
Azzam mengantar Aisha ke rumah umma, sebelum nya memang mereka tidak memberi kabar. Aisha mampir ke sebuah toko kue terlebih dahulu untuk membawa oleh-oleh di bawa kesana. ia pun membeli makanan untuk suaminya agar di bawa ke rumah sakit, Aisha juga menitip untuk Almira. jika Azzam di titipi Aisha sesuatu untuk Almira Azzam tidak memberikan nya langsung melainkan lewat seseorang, Azzam sangat menghindari sekali bertemu Almira jika tidak bersama istrinya. bahkan di rumah sakit jarang sekali mereka bertemu, seluruh rumah sakit sudah tau jika Almira adalah mantan istri Azzam. tapi mereka bangga bahkan sangat mengacungkan jempol untuk Aisha meski sosok Almira adalah mantan istri suaminya Aisha tidak mbenci justru mereka bersahabat, pemandangan yang sangat langka sekali.
Sesampainya di rumah umma ada Abah yang masih duduk di depan sambil menikmati kopi. Abah menghentikan bacaannya ketika melihat mobil berhenti di halaman rumah nya.
" assalamu'alaikum bah"
" wa'alaikumsalam sayang, oh anak Abah dan cucu Abah. Abah kira siapa pagi-pagi sudah ada tamu" Aisha dan Azzam mencium tangan Abah dengan takzim.
" Abah sehat "
" Alhamdulillah sayang Abah sehat selalu, kamu bawa apa ini"
" makanan kesukaan Abah "
" wah kebetulan sekali kopi Abah ngga ada temennya, umma mu lupa ngasih temen kopi Abah"
" ngadu pasti Abah ngadu sama anak nya" Abah, Azzam dan Zakia cekikikan.
" emang bener umma ngga kasih makanan buat Abah"..
" ih Abah baru kali ini juga bah umma lupa kirain masih ada ternyata habis di kulkas"
" coba masih ada Aisha kek dulu, Aisha ngga akan pernah lupa. umma udah melupakan Abah" Azzam dan Aisha cekikikan melihat kedua orang tua yang sudah renta itu beradu mulut. semua yang mereka lakukan adalah bentuk rasa cinta setelahnya pasti akan ada momen kemesraan.
" ih ngga boleh gitu bah, Aisha memang harus ikut suaminya. ngeliat Aisha bahagia apa Abah ngga bahagia, "
" Abah sangat bahagia dong, apalagi Aisha udah mau kasih Abah cucu ni"
" nah harus gitu suruh aja itu Hamdan nikah biar ada lagi yang bantu umma ngurus Abah"
" umma mulai lagi nih" Hamdan ke depan setelah ia keluar kamar, mendengar ada keributan ia langsung menuju suara itu.
" yah memang ia kan nikah Ndan nikah mama udah carikan calon"
" kak umma selalu gitu tu mau jodohin Hamdan,"..
" insyaallah pilihan umma yang terbaik Hamdan" ucap aisha
" Hamdan mau cari temen pembela eh malah salah kakak bela umma juga" semuanya terkekeh melihat wajah Hamdan yang kesal.
" kamu tidak ke kampus atau ke kantor hamdan" tanya Azzam.
__ADS_1
" tadi Hamdan nyelesaiin tugas ini mau ke kampus setelah nya ke kantor kak"
" sukses selalu buat mu"
" terimakasih kak".
" Ayuk masuk jangan di luar aja, Aisha pasti pegal kakinya"
" maaf umma, Abah, Azzam izin langsung pamit ada praktek pagi ini. Azzam hanya mengantar Aisha"..
" padahal kita belum ngopi zam"
" nanti saja bah setelah Azzam pulang kerja"
" baiklah, pekerjaan mu penting juga menyangkut banyak nyawa di sana."
" trimakasih bah Azzam pamit, assalamu'alaikum"
" wa'alaikumsalam" semua orang menjawab salam Azzam. Azzam mencium tangan mereka dengan takzim tak lupa Sang istri yang selalu di cium keningnya saat berangkat kerja. mereka masuk setelah melihat mobil Azzam keluar dari pagar.
