Tuan Muda Yang Tampan

Tuan Muda Yang Tampan
Berbeda


__ADS_3

"Aku sangat kangen dengan masakan ibu" Nana menikmati masakan ibunya, Lilo pun tersenyum melihat tingkah istrinya.


"Ayo tambah lagi menantu" Ibu menyendokkan lagi sayur sop yang ia buatkan untuk anak dan menantunya.


"Aku mau lagi.. " Nana menjulurkan mangkoknya kepada ibu.


"Ambilah sendiri, kau jangan manja" Ibu berkata dengan santai, Nana cemberut. Lilo tertawa kecil.


"Ibu selalu menomor duakan ku saat ada Miko, sekarang karna ada suamiku ibu juga menomor duakan ku. Kapan aku nomor satu buat ibu" Nana merengek.


"Sudah makan yang benar, kau butuh makanan yang bergizi. Agar kau dan Lilo bisa segera memberikanku cucu" Nana terbatuk, melirik ke arah Lilo. Lilo terlihat senang berada meja makan, ia makan semua masakan ibu dan terlihat lahap.


"Ibu berharap anakmu lahir dengan wajah yang tampan dan kepintaran seperti ayahnya"


"Ibuuu...." Nana malu mendengar ucapan ibunya.


"Apa yang bagus dari dirimu? Bisa-bisa cucuku sama bodoh dan cerobohnya sepertimu. Ibu tidak rela" Ibu tersenyum ke arah Lilo.


"Ibuuuuuuu" Nana merengek lagi.


"Makanlah yang benar, jangan merengek terus. Doa ibu tadi untuk masa depan anak-anakmu nanti" Nana makin cemberut.


Lilo yang dari tadi mendengarkan kata-kata ibu dan ekspresi Nana hanya tersenyum, ia merasakan sesuatu yang berbeda namun sangat hangat dan menyenangkan.


"Aku sudah selesai ibu" Lilo berdiri memegang piringnya.


"Sudah biarkan saja, biar Nana nanti yang membersihkannya" Ibu berkata sambil tersenyum pada Lilo lalu melirik Nana dengan judesnya.


"Terima kasih atas makanannya ibu" Lilo membungkukkan badannya lalu masuk ke dalam kamar Nana.


"Ibuuuu, mengapa kau mengatakan hal memalukan itu didepan suamiku" suara Nana terdengar ngambek kepada ibunya.


"Kau ini, apa kau tidak berpikir bagaimana cantik dan tampannya cucu ibu bila mereka mirip ayahnya. Ibu tidak bisa membayangkan harus melihat cucuku yang memiliki sifat buruk ibunya" Ibu menepuk keningnya pelan.


"Aku ini anak ibu, ada sifat ibu didalam diriku"


❤❤❤

__ADS_1


Lana, Panda dan Bella duduk bersama di caffe. Panda duduk ditengah, karna ia dan Bella mengobrol. Sedangkan Lana tidak tertarik ikut dalam pembicaraan mereka. Nana melirik malas.


Gadis yang sangat cocok dengan beruang kutub itu


Pikir Lana.


"Apakah kau suka menonton drama seperti ini?" Panda bertanya pada Bella. Bella mengangguk.


"Aku suka menonton drama romantis ini karna ka Nana, ia yang mengajakku pertama kali menonton drama" Bella tersenyum dengan manis, ia sesekali melirik ke arah Lana.


"Aku ingin ke kamar kecil" Lana memberitahu Panda.


"Baik Nona"


Lana berjalan ke arah kamar mandi, Panda dan Bella masih asyik bercerita.


Braaak..


Lana menabrak seseorang, Lana menengok ke orang itu. Ternyata Zacky mantan kekasihnya yang menggandeng seorang wanita dengan pakaian sexy.


"Kau benar-benar br*****sek, belum sebulan kita putus kau sudah punya kekasih baru!!!"


"Aku? Br*****k? Hahaaha apa aku bercanda? Dia sudah menjadi pacarku sejak dulu"


"Kau benar-benar br*****k!! Kau mempermainkan perasaanku!!" Lana berteriak.


" Asal kau tahu, aku hanya memanfaatkanmu selama ini, kau sudah tidak bisa memberiku uang dan sangat pelit akhir-akhir ini, jadi buat apa aku bersamamu"


Plaaaaaak....


Panda menampar wajah Zacky dengan kencang, Bella menarik tangan Lana untuk menjauh dari Panda dan Zacky.


"Ooowh si beruang pesuruh. Kau menantangku!!!!"


"Tunggu, bila kau ingin berkelahi jangan didalam sini. Kita akan mengganggu para pengunjung caffe ini dan aku tidak mau dilarang datang kesini lagi karna berkelahi denganmu"


Panda berjalan keluar diikuti Zacky, baru saja mereka keluar pintu Zacky menendang Panda dari belakang namun Panda bisa berkelit, Zacky tak dapat menjaga keseimbangannya dan terjatuh.

__ADS_1


"Kau benar-benar menantangku!!!"


Ia menerjang tubuh Panda, tapi Panda berkelit lagi. Zacky menabrak tempat sampah, kekasih Zacky membantunya berdiri. Zacky berusaha meninju Panda, Panda bisa menghindari setiap serangan Zacky. Sekali Panda membalas tinju Zacky, ia tersungkur.


"Kau pantas mendapatkannya!!!" Lana maju ke depan dan menunjuk wajah Zacky. Ia melempar lima lembar uang 100ribu.


"Biaya pengobatanmu" Lana berkata dengan sombong, lalu masuk kembali kedalam caffe.


Panda mengikutinya Lana masuk ke dalam. Kembali duduk dimejanya.


"Kau tak apa-apa?" Bella bertanya pada Panda, ia sangat khawatir melihat setiap kejadian dari dalam caffe bersama pengunjung lainnya.


"Ya aku tak apa. Terima kasih sudah mengkhawatirkanku"


"Kau terlihat sangat keren tadi" Bella memberikan dua jempol pada Panda.


"Aku jadi tambah menyukaimu" Bella berbisik ditelinga Panda. Panda hanya tersenyum.


Apa-apaan mereka? Bermesraan ditempat umum seperti itu. Menyebalkan


Lana yang berada disebelah Panda menggerutu.


"Aku ingin pulang" Lana menyelesaikan minumnya lalu keluar.


"Baik nona


Bella aku pulang dulu, sampai jumpa" Panda melambaikan tangan.


"Ya sampai jumpa lagi" Bella melambaikan tangan juga. Ia tersenyum senang.


Lana kagum dengan kehebatan Panda saat membelanya tadi. Bahkan Lana sempat mengambil gambar saat Panda berkelahi, wajah Panda yang berkeringat dan marah sangat berbeda. Kira-kira itu yang ada dipikiran Lana.


"Jangan katakan apapun pada kakakku!!" Lana masih saja bersikap judes pada Panda.


"Baik nona"


"Oia, apa hubunganmu dengan gadis yang ada di caffe itu?"

__ADS_1


__ADS_2