
"Hallo"
"Nana, kau kenapa kau sulit sekali dihubungi?"
"Aku tak bisa menjelaskannya sekarang, maafkan aku Miko"
"Ada apa?"
"Aku pasti akan menjelaskannya tapi tidak sekarang"
"Nanti siang kita makan bersama ya, aku menunggumu ditempat biasa"
"Ya ya ya baiklah"
Nana menutup teleponnya, ia lalu menepuk keningnya.
"Ya ada apa?"
"Aku akan makan siang dengan Miko, sudah ya aku hanya ingin memberitahukan padamu hal itu, dadah"
Lilo menatap ponselnya, ia kesal.
"Apa-apaan dia, menelponku untuk memberitahu hal semacam itu. Panda, batalkan semua jadwalku siang ini! Aku akan makan siang dengan istriku"
Panda gelagapan menghadapi sikap tuan mudanya.
Tidak biasanya tuan muda membatalkan janji dengan kliennya. Biasanya tuan muda adalah orang yang paling konsisten dengan semua rekan bisnisnya
Panda berpikir, ia melihat banyak perubahan dari tuan mudanya. Tapi Panda tidak bisa membantah Lilo, ia mengatur ulang jadwal Lilo.
"Ayo kita pergi sekarang"
"Kemana tuan?"
"Kau tuli ya, aku sudah bilang akan makan siang bersama istriku"
"Ba baik tuan" Panda mengikuti langkah tuan mudanya.
❤❤❤
Siang itu Lilo sudah berada di tempat biasa Nana makan siang bersama Miko. Miko terkejut melihat Lilo.
"Selamat siang tuan Miko" Lilo tersenyum mengejek.
__ADS_1
"Selamat siang tuan Lilo" Miko menyambut ejekkan Lilo.
"Dimana Nana? Kau disini bukan untuk menggantikan Nana makan siang denganku kan?" Miko melirik curiga pada Lilo.
"Dia akan datang nanti, aku juga diajak makan siang olehnya" Lilo menyombongkan diri, padahal ia memaksa Nana untuk ikut makan siang bersama dengan Miko.
"Ooowh begitu, apakah anda sudah memesan tuan?" Miko bertanya, cara bicaranya membuat Lilo kurang suka.
"Aku akan menunggunya untuk memesan bersamanya"
"Nana memintaku untuk memesan makanan kesukaannya disini" Miko mengangkat tangannya memanggil waitress. Terlihat wajah Lilo agak kesal.
"Saya pesan chicken katsu dengan nasi dan kentang goreng, juga seporsi barbeque rice ball. Untuk minumannya aku ingin dua orange juice. Apa tuan juga ingin memesan?"
"Aku pesan lemon tea dan tuna sandwich"
Waitress itu mengangguk, ia agak salah tingkah melihat wajah Lilo. Lilo tidak memperdulikannya.
"Maaf aku datang terlambat" Nana datang dengan terengah-engah.
"Duduklah disini" Lilo memegang tangan Nana dan memintanya duduk disebelahnya. Nana mengikuti permintaan suaminya.
"Apa kau sudah memesan makanan untukku?" Nana bertanya pada Miko.
"Ya sudah, saat kau bilang makanan kesukaanmu aku langsung tahu" Miko tersenyum puas, lalu melirik Lilo.
"Orange juice sebagai minumanmu sudah aku pesankan juga" Lagi-lagi Miko terseny penuh kemenangan.
"Terima kasih Miko, aku sangat haus" Nana tersenyum pada Miko, Lilo sebal melihat senyuman Miko yang sedang mengejeknya habis-habisan.
"Kau sudah memesan apa?" Nana tersenyum pada Lilo.
"Aku memesan tuna sandwich, itu makanan kesukaanku semenjak kau suka membuatnya" Lilo berusaha memenangkan hati Nana.
"Benarkah? Tapi selama ini kau tak pernah memuji masakanku" Nana cemberut, diiringi suara tertawa Miko. Lilo menjadi tambah kesal.
"Apa kau mengejekku?" Lilo menatap kesal ke arah Miko.
"Tidaak, kau terlalu percaya diri" Miko masih tertawa.
"Sudahlah, apa yang kalian mau memulai perdebatan seperti waktu itu? Aku akan pergi bila memang iya" Nana mengancam. Dengan refleks Lilo dan Miko memegang pergelangan tangan Nana. Lilo menepuk pelan tangan Miko dan menyingkirkannya.
Makanan datang, mereka tidak melanjutkan perdebatan itu.
__ADS_1
❤❤❤
Sebenarnya Nana datang bersama Bella namun setelah melihat Panda, Bella mengatakan ingin makan siang dimeja yang sama dengan Panda. Nana pun menyetujuinya.
"Apakah gadis cantik yang bersamamu itu adalah Lana?" Bella membuka obrolan.
"Ya, bagaimana kau tahu?"
"Aku melihat dia menyuruh-nyuruhmu, bahkan kau memesankan kopi dan ia memperlakukanmu seperti pelayan"
"Sudah tugasku melayani tuan muda dan keluarganya"
"Ia sangat cantik dan menarik, apa kau tidak tertarik padanya"
"Nona muda memang sangat cantik"
"Kau tertarik padanya?" Panda hanya diam saja, ia menoleh kearah Bella dengan pandangan tidak suka.
"Ma maafkan aku, aku hanya mengkhawatirkan diriku sendiri yang menyukaimu" Wajah Bella memerah.
Ponsel Panda berbunyi.
"Iya Nona"
"Aku ingin minum kopi di caffe waktu itu bawakan untukku ketika kau mengantar kakakku nanti sore!"
"Baik Nona"
"Dan aku juga mau cookies coklat yang dijual disana... "
"Panda makanannya sudah datang" Bella memanggil Panda, Panda menoleh dan mengangguk. Lana yang mendengar suara Bella langsung kesal.
"Baik nona"
"Kau sedang berkencan sekarang!!! Ini masih jam kerjamu!!" suara Lana terdengar marah.
"Saya sedang makan siang nona, ada tuan muda dan juga nona muda disini"
"Tapi itu bukan seperti suara kakak ipar!"
"Apa ada lagi yang nona inginkan?" Panda merubah arah pembicaraan.
"Tidak!!!" Lana menutup telpon.
__ADS_1
"Jangan-jangan itu wanita yang kemarin, kenapa mereka bisa makan siang bersama Kak Lilo dan Kakak Ipar? Apakah Kakak sudah berubah pikiran untuk menikahkanku dengan beruang itu?" Lana mengacak-ngacak rambutnya. Ia terjebak dengan penolakan yang dilakukan olehnya selama ini.
"Bagaimana bila Kak Lilo benar-benar menjodohkan beruang itu dengan wanita kemarin.... Argghhhh kenapa aku kesaaaal!!!! Seharusnya aku senang karna tidak akan dipaksa menikah dengan si beruang!!! Ada apa denganku?? Tak mungkin aku mulai menyukai beruang menyebalkan dan seperti robot itu!!" Lana terus menerus memberontak dengan hatinya.