
Pagi itu Panda menjemput Lilo, seperti biasa mami mengajak Panda duduk bersama untuk sarapan.
"Terima kasih nyonya" ucap Panda, ia duduk disebelah Lana yang menyembunyikan senyumnya.
Sampai saat ini Panda dan Lana masih menyembunyikan hubungan mereka karna Panda ingin Lana bisa fokus menyelesaikan kuliahnya sebelum mereka memutuskan untuk memberitahu Lilo dan menikah. Mami yang sudah tahu hubungan mereka pura-pura tak tahu.
"Selamat pagi mi" Lilo datang bersama Lana dan baby Fa, saat ini Baby Fa sudah berusia 4 bulan.
"Pagi sayang, cucu Oma sudah bangun" Mami memangku baby Fa dan bermain bersamanya.
"Sayang apa kau mau aku buatkan teh hangat?" tanya Nana pada Lilo, Lilo mengangguk.
Nana berjalan ke dapur, sekilas ia melihat wajah malu-malu Lana duduk disebelah Panda. Namun Panda seperti biasa tidak memberikan ekspresi apapun.
"Dasar anak muda" gumam Nana dalam hati.
Lana menggoda Panda, ia menyenggol kaki Panda dengan kakinya.
"Apa itu?" Panda terkejut, Lana menahan tawa. Panda melihat ke bawah meja.
"Ada apa Panda?" tanya Lilo heran.
"Tidak ada apa-apa tuan" jawab Panda kelihatan bingung.
"Aku sudah selesai" ucap Lana lalu berdiri dari kursi, ia melihat Panda dan mengedipkan sebelah matanya.
Panda tidak menunjukan reaksi apapun, Lana sudah biasa dengan kekasihnya yang tidak suka menunjukkan kemesraan didepan siapapun.
"Sampai kapan kalian mau menyembunyikan hubungan kalian?" tanya mami dengan nada ketus, membuat Lana menghentikan langkahnya.
"Apa maksud mami?" Lilo terlihat bingung.
"Kau ini! Apa kau tidak merasa ada yang aneh dengan sikap mereka berdua beberapa bulan ini?" Mami melirik Panda kesal.
Lilo menatap Panda, Lana tahu Lilo akan mengintimidasinya.
"Kau paham apa maksud mami, Panda?" tanya Lilo serius.
Panda tidak mau berbohong pada Lilo, saat ia akan menjawab. Lana segera berlari kearah Panda dan menutup mulutnya.
"Pak beruang, aku ada urusan denganmu" ujar Lana cepat dan menarik tangan Panda menjauhi ruang makan.
__ADS_1
Lilo menatap dengan bingung, Nana tersenyum sambil membawakan secangkir teh hangat untuk Lilo.
"Biasa sayang, anak muda" ucap Nana sambil tertawa kecil, mami ikut tertawa melihat kepolosan Lilo.
"Nana sini sarapan, duduk disebelah mami. Kau harus makan yang banyak agar Fa bisa mendapatkan ASI yang cukup"
"Iya mi" Nana duduk disebelah mami.
"Kau tak perlu menjelaskan apapun pada suamimu itu" ujar mami lagi, Nana tersenyum menahan tawa.
♥️♥️♥️
"Ada apa?" Tanya Panda saat ia dan Lana sudah berada dibelakang tangga.
"Jangan katakan apapun dulu kepada Kak Lilo"
"Aku belum mengatakan apapun kepada tuan"
"Iya tapi akan, kau tak akan bisa berbohong kepada Kak Lilo kan?"
"Ya tentu saja"
"Besok aku akan sidang skripsi, setelah aku dinyatakan lulus nanti kita akan segera memberitahu Kak Lilo" Panda mengangguk.
"Bila besok aku lulus, aku mau kau memberikan aku hadiah" ucap Lana.
"Aku berencana memberikanmu kejutan berupa bunga dan sekotak coklat"
"Apa itu sebuah kejutan bila bila kau sudah mengatakannya sekarang?!" Lana mendengus kesal, ia melepaskan pelukannya.
"Baiklah, apa yang kau mau?" Tanya Panda sambil menatap Lana.
"Aku sudah lama memikirkan ini" Lana tersipu malu.
"Aku ingin berkencan denganmu" ucap Lana sambil tersenyum.
"Oke kita akan berkencan setelah kau selesai sidang"
"Janji??"
"Tidak, aku tidak bisa berjanji. Aku takut tuan muda tidak mengijinkan ku bila aku berbohong"
__ADS_1
"Usahakan untukku" Lana memohon.
Panda hanya diam saja.
"Kalian pergi saja, aku akan meliburkanmu besok" Lilo tiba-tiba menghampiri mereka.
♥️♥️♥️
Lana sudah selesai sidang dan dinyatakan lulus, Panda menemui Lana dikampusnya. Teman-teman Lana iri melihat Panda yang membawa satu buket bunga mawar besar dan sekotak coklat berbentuk hati untuknya.
"Terima kasih tuan beruang" ucap Lana sambil tersenyum senang. Panda memegang pinggang Lana dari belakang dan mengajaknya ke mobil.
"Kita akan berjalan-jalan biar aku bisa membeli pakaian untuk ganti lalu kita ke taman hiburan" ujar Lana sambil memakai sabuk pengaman.
"Oke" jawab Panda singkat membuat Lana gemas.
Panda memarkirkan mobilnya didekat sebuah toko bunga. Ada wanita tua yang baru saja keluar dari toko itu.
"Kau adalah pria baik yang membantuku merapihkan bunga waktu itu" wanita tua itu mengingat Panda, Panda menyipitkan matanya.
"Ya benar nona, saat itu kau memberikan aku setangkai bunga matahari" jawab Panda sopan, Lana memandang aneh kepada wanita tua itu.
"Waah wanita ini cantik sekali, pasti dia adalah wanita yang berkencan denganmu waktu itu. Kau sudah memberikan bunga matahari pemberian ku padanya kan?" tanya wanita tua itu antusias, Lana menatap ke arah Panda dengan marah.
"Bukan nyonya, bunga itu untuk temanku. Ini calon istriku" jawab Panda cepat membuat Lana berubah menjadi tersipu malu.
Panda membeli satu bucket bunga matahari untuk Lana.
"Apakah ini sogokan darimu agar aku tidak marah soal perkataan wanita tua itu?" tanya Lana sinis.
Panda diam saja, ia tidak terlalu paham maksud Lana.
"Apa ku tidak suka dengan Bunga matahari?" tanya Panda datar.
"Aku suka, aku suka semua tentangmu dan yang kau berikan" Panda tersenyum.
Lana dan Panda kembali menelusuri pertokoan disana.
"Haiiii nona Lana apa kabarmu???" Rossa keluar dari salah satu toko disana.
Rossa melihat Lana merangkul lengan Panda mesra.
__ADS_1
"Waah kalian sangat serasi" ucap Rossa sambil menggoda Lana, membuat Lana tersipu.
"Kenapa kalian tidak menggunakan baju couple yang aku berikan?"