Tuan Muda Yang Tampan

Tuan Muda Yang Tampan
Menenangkan Diri


__ADS_3

"Tenanglah sayang" Lilo berusaha menenangkan Nana, Nana tetap panik. Ia tak bisa berbuat banyak, tubuhnya masih sangat lemas. Terlihat Nana kalut dan bingung.


Lilo memberikan kode kepada Panda untuk memanggil dokter Berta, Panda mengangguk paham dan keluar dari ruangan itu.


"Dimana anakku? Mengapa aku tidak hamil? Apa yang kalian lakukan padaku" rintihnya.


"Nana kendalikan dirimu, anakmu baik-baik saja" Ibu ikut menenangkan Nana, Nana menangis sambil menahan perih bekas operasi untuk mengeluarkan anaknya.


"Ibu kemana mereka membawa anakku?"


"Sayang, anak kita baik-baik saja. Aku dan ibu sudah melihatnya tadi"


"Tidaakkk, aku tidak percaya. Aku ingin melihat anakku.. anakku..." Nana terisak, ia memegang perutnya sambil menangis.


"Tenang Nana, tenang. Kami tidak mungkin melakukan sesuatu yang buruk pada anakmu" ucap Ibu yang masih menahan sesak di dadanya.


"Kau menukar nyawa anakku dengan nyawaku! Benarkan?" Nana mulai menangis, entah apa yang dipikirkannya.


"Ibu aku tak paham apa yang Nana katakan" Lilo menjadi bingung.


"Nona apa kau sudah merasa baikan?" dokter Berta masuk ke kamar dan langsung mendekati Nana.


"Dokter dimana anakku?" Nana hanya bisa melihat dokter Berta sambil berbaring.


"Nanti nona akan diantar oleh suami anda untuk melihat bayinya ya, sekarang biarkan saya memeriksa nona"


♥️♥️♥️


Setelah mendapatkan penjelasan dari dokter Berta, Nana menjadi tenang. Dokter Berta mengizinkan Nana melihat anaknya dari jendela kaca, ia diantar Lilo dengan menggunakan kursi roda.


Tubuh Nana masih sangat lemah, beberapa bagian tubuhnya juga menderita luka dalam namun tidak serius. Itu akibat terjatuh dari tangga.


"Apakah itu si kecil sayang?" tanya Nana sambil meletakkan jarinya di kaca jendela ruang rawat anaknya.


Lilo mengangguk, ia memberitahukan apa yang terjadi pada bayi mereka sesuai dengan yang telah dijelaskan dokter Berta.

__ADS_1


"Aku akan meminta Berta untuk fokus pada anak kita. Aku akan melakukan apapun agar si kecil bisa segera ada dipelukanmu" Nana melihat Lilo senang, Lili mencium kening istrinya.


"Si kecil laki-laki atau perempuan?" tanya Nana.


"Laki-laki"


"Dia pasti tampan sepertimu"


"Dia akan memiliki hati yang baik sepertimu" Lilo membuat wajah Nana memerah.


"Siapa namanya?" Nana menatap Lilo penasaran.


Lilo mulai gusar, Nana memandang heran kepada suaminya.


"Apa kau belum menyiapkan nama untuk si kecil sayang?" tanya Nana penasaran.


"Aku....belum berpikir untuk mencari nama secepat ini" Lilo menggaruk kepalanya.


"Baiklah, nanti kita akan memikirkannya bersama. Asal jangan beri si kecil nama binatang atau buah-buahan"


♥️♥️♥️


"Selamat pagi nyonya, apakah semua sudah siap?" tanya Panda, mami mengangguk. Lana diam saja ia tak mau menoleh ke arah Panda.


"Tak usah menghiraukannya, kita berangkat" ujar mami, yang kesal melihat Lana masih saja mengambek karna semalam tidak diizinkan ikut Panda menjenguk Nana.


"Mamiiii" rengek Lana, ia mendorong kursi roda maminya pelan. Wajahnya masih menunjukkan kekesalan.


"Mami kesal padamu, disaat seperti ini masih saja ingin berduaan dengan beruang ini"


"Aku tidak berpikir seperti itu mi" Lana mengeles.


"Sudah jangan berdebat lagi, mami sudah tidak sabar melihat keadaan Nana dan bayinya. Kau hanya bisa membuat mami pusing. Heii beruang, bila kau sudah memutuskan tak ingin menikah dengan Lana segera beritahukan padaku" ujar mami enteng membuat wajah Lana merah padam menahan amarah.


Panda membukakan pintu mobil untuk mami, ia menggendong mami dibantu satpam masuk ke dalam mobil. Lana duduk didepan bersama Panda.

__ADS_1


Selama perjalanan hanya hening yang terasa. Mami sibuk memikirkan apa yang ingin ia katakan pada Nana, Lana sibuk memainkan ponselnya sambil sesekali mencuri pandang kepada Panda dan Panda yang fokus menyetir.


"Kita sudah sampai nyonya" ucap Panda berhenti di depan pintu masuk rumah sakit.


"Tunggu sebentar sampai Lilo keluar"


Tak lama Lilo keluar menyambut maminya. Mami dibantu Panda dan Lilo keluar dan duduk dikursi rodanya. Lilo langsung mendorong kursi roda mami dengan semangat sambil menceritakan keadaan Nana.


"Apakah Kak Nana baik-baik saja?" tanya Lana saat berjalan bersama Panda dilorong rumah sakit.


"Saya bersyukur nona muda baik-baik saja"


"Apa itu jawaban dari pertanyaan ku?" Lana melirik sinis ke arah Panda.


"Iya nona" Panda menjawab datar, membuat Lana sangat gemas.


"Dimana aku bisa melihat anak Kak Lilo?" tanya Lana lagi.


"Apakah nona ingin langsung melihatnya?"


"Pertanyaan dijawab dengan pertanyaan, apakah Ini sejenis kuis atau semacamnya?" Lana terdengar kesal.


Panda bingung harus menjawab apa, ia diam saja. Lana melihat kesal ke arah Panda.


"Ayo bawa ku melihat anak mereka!!" ucapnya setengah kesal.


"Baik Nona"


Panda mengantar Lana melihat anak Nana dan Lilo. Lana senang bisa melihat keponakannya walaupun ia belum bisa menyentuhnya.


"Ya Tuhan dia kecil sekali. Bila dia permen, aku bisa menghabiskannya sekali makan" ucap Lana asal sambil memandang takjub anak Lilo dan Nana dari jendela.kamar itu.


"Itu adalah anugerah Tuhan untuk mereka nona" ucap Panda tiba-tiba.


"Apakah kau tidak mau anugerah seperti itu?" tanya Lana penasaran.

__ADS_1


"Tentu saja saya mau nona" Panda menjawab polos.


"Kalau begitu, bagaimana kalau kita menikah saja?"


__ADS_2