Tuan Muda Yang Tampan

Tuan Muda Yang Tampan
Kesalahan


__ADS_3

"Baik ibu, aku usahakan untuk datang. Tali sepertinya aku tidak bisa menginap dan aku tidak bisa berjanji datang bersama Lilo" Nana berbicara dengan ibunya dari telpon sambil berbisik"


"Kenapa kau berbisik gadis bodoh? Ajaklah suamimu datang, pekan depan adalah hari kematian ayahmu. Dia harus bisa datang untuk menghormati ayahmu"


"Disini sedang ada masalah, aku tutup telponnya ya"


Tut... Nana memutus telpon dari ibunya, ia sedang berada diruang kerja suaminya bersama Lilo, Lana dan Panda. Lana dan Panda berdiri dihadapan Lilo, Lilo duduk dikursi kerjanya dan Lana berdiri dibelakang kursi Lilo.


"Kak, aku bisa jelaskan" Lana membuka mulutnya.


"Kau pikir aku akan percaya begitu saja padamu? Aku sudah berulang kali mempercayaimu dan kau berbohong padaku!" Suara Lilo menggelegar diseluruh rumah.


Nana memegang bahu suaminya, untuk menenangkan Lilo. Lilo memang merasa nyaman bila Nana menyentuhnya.


"Apa benar kau ingin menggoda adikku Panda?!!"


"Saya tidak berani tuan, melihatnya saja saya merasa malu"


"Lalu mengapa kalian berdekatan saat aku memergoki kalian!!!"


"Kakak, aku sudah bilang ini tidak seperti yang kau pikirkan" Lana melangkah mendekati Lilo.


"Jangan berpikir untuk mendekatiku. Berdiri disana!" Lana kembali ke posisinya.


"Apakah Lana menggodamu?"


"Tidak tuan, nona Lana hanya memukul-mukul dada saya sambil menangis dan saya tidak tega melihatnya bersedih dihadapan saya. Lalu kami terjatuh diatas tempat tidur" Lana melirik ke arah Panda, cara Panda berbicara akan membuat Kakaknya bertambah marah.


"Sebaiknya kalian menikah" Lilo menutup pembicaraannya, menarik tangan Nana keluar dari ruang kerjanya.


Lana ternganga mendengar keputusan kakaknya, Panda hanya diam. Ia masih mencerna apa yang Lilo katakan.

__ADS_1


"Menikah? Apa itu yang tadi tuan muda katakan?"


❤❤❤


Lilo masih terlihat marah, ia masuk ke dalam kamar bersama Nana. Terlihat wajahnya sedih.


"Kau baik-baik saja?" Lilo diam saja, ia duduk di sisi tempat tidur. Nana mendekati Lilo.


"Aku buatkan kau teh hangat ya" Nana mengelus pipi Lilo dan beranjak keluar kamar, Lilo memegang tangan Nana.


"Bisa kah kau memelukku?" Nana terkejut, tapi Lilo adalah suaminya. Nana mengangguk. Lilo memeluk Nana, menempelkan wajahnya diperut Nana.


"Aku tidak bisa menjaga adikku dengan baik, dia menjadi brutal dan tidak terkontrol. Padahal aku selalu memperingatinya untuk menjaga diri" Lilo menangis dipelukkan Nana, Nana mengelus lembut punggung suaminya.


"Lana tidak seperti yang kau pikirkan, dia gadis baik" Nana mencoba menghibur Lilo. Lilo menggeleng.


"Tidak, aku bahkan menyesal tidak bisa memisahkannya dengan laki-laki br******k itu dari dulu" Nana kembali mengelus punggung suaminya.


"Jangan terlalu mengekang Lana, dia gadis yang sudah mulai dewasa. Usianya sudah hampir 22 tahun. Dia punya kebebasan untuk memilih jalan hidupnya"


"tapi bulan dengan lelaki br******k itu!!!" Lilo melepaskan pelukannya. Nana memandang ke arah Lilo.


"Jangan marah terus, nanti wajahmu yang tampan jadi penyok" Nana menggoda Lilo. Lilo memandang istrinya, baru pertama kali ia melihat istrinya dengan seksama dari dekat.


"Apa kau serius dengan pernikahan Lana dan Panda? Yang kita lihat tadi pasti kesalah pahaman" Nana berkata pada Lilo dengan ekspresi heran.


"Ya tentu saja, aku ingin Lana menikah dengan pria yang baik. Dan aku sudah lama mengenal Panda, sudah 12 tahun aku dekat dengannya"


"Apa kau tidak memikirkan perasaan mereka?"


"Waktu aku menikah denganmu, mami pun tidak memikirkan perasaanku" Lilo menunduk.

__ADS_1


"Jadi kau menyesal menikah denganku?" Nana melipat tangannya didepan badannya, melihat kesal ke arah Lilo.


Lilo memeluk kembali perut Nana,


"Awalnya aku takut, tapi mami sangat yakin denganmu. Entah apa yang mami pikirkan. Aku merasa mami sangat menyayangiku jadi tidak mungkin dia mau aku menikah dengan wanita sembarangan"


Nana mengelus kepala suaminya dengan sayang, hatinya masih was was namun ia mengabaikannya sementara.


Kriuuuukk...


Perut Nana berbunyi sangat kencang


"Apa kau lapar?" Wajah Nana memerah.


❤❤❤


Lana menghepaskan tubuhnya ditempat tidur.


"Menikah? Dengan beruang itu?" Tubuhnya bergidik, membayangkan Panda yang sudah ia kenal dari kecil menjadi suaminya.


"Apa sih yang ada dalam pikiran Ka Lilo? Ia mau aku menikah dengan pesuruh seperti Panda


Melihatnya saja aku sudah malas" Lana mengatakannya dengan meremehkan posisi Panda.


"Pasti Ka Lilo cuma bercanda, ia sedang marah. Nanti aku akan bicara lagi dengannya dan ia kan berubah pikiran. Aku yakin itu" Lana menjentikkan jarinya.


Sementara itu, Panda masih mencerna kata-kata Lilo.


"Apa aku tidak salah dengar? Tadi tuan muda berkata sebaiknya kalian menikah. Apakah aku bagian dari kalian yang tuan muda maksud?" Panda mulai paham, dia menggeleng-gelengkan kepalanya berkali-kali.


"Menikah dengan nona Lana? Ya Tuhaaaaan, aku tidak tahu harus senang atau sedih atas pernikahan ini" Panda menggaruk kepalanya.

__ADS_1


"Tapi aku tidak berani untuk membantah kata-kata tuan muda" Panda menundukkan kepala masuk ke dalam kamar mandinya, dan mengguyurnya dengan shower.


__ADS_2