mau nerima kemarahan kamu gara-gara kita sering berkomunikasi dengan Almira"
" InsyaAlloh ngga akan mas, Ais tau mas sudah tidak mencintainya lagi. mudah-mudahan itu ngga akan terjadi seperti yang di film-film" azzam terbelalak istrinya mengedipkan matanya seakan menggoda suaminya.
" ngga akan sayang di sini sudah ada Aisha seorang, Almira hanyalah masa lalu mas. Baiklah kalau memang itu maumu ku harap kalian bisa berteman baik, mas mencintaimu Aisha" Aisha spontan mencium pipi suaminya.
" sebelah sini lagi"
" udah mas yuk mama sudah menunggu di bawah,"..
" sebelahnya iri sayang dia ngambek tuh" Aisha tersenyum merona wajahnya, kemudian melakukan apa yang di mau suaminya.
Keduanya turun berjalan menuju meja makan, mama Raisa sudah menunggu. Azzam kaget melihat meja makan yang sangat penuh padahal mereka cuma bertiga di tambah bibi aja. Hampir semua menu kesukaan Aisha mama masak hari ini.
" biarin Aisha makan makanan kesukaannya apa yang ia mau, umi mau ibu dan bayinya sehat."
" tapi ngga gini amat ma, kalau siang Aisha kan ngga di rumah. lagipula mana muat istri azzam masak sebanyak ini. " Aisha kembali terkekeh.
" nanti bisa di bungkus buat bekal Aisha juga kamu boleh"
" tapi besok mama jangan gini ya, masak seperti biasa saja Aisha belum terlalu nafsu makannya. Mama nanti lelah mama juga harus banyak istirahat, biar mama sehat selalu nanti bisa main sama cucu." ucap aisha.
Azzam mengelus kepala istrinya yang sudah terbalut dengan jilbab itu. Ia senang selain mencintai suaminya Aisha juga sosok yang mencintai ibunya. Berharap kebahagiaan selalu menyertai walaupun tidak akan tau seperti apa akhir cerita akhir hidup ini.
" Mama kira Aisha akan istirahat di rumah, kamu ke kafe sayang" ucap mama Raisa.
" Azzam mau mengantar Aisha memeriksakan kandungan Aisha ma"
__ADS_1
" oh iya sebaiknya begitu, sering kontrol meskipun suamimu dokter tapi ia tidak ahli di bidangnya. kalau Azzam ahlinya membeedah termasuk membedah kamu di isi sama bayi dalamnya" Aisha terkekeh mendengar ibu mertuanya yang bikin lelucon pagi-pagi begini.
" Mama.... ayok kita makan Ais mas sudah lapar " azzam mencoba mengalihkan pembicaraan nya.
" mau pergi ke dokter mana kalian" tanya mama.
" dokter Almira ma" jawab Aisha.
" Dokter Almira siapa itu dimana prakteknya, nama itu ngga asing di telinga mama"
" jelas tidak asing ma, Almira Wijaya"
" maksud mu Almira..."
" iya ma sekarang ia bertugas di rumah sakit di mana azzam bekerja" azzam memotong ucapan mamanya.
" kamu serius zam apa tidak ke dokter lain saja"
" Azzam sudah menawarkan kepada Aisha ma tapi Aisha maunya sama Almira" mama menoleh ke arah Aisha yang sedang mengambil lauk.
" iya ma, Aisha nyaman bersama Almira. Mama tenang ya kami berteman, insyaAlloh aman" mama menoleh ke arah Azzam, Azzam pun mngedikkan bahunya.
" baiklah yang penting tetap jaga kandungan mu mama tak ingin terjadi apa-apa sama cucu mama terlebih dirimu Aisha,". Aisha mengangguk.
ketiganya menghabiskan sarapannya, Aisha dan azzam setelah selesai pun hendak pergi hari ini Azzam akan ke rumah sakit bekerja dan Aisha ikut untuk memeriksakan kehamilannya.
_________
bersambung
minta saran buat othor ya kak.
__ADS_1
othor lagi belajar menulis, terimakasih like nya dan komentarnya