Tuan Muda Yang Tampan

Tuan Muda Yang Tampan
Cinta #3


__ADS_3

Nana dan Lilo pamit, supir pribadi keluarga Lilo sudah menjemput mereka. Ibu melambaikan tangannya.


"Aku bersyukur masih memiliki kesempatan bersama lagi denganmu" Lilo mencium pipi istrinya.


"Jangan lakukan itu aku malu dengan pak Tito" wajah Nana memerah.


"Pak Tito jangan melihat ke arah sini ya" Lilo kembali beraksi. Nana masih malu-malu dan menolak.


"Semalam aku tak bisa tidur karnamu"


"Kau yang mengatakan sudah tidak berdarah, jangan salahkan aku bila aku memintanya" wajah Nana makin memerah.


"Kita mau kemana? Aku rasa ini bukan jalan menuju ke rumah"


"Kita akan berbulan madu"


"Bulan madu? Kemana?"


"Kau istirahat saja, saat kau bangun kita sudah sampai dilokasi bulan madu" Wajah Nana penuh tanda tanya.


Lilo meminta Nana merebahkan tubuhnya.


"Kau tidurlah, kau kurang tidur semalam" Nana menurut, paha Lilo dijadikan bantalan olehnya.


Lilo memperhatikan wajah Nana, ada sedikit kesedihan disana.


"Maafkan aku ya, aku telah membuatmu bersedih. Tapi aku janji itu tak akan terjadi lagi asalkan kau juga jangan terlalu dekat dengan Miko"


❤❤❤


Keadaan mami sudah membaik, mami sangat merindukan anak dan menantunya. Mami masih dalam masa pemulihan masih butuh beberapa bulan untuk pulih dari operasi kanker serviks yang dideritanya.


"Mamiiiiii, Lana kangeeeen" Lana berbicara dengan maminya melalui video call.


"Ya mami juga kangen sama Lana. Ada yang harus mami bicarakan padamu. Kenapa Lana sekarang sudah pintar membohongi mami?" Lana gelagapan.


"Lana tidak bohong mi, tapi Lana cuma tidak suka dipaksa oleh Kak Lilo"


"Kau harus bisa meyakinkan Kakakmu kalau kau benar-benar bisa mencari jodohmu sendiri. Jangan asal suka lalu kau menjalin hubungan! Mami sudah bicara pada kakakmu untuk tidak memaksamu menikah dengan beruang itu" Lana ingin bilang pada maminya kalau ia tidak ingin membatalkan rencana itu, ia menggigit bibirnya.


"Ada apa? Apa kau begitu tertekan dengan keinginan kakakmu? Mami akan menjelaskan padanya kalau kau memang tidak mau menikah dengan Panda"

__ADS_1


"Bukan mi, bukan begitu... "Lana menggantung kata-katanya membuat mami penasaran.


"Bukan apa?"


"Mamii aduuh miiii, Lana kesal sm Kak Lilo. Dia hanya tampan tapi dia sangat bodoh" Nana berusaha mengalihkan pembicaraan.


"Bodoh? Apa maksudmu?"


Lana menceritakan kejadian yang menimpa Lilo dan Nana. Mami tertawa.


"Mami ingin segera pulang dan memeluk Nana, kasihan sekali dia harus menghadapi Kakakmu yang tidak paham soal percintaan"


"Tapi saat ini mereka sedang bulan madu dan aku ditinggalkan sendiri dirumah" Nana memanyunkan bibirnya.


"Semoga saja mereka pulang dengan berita baik, Mami sudah tak sabar mau punya cucu"


"Mi, sekarang sudah jam tiga siang, aku mau siap-siap" Lana terlihat terburu-buru.


"Apa kau sudah punya kekasih baru?"


"Tidak mi, aku akan pergi bersama Panda.. " Lana menutup mulutnya, ia keceplosan.


"Bukan mi, bukan seperti yang mami pikirkan. Aku hanya memintanya mengantarku ke suatu tempat, jangan berpikir yang aneh-aneh" Lana salah tingkah.


"Benarkah?"


"Iya miiiii" Lana merengek manja.


"Benarkah benarkah benarkah?" Mami makin usil.


"Jangan menggodaku, aku tidak berkencan dengannya"


"Mami tidak bilang kalau kau mau berkencan dengannya lho" wajah Lana memerah.


"Ya sudah, bersiaplah. Dandan yang cantik dan kurangi sikap judesmu atau sang beruang akan melihat wanita lain" Mami meledek Lana lagi"


"Mamiiiii"


❤❤❤


Bella bersiap berangkat ke caffe, Panda mengatakan akan datang. Bella berdandan sedikit dan memakai pewarna bibir. Ia menggunakan kaos berwarna putih polos dipadu dengan celana jeans hitam. Tak lupa ia menggunakan cardigan berwarna senada dengan celananya.

__ADS_1


Bella membawa tablet agar ia bisa lebih mudah melihat drama bersama Panda bila layarnya lebih besar.


Bella masuk kedalam caffe.


"Sepertinya Panda belum datang" Bella berbicara dengan dirinya sendiri, ia memesan coklat panas dan churros original.


Bella menyiapkan tabletnya, memilih drama apa saja yang akan dia lihat bersama Panda. Ia tersenyum-senyum sendiri.


"Apa kau sudah lama menunggu?" Bella membalikkan tubuhnya, sambil tersenyum riang. Wajahnya seketika berubah melihat Lana berada dibelakang Panda.


"Pesankan aku kopi dan cookies" Lana memerintah Panda.


"Baik nona" Panda segera memesankan kopi dam cookies untuk Lana.


"Kau terkejut karna kekasihmu datang bersamaku?" Lana bertanya sinis pada Bella.


"Ti tidak, aku senang kau datang bersamanya. Kita bisa menonton drama bersama. Tapi aku dan Panda bukan kekasih" Bella memaksakan senyumannya.


"Ooh bagus lah, kau harus tahu dia itu calon suamiku?" Lana terdengar menekan nada bicaranya.


"Ya aku tahu, aku hanya bersahabat dengannya" Bella masih berusaha tersenyum.


"Aku berharap gadis sepertimu tidak pernah bermimpi untuk bersaing denganku" Bella diam, senyumnya hilang.


Panda kembali dari memesan kopi dan cookies untuk Lana, setelah memberikan pesanan Lana. Ia melihat Bella diam saja sambil menatap tabletnya.


"Apa kau sudah mulai menontonnya? Mengapa tidak menungguku?" Panda mendekatkan wajahnya ke arah Bella membuat Bella menjadi salah tingkah dan menjatuhkan coklatnya.


Kaos Bella yang berwarna putih menjadi kotor terkena coklat.


"Kau tak apa-apa?" Panda memegang lengan Bella dan menariknya untuk berdiri dari kursi.


"Aku tidak apa-apa, hanya kaosku menjadi kotor. Lebih baik aku pulang" Bella berusaha tersenyum, disudut matanya sudah menggenang air mata.


"Aku akan menyiapkan mobilku" Panda membalikkan tubuhnya hendak keluar. Bella menahannya.


"Aku bisa pulang sendiri, lihat nona mudamu dia baru saja datang. Kau tak boleh meninggalkannya sendirian" Lana melirik ke arah Bella kesal.


"Kalau begitu aku akan mengantarmu sampai naik taxi"


"Baiklah. Nona Lana aku pamit ya" Bella masih berusaha untuk ramah. Lana hanya tersenyum sinis.

__ADS_1


__ADS_2