Tuan Muda Yang Tampan

Tuan Muda Yang Tampan
Baju Dari Ibu


__ADS_3

Makan malam selesai, karna Nana tidak sempat memasak maka semuanya makanan dimasak oleh Bik Yana.


"Mami menunggu masakanmu Nana" Nyonya Jean menyampaikan isi hatinya pada Nana saat Nana dan Lilo akan kembali ke kamar.


"Maafkan aku mami, besok aku berjanji akan memasak buat mami" Janji Nana sambil tersenyum, dalam hatinya merana memikirkan apa yang akan ia masak besok.


Lilo mendahului Nana masuk kedalam kamar, Nana mengikuti Lilo dibelakangnya.


"Apa sesuka itu kau memakai bajuku?" Ujar Lilo datar saat mereka masuk kedalam kamar.


"Bukan begitu, tetapi sangat sayang bila dicuci baju ini baru saja aku pakai. Lagipula aku sudah punya uang untuk menggantinya, kau tidak perlu meremehkan ku"


"Baik aku ingin uang tunai"


"Apa??!!!??? Aku tidak punya uang tunai sebanyak itu sekarang" Nana mulai kesal.


"Ganti bajumu dengan baju yang td ada dikopermu" Mata Nana terbelalak mendengar ucapan Lilo.


"Aku tidak mauuu"


"Tapi kau harus tetap melepas kaos itu, karna itu masih milikku"


"Kau benar-benar mengesalkan!!" Nana setengah berteriak.


Lilo tersenyum meledek Nana, Nana makin kesal dibuatnya. Untuk menjaga harga dirinya, Nana mengambil baju yang Lilo maksud dan menggantinya di kamar mandi.


"Apa apaan ini?" Nana menatap baju yang dipakainya di cermin besar yang ada didalam kamar mandi. Baju itu berwarna hitam, hanya menutup sedikit dibagian dada dan menerawang dari perut sampai ke bagian paha. Nana menutup wajahnya, ia merasa sangat malu untuk keluar.

__ADS_1


"Apa kau masih lama? Aku ingin ke kamar mandi" Lilo mengetuk dari luar.


"Ya ya aku udah selesai" Nana menggunakan baju handuk yang ada didalam kamar mandi, ia lupa bahwa baju handuk itu punya Lilo.


Nana keluar dari kamar mandi,


"Sepertinya kau sudah mulai menyukaiku, bahkan handukku pun kau pakai " Lilo mengatakannya dengan datar lalu masuk ke kamar mandi.


Wajah Nana memerah, ia memukul pelan kepalanya.


"Selalu saja kebodohan yang aku lakukan dan membuat tuan muda itu besar kepala" Nana makin malu mengingatnya.


Nana duduk di depan meja rias milik Lilo, tak lama Lilo keluar dari kamar mandi. Nana ingin sekali melepaskan baju handuk Lilo tapi ia malu menggunakan pakaian dari ibunya.


"ternyata benar, kau jangan berharap terlalu tinggi. Jagalah hatimu karna bila kau jatuh hati padaku kau akan siap-siap untuk patah hati dengan segera" Lilo memperingatkan.


"Kau ituu.. " Lilo terdiam sejenak, melihat Nana memakai pakaian yang sangat mini.


"Kau ingin menggodaku?"


"Ti tidaaak, kau yang menyuruhku memakai baju ini" wajah Nana memerah.


"Kau sengaja membawa pakaian mini itu kan"


"Ini baju dari ibuku, ia memasukannya ke koperku"


Lilo mendekati Nana, makin dekat, makin dekat dan mereka sudah berjarak 10 cm satu sama lain. Nana menunduk. Lilo memakaikan kembali baju handuknya ke badan Nana, Lilo pun malu melihat Nana menggunakan pakaian seperti itu.

__ADS_1


"Bolehkah aku menciummu?" kata-kata itu keluar begitu saja dari mulut Nana. Lilo langsung mencium istrinya, keduanya bertautan sampai belakang lutut Nana menyentuh sisi tempat tidur.


Lilo membaringkan pelan tubuh Nana ditempat tidur, mulai menjelajah tubuh Nana. Nana sudah tidak geli lagi, ia menikmati setiap sentuhan suaminya. Lilo mulai membuka kaosnya...


Tok tok tok


Ada yang mengetuk pintu kamar Lilo, awalnya Lilo tidak ingin mengakhiri tautannya dengan Nana. Namun pintu diketuk kembali. Nana melepaskan tautannya.


Lilo kembali memakai kausnya dan membuka pintu, Nana menutup dirinya dengan selimut. Ada Panda dengan wajah panik ada didepan pintu.


"Tuan, perusahaan tuan yang berada di Kota F terbakar dan kita harus segera ke sana"


Nana paham dengan situasinya, ia langsung beranjak dari tempat tidurnya membenarkan baju handuknya lalu mulai membantu Lilo mempersiapkan kepergiannya.


*** 123 ***


Lilo pergi ke Kota F bersama Panda, kemungkinan akan kembali dalam waktu 1-2 minggu. Nyonya Jean bersungut-sungut.


"Mengapa Lilo harus pergi dihari kedua dia menikah. Seharusnya aku menyiapkan bulan madu untuk kalian berdua agar tidak ada yang dapat mengganggu kalian saat membuatkan ku cucu" Ucap nyonya Jean kesal, saat sedang berada di ruang keluarga setelah dirinya dan Nana mengantarkan ke mobil yang akan menuju Kota F.


Nyonya Jean bersikeras tidak ingin Lilo pergi karna Lilo masih pengantin baru dan ia juga kasihan pada Nana yang akan ditinggal selama itu oleh suaminya.


"Tidak apa-apa mi, Lilo akan segera kembali" Nana menenangkan ibu mertuanya.


"Bagaimana kalau malam ini kau tidur bersamaku, ceritakan bagaimana malam pertama kalian" Nyonya Jean bersemangat, sambil menarik tangan Nana berjalan menuju kamarnya.


"Bagaimana iniiiiiii???" Lagi-lagi Nana dibuat tak bisa berkutik oleh mertuanya.

__ADS_1


__ADS_2