" abahmu itu selalu begitu, umma udah coba buat kurangin konsumsi gula nya tapi Abah sering nyuri di belakang" Aisha terkekeh mendengar ucapan umma.
***
" kenapa mama tidak kasih kabar ke Almira ma"
" kalau kasih kabar namanya bukan kejutan sayang ".
" jadi papa langsung ke kantor ma, ngga nemuin anaknya dulu ".
" iya papa ada masalah di kantor Indonesia, tau sendiri kan papamu apapun sendiri tanpa ada yang bantu, kami jadi dokter mana bisa bantu papa. kamu asyik sama dunia mu Al ".
" Almira suka dari kecil dunia kedokteran ma "
" serius nih kamu bisa-bisa nya berteman dengan Azzam dan istrinya, istrinya tidak cemburu ataupun benci sama kamu Al ".
" iya ma, Aisha orang yang sangat baik ma. ia memilih Almira untuk jadi dokter kandungan nya. Almira senang berteman dengan Aisha ma, Azzam pun tidak membenci Almira setelah apa yang Almira lakukan kepada Azzam. Mereka cocok sekali ma, semoga mereka bahagia selalu."
" andaikan dulu kamu tidak menundanya pasti mama sudah punya cucu."
" maafkan Almira ma, semua karena Almira ma. Almira di sini yang salah, maaf ya ma Almira belum bisa buat mama sama papa bangga " . Almira menyender ke lengan mamanya, rindu beberapa bulan tidak bertemu hanya video call saja.
__ADS_1
" sudah, masa lalu adalah pelajaran yang sangat berharga untuk mu Al. sekarang kamu harus mulai pikirkan kehidupan mu, berfikir lah untuk menikah."
tok tok tok
terdengar suara pintu di ketuk dari luar.
" masuk"
" maaf dok ada pasien."
" tunggu sebentar ya kamu lakukan pemeriksaan dulu"
" baik dok "
" Mama mau menyusul papa mu dulu, nanti siang mama tunggu untuk makan siang. Mama akan kirim pesan dimana tempatnya, jangan tidak datang ada yang ingin mama bicarakan dengan mu. ini penting Al."
" apa ma, seriuskah..."
" iya kamu jangan menolak untuk kali ini menurut lah sama papa mama "
" tapi ma..."
" mama keluar dulu, assalamu'alaikum"
" wa'alaikumsalam ".
" entahlah mungkin kali ini aku harus nurut sama mama dan papa. umurku juga sudah tidak muda lagi." gumam Almira sembari ia menyiapkan alatnya untuk pemeriksaan pasien.
Pasien seorang ibu yang hamil sembilan bulan sepertinya memang sudah saatnya melahirkan, Almira memeriksa setelah betul pembukaan sudah cukup Almira meminta ibu untuk siap-siap melahirkan. suaminya di minta untuk menemani, hal menegangkan setiap kali menolong ibu melahirkan. setelah hampir satu jam ibu mengejan akhirnya bayi mungil itu keluar dari perut ibunya. bahagia di rasakan oleh seluruh anggota keluarga nya, dokter Almira pun bahagia bisa menolong ibu melahirkan dengan keadaan sehat juga bayinya. jam makan siang sudah waktunya, mamanya Almira pun sudah mengirimkan pesan rentauran mana yang akan mereka tempati. Almira bergegas siap untuk ke restauran tersebut dengan mengendarai mobil yang biasa ia tumpangi. Di perjalanan sedikit macet, Almira menunggu sebentar sungguh membosankan ternyata ada kecelakaan di depan. Sudah di bawa kerumah sakit korbannya tinggal bekas kendaraan yang akan dijadikan barang bukti. jalan kembali lancar Almira melajukan mobilnya sedikit cepat, yang berada di restauran pasti sudah menunggu. Almira lari menuju meja tempat di mana orang tuanya berada.
" assalamu'alaikum pa" Almira memeluk papanya terlebih dahulu sebelum ia melihat ada yang duduk di sebelah orang tuanya.
" wa'alaikumsalam anak papa,"
" Al kenalkan ini teman bisnis papa," Almira menyalami dua orang yang sudah berumur dan ketika berhadapan dengan satu orang pria dewasa Almira melotot.
" kamu....
_________
bersambung
__ADS_1