
Dua Bab kali ini spesial Bella dan Panda ya readers 😁😁 tapi ada sedikit selipan mengenai Lana dan pasangan Lilo dan Nana kok. Mohon dimaklumi author lagi gemash sama Panda 😙😙😙
Bella sudah menunggu Panda dipintu gerbang Taman Impian Mini, sebuah taman bermain yang cukup terkenal dikota itu. Ia mengenakan celana panjang jeans dan kaos hoodie lengan pendek berwarna navy.
"Aku datang lebih cepat satu jam dari waktu yang kami sepakati" gumam Bella, bahkan taman bermain masih tutup.
Ting.. Sebuah pesan masuk ke ponselnya.
"Aku mendoakan kencanmu berjalan lancar" Itu pesan dari Nana, Bella tersenyum.
"Terima kasih Kak, Amin"
*Flashback semalam*
Ponsel Bella berdering, Panda menelpon. Bella melompat kegirangan dikamarnya, ia berharap ada kabar baik untuknya.
"Hallo Panda"
"Besok aku bisa berkencan denganmu" ucap Panda to the poin. Bella mengatakan "yess" dalam hatinya.
"Oke" jawabnya singkat.
"Oke?"
"Ya, Oke saja"
"Baiklah, sampai bertemu besok"
"Tunggu, tunggu..."
"Ada apa?"
"Apakah besok kita bisa memakai baju yang sama warnanya?" tanya Bella, Panda berpikir sejenak.
"Aku belum menyiapkan baju apapun untuk besok" Bella mendengus kesal.
"Besok aku akan memakai baju berwarna biru"
"Lalu?"
"Kau juga siapkan baju berwarna biru" Bella sedikit kesal.
"Owh begitu, baiklah aku akan melihat isi lemari ku. Apakah aku punya baju berwarna biru"
__ADS_1
"Oke, bye"
Telpon ditutup, Bella mengambil kucing kecilnya yang daritadi menempel dikakinya. Ia menggendong si Panda berbulu dan bergerak lucu itu. Lalu merebahkan dirinya ditempat tidur.
"Aku tidak berharap yang aneh-aneh, hanya bergandengan tangan saja. Ya Tuhan ku mohon" ucapnya dalam hati.
*Back On*
Waktu kesepakatan Panda dan Bella hampir tiba, namun Panda belum kelihatan juga. Bella mulai resah, ia terus melihat ponselnya. Tidak ada kabar juga dari Panda.
"Apa tiba-tiba dia disuruh bekerja oleh tuan mudanya?" Bella meratap sedih.
"Tapi Kak Nana sudah meminta tuan muda itu untuk meliburkan Panda hari ini" Bella bergumam sendiri.
Sekarang sudah lewat satu jam dari waktu yang disepakati, Bella bertambah resah. Sudah dua jam ia menunggu Panda. Pengunjung Taman bermain pun mulai ramai didatangi pengunjung.
"Maaf lama menungguku" Panda datang sambil terengah-engah. Dengan heran Bella melihat Panda.
"Kenapa kau berlari seperti itu?"
"Ya aku sadar aku terlambat datang dan tidak menghubungimu, aku takut kau bosan dan pulang. Ini untukmu" Panda menyerahkan sekuntum bunga Matahari untuk Bella, mata Bella berbinar.
Bella mengambil bunga itu dari tangan Panda dan tersenyum. Lalu ia cemberut melihat panda memakai kaos berwarna hitam.
"Kenapa kau tidak memakai baju berwarna biru?"
♥️♥️♥️
Panda pagi itu bangun lebih cepat, ia mengingat belum mencari baju berwarna biru di lemarinya. Hanya ada kaos berwarna putih dan hitam. Ia menggaruk kepalanya.
"Aku harus membelinya dulu" Pikir Panda, ia bersiap dan pergi ke sebuah toko pakaian dipusat kota.
Seperti biasa banyak toko buka agak siang diakhir pekan. Akhirnya Panda berputar-putar mencari toko baju yang sudah buka pagi itu. Ia turun dari mobilnya, memutari pusat pertokoan di daerah itu.
Brukk...
Anak-anak kecil yang berlarian menjatuhkan sebuah gentong berisi bunga matahari yang baru saja diletakan oleh pemilik toko bunga.
"Dasar anak-anak nakal" teriak wanita tua pemilik toko itu. Panda segera membantu wanita itu memunguti bunga yang jatuh dan menatanya kembali kedalam gentong.
"Terima kasih anak muda. Anak-anak itu selalu saja menjatuhkan gentongku. Untung saja aku sudah menggantinya dengan gentong plastik" gerutu wanita tua itu, lalu ia tersenyum pada Panda.
"Waaah sangat tampan pagi ini, apa kau ingin menemui seorang gadis?" wanita tua seperti meledek Panda. Panda melihat padanya dengan heran.
__ADS_1
"Ini berikan padanya, ia pasti senang dan akan semakin menggilai mu" ucap wanita itu sambil menyerahkan sekuntum bunga matahari kepada Panda.
"Ini uangnya"
"Ini aku berikan untukmu sebagai ucapan terima kasih. Simpan uangmu untuk membelikannya es krim"
Wanita tua itu masuk ke dalam toko, Panda terdiam sambil menatap wanita itu yang sudah menghilang masuk kedalam tokonya. Ia menggenggam bunga itu lalu kembali berjalan mencari toko pakaian.
Sebuah toko baru saja buka, Panda melihat ke arah jam tangannya.
"Ini sudah terlambat, aku harus segera membeli baju itu" Panda masuk ke dalam toko itu.
"Panda???" suara seseorang mengagetkan Panda.
"Tuan Rossa?"
"Ckckck masih saja kau memanggilku tuan, panggil aku nona... Nona Rossa"
"Mengapa anda ada disini?"
"Ini adalah butik temanku, ia memintaku membantunya mendekorasi ulang toko ini" seru Rossa sambil terus melihat bunga matahari ditangan Panda.
"Ooowh kau akan berkencan ya?" tatapan Rossa menyeringai.
"Apa yang ingin kau cari disini?" tanya Rossa.
"Aku ingin membeli baju berwarna biru"
"Baju berwarna biru?" Rossa membelalakkan matanya.
"Kenapa harus berwarna biru?" Rossa bertanya dengan nada heran.
"Karena dia meminta aku memakai baju dengan warna yang sama dengannya" Rossa membalikkan badannya, ia tersenyum nakal.
"Maksudmu dia ingin memakai baju couple?" Rossa menyeringai. Panda diam saja, ia tak paham.
"Kau datang ditoko yang tepat" Rossa seperti mencari-cari sesuatu dan memasukannya kedalam paper bag.
"Ini, ambilah" Rossa memberikan paper bag itu kepada Panda. Panda mengernyitkan keningnya.
"Kau bisa memakainya dan berikan juga kaos yang satunya untuk si cantik yang janjian denganmu" ujar Rossa sambil mengedipkan matanya.
"Baiklah terima kasih, dimana aku harus membayarnya?"
__ADS_1
"Hahahaha tidak perlu, tuan mudamu memberikan banyak keuntungan untukku saat ia memiliki istri. Ini hadiah kecil untukmu" ujar Rossa sambil tertawa genit.
Panda melihat ke arah jam tangannya, sudah lewat 30 ia segera berlari menuju mobilnya. Namun ia berjalan cukup jauh dari mobilnya, dan akhirnya ia memutuskan untuk berlari menuju taman bermain.