Tuan Muda Yang Tampan

Tuan Muda Yang Tampan
Bulan Madu


__ADS_3

Lilo membangunkan Nana, mereka sudah sampai tempat tujuan. Sebuah villa dipinggir pantai yang indah, banyak nyiur melambai dan suara deburan ombak yang menenangkan. Nana segera keluar dari mobil.


"Indah sekali"


"Tidak ada yang seindah dirimu" Lilo memeluk istrinya dari belakang lalu mencium leher Nana.


"Kau sudah pandai merayu sekarang" Nana melepaskan pelukkan Lilo, ia berjalan menuju villa.


"Ayo perlihatkan padaku sebagus apa villa yang kau milikki" Nana mengulurkan tangannya, Lilo menyambutnya. Mereka berjalan bersama masuk kedalam villa.


Nana takjub melihat villa itu, begitu luas dan rapih.


"Kau mau melihat kamar kita?" Nana mengangguk.


Lilo membukakan pintu kamar untuk Nana. Mata membulat melihat tempat tidur yang dihiasi dengan bunga mawar merah membentuk hati.


"Ini seperti didalam drama romantis yang aku lihat" Nana sangat senang, ia melompat kepelukan Lilo kakinya melingkar di pinggang suaminya.


Lilo langsung menautkan bibirnya dengan bibir Nana. Lilo membawa tubuh Nana ke tempat tidur, membaringkan tubuh istrinya perlahan.


Nana menghentikan tautannya.


"Perutku terasa sakit" wajah Nana tiba-tiba pucat.


"Dimana yang sakit?" Lilo langsung memeriksa perut Nana.


"Disini" Nana menunjuk salah satu bagian perutnya.


Lilo sangat khawatir, ia langsung menelpon dokter Dimas.


"Aku tidak apa-apa, rasa sakitnya sudah hilang"


"Kau harus tetap diperiksa, dokter Dimas adalah salah satu dokter terhebat dinegeri ini. Dia akan mendiagnosa penyakitmu dengan segera" Lilo menenangkan Nana.


Selang 30 menit dokter Dimas datang dengan helikopter yang telah Lilo siapkan.


"Ada apa tuan?"


"Tolong periksa istriku, ia mengeluh sakit diperutnya" Lilo membimbing dokter Dimas masuk ke kamarnya.


Dokter Dimas memeriksa Nana, tak lama dokter Dimas tersenyum.


"Seharusnya anda memanggil dokter Berta"


❤❤❤


Panda diminta Lilo untuk datang ke villa karna Nana sakit. Ia segera menyiapkan helikopter lain untuk membawanya ke villa Lilo.


"Aku ikut" Lana memaksa. Panda tak mau berdebat, ia mengizinkan Lana ikut.

__ADS_1


Mereka tiba bersamaan dengan dokter Berta.


"Apa yang kau lakukan padanya?" Tatapan dokter Berta sinis kepada Lilo.


"Aku bahkan belum sempat melakukan apapun dengannya" Dokter Berta hanya diam melihat kelakuan Lilo.


"Kau tunggulah disini!" Dokter Berta menutup pintu.


"Tuan" Panda menyapa Lilo.


"Kak, apa yang terjadi dengan Kakak ipar? Apa dia akan mati?"


"Bila kau datang untuk membuatku kesal lebih baik kau pulang!"


"Sebaiknya nona muda menunggu diruang keluarga" Panda menyarankan.


"Aku ingin melihat kakak Ipar" Lana merengek.


"Jangan mengatakan hal-hal yang tidak perlu bila nona ingin disini" Panda mengingatkan. Lana cemberut.


"Ya ya baiklah, aku akan diam"


Tak Lama dokter Berta keluar, Lilo segera menghampirinya.


"Apakah istriku baik-baik saja?"


"Syukurlah" Lilo bernapas lega.


"Tapi bila hanya keram mengapa harus kau yang memeriksanya?" Lilo bertanya heran. Dokter Berta geleng-geleng kepala.


"Kau ini bodoh atau apa hah? Tentu saja harus aku yang memeriksanya bila orang tersebut sedang mengandung!!!"


"Mengandung? Apa itu? Apakah itu akan membuat perutnya keram?" Lilo bertanya lagi, wajah polosnya membuat dokter Berta kesal.


"Terkadang aku tak percaya kau sukses dalam bidang bisnis bila melihat kebodohanmu ini"


"Cepat jelaskan padaku, kau membuatku khawatir"


"Istrimu sedang hamil, kurangin berhubungan dengannya dan berhentilah membuatnya begadang sampai tengah malam!! Aku pulang" Dokter Berta berjalan keluar sambil memijat kepalanya, Panda mengantarnya untuk naik helikopter lagi.


"Hamil?" Lilo berpikir sejenak.


"Kak, istrimu hamil kenapa kau diam saja? Cepat temui kakak ipar dan berterimakasih lah padanya" Lana heran melihat ekspresi kakaknya.


"Itu artinya aku dan Nana akan segera punya anak.. " Wajah Lilo berubah senang, ia melompat lalu berlari menemui Nana.


"Sayang kita akan seger punya anak" Lilo menciumin tangan istrinya dengan wajah yang sumringah. Nana mengangguk, air matanya tak bisa dibendung.


"Terima kasih sayang, terima kasih" Lilo menciumi mata istrinya.

__ADS_1


"Kau harus menjagaku lebih ekstra dan dokter Berta mengatakan aku tidak boleh lelah"


"Baiklah, aku akan menyiapkan pengawal dan assisten pribadi yang akan menyelesaikan semua pekerjaanmu dikantor"


❤❤❤


Lana segera menelpon Maminya, memberitahukan berita bahagia.


"Ada apa kau menelpon mami? Apakah kencanmu dengan beruang itu sudah selesai?"


"Mamiiii, jangan berkata seperti itu"


"Hahahaha mami hanya ingin mendengar kencanmu dengan beruang kutub itu, apa dia melakukan hal-hal yang romantis hingga kau mau berkencan dengannya?" Mami menggoda Lana.


"Mana mungkin ia melakukannya, ia sama bodohnya dengan kakak dalam hal cinta" Lana memanyunkan bibirnya.


"Itu artinya kau harus lebih berusaha mendapatkan hatinya, belajarlah dari Nana. Ia bisa membuat kakakmu tergila-gila padanya hahhaha" Mami tertawa lagi.


"Iya iya nanti aku akan belajar dari kakak ipar"


"Apakah kau menelpon hanya untuk menceritakan kencanmu?"


"Aaaah tidak miii, kau mengalihkan perhatianku dari hal yang penting"


"Hal penting? Apa itu?"


"Kakak ipar hamil mi.... "


"Apa?!!! Katakan sekali lagi mami takut salah mendengarnya"


"Ka-kak i-par ha-mil -miiiiiiiiii"


"Waaaaah syukurlaaah, mami akan segera memiliki cucu. Terima kasih Tuhaaan, disisa umurku aku masih diberikan kesempatan memilikinya" Mami menangis haru.


"Dimana dia? Mami ingin bicara dengannya"


"Kakak ipar sedang dikamar bersama kakak mi, Kak Berta mengatakan kakak tidak boleh berhubungan dan membuat kakak ipar begadang lagi" Lana mengatakannya sambil berbisik.


"Kakakmu itu, mami harus memperingatinya. Ia tak boleh mendekati Nana dulu sampai usia kandungannya cukup kuat"


"Sepertinya begitu mi"


"Baiklah nanti mami akan menelpon kakakmu, sudah saatnya mami istirahat. Jagalah kakak iparmu baik-baik, jangan sampai kakakmu yang bodoh itu menyakitinya"


"Siap miii" Lana menutup telponnya.


"Nona muda saya dan tuan muda serta nona Nana akan kembali ke kota, apakah nona akan ikut bersama kami?" Panda berkata kepada Lana.


"Tentu saja aku ikut, kau tidak berpikir aku akan disini seorang diri kan!!?"

__ADS_1


__ADS_2