
"Operasinya memang berjalan lancar namun kau harus bersabar karna nona Nana masih dalam keadaan koma, ia kehilangan banyak darah dan perlu beristirahat lebih lama" dokter Berta menepuk pundak Lilo, Lilo sangat lemas Panda menopangnya dari belakang.
"Bawalah tuan mudamu ke kantin rumah sakit ini, beri dia air hangat. Aku memperingatkanmu Lilo, jangan bersedih didepan nona muda. Setelah kau cukup tenang temui aku diruanganku" ujar dokter Berta lalu pergi.
Panda mengajak Lilo ke kantin rumah sakit yang terlihat cukup sepi karna belum waktunya makan siang.
"Tuan minumlah" ujar Panda sambil memberikan segelas teh hangat kepada Lilo, wajah Lilo tampak sangat muram.
Ponsel Panda berdering.
"Ada apa Rachel?"
"Saya bersama Ibu nona muda ada di rumah sakit"
"Kemarilah, aku sedang berada di kantin rumah sakit ini"
"Baik"
Panda menutup telponnya.
"Ibu nona muda sudah datang tuan" Lilo terkejut, ia melihat Panda dengan tatapan nanar.
Lilo tidak mengatakan apapun, ia hanya menundukkan wajahnya menahan tangis.
"Bagaimana keadaanmu?" Ibu Nana tiba-tiba sudah ada dibelakang Lilo.
"Ibu.." Lilo memeluk Ibu dalam posisi ia masih duduk, Ibu mengusap punggung Lilo.
"Sudah jangan menangis, Nana adalah gadis yang tangguh. Dia akan baik-baik saja" ucap ibu lalu menepuk-nepuk punggung Lilo.
Lilo mendongak ke atas, Ibu tersenyum kepada Lilo.
"Ada ibu disini, tenanglah" Ucap ibu sambil memegang kedua pipi Lilo. Ibu duduk disebelah Lilo.
"Waktu kecil Nana pernah terjatuh, Ibu sangat khawatir. Ayahnya menangis semalaman karna Nana tidak sadar semalaman, pdhl suster mengatakan Nana tidak sadar karna pengaruh obat bius" Ibu mengenang masa lalu Nana saat kecil.
__ADS_1
Lilo menatap Ibu, Ibu tersenyum lagi sambil memegang tangan menantunya. Meyakinkan Lilo bahwa Nana akan baik-baik saja.
"Ibu yakin dia akan baik-baik saja. Bagaimana dengan cucuku? Apakah dia lahir dengan selamat?" tiba-tiba wajah ibu menjadi khawatir.
Lilo baru ingat, ia terlalu berlarut dalam kesedihannya. Lilo bangkit dari duduknya, mengajak ibu bertemu dokter Berta.
♥️♥️♥️
"Berat badan anakmu belum mencapai 2 kilogram, jadi dia harus dirawat disini lebih lama. Bila kau ingin melihatnya ia berada didalam inkubator, kau belum boleh menyentuhnya bila keadaanmu belum stabil" ujar dokter Berta. Ibu dan Lilo mengangguk.
"Bagaimana dengan anakku? Apakah aku boleh menemuinya?" Tanya ibu.
"Ya tentu saja, namun jangan membuatnya stress dengan menangis atau mengucapkan hal yang menyedihkan. Ia butuh semangat dan dukungan untuk segera sadar"
Sekali lagi Lilo dan Ibu mengangguk, dokter Berta mengantar ibu dan Lilo melihat sang bayi.
"Aku lupa mengatakan padamu Lilo, selamat anakmu laki-laki" dokter Berta tersenyum dan mengulurkan tangannya. Lilo menjabat dokter Berta.
"Terima kasih Berta, kau sudah menyelamatkan anak dan istriku" Lilo berkaca-kaca.
"Ya aku berjanji" ucap Lilo sambil menatap haru anaknya.
Dokter Berta mengajak Lilo dan Ibu ke kamar rawat Nana. Lilo langsung mendekati Nana, menciumi tangan istrinya.
"Aku disini sayang, segeralah bangun. Anak kita sudah lahir" Bisik Lilo, ia menahan tangisnya.
"Ayo Nana bangun, jangan bermalas-malasan seperti itu" Ibu ikut membantu menyemangati Nana.
Dokter Berta tersenyum lalu keluar dari ruang rawat Nana, meninggalkan ibu dan Lilo yang menemani Nana.
"Sayang, anak kita laki-laki. Dia sangat lucu" Lilo berbisik lagi, hampir saja air matanya menetes.
Ibu menepuk pundak Lilo lalu menggeleng.
"Kau istirahatlah dulu, biar ibu yang menemani Nana. Bila Nana sudah sadar ibu akan membangunkanmu"
__ADS_1
"Ikuti kata-kata ibu, kau harus fresh saat Nana siuman. Dia akan senang melihat suaminya yang tampan tersenyum manis"
"Baiklah, aku akan menuruti kata-kata ibu" ujar Lilo lalu berdiri dan berbaring disofa.
Ibu menatap Lilo dengan tatapan sedih.
"Nana, cepat bangun. Atau suami tampanmu itu akan berpaling ke ibu" bisik ibu pelan.
♥️♥️♥️
Hari mulai larut, Panda masuk ke dalam kamar rawat Nana. Ia membawakan pakaian Lilo dan Nana. Tak lupa ia membawakan makanan untuk ibu dan Lilo.
"nyonya, silahkan dimakan" Panda mengagetkan ibu yang sedang sibuk dengan ponselnya.
"Aku belum lapar, kau memang anak muda yang baik" ucap ibu sambil memegang lengan Panda. Panda hanya tersenyum.
"Nyonya makanlah dulu, kau harus menjaga kesehatanmu" ujar Panda lagi.
"Baiklah baiklah, aku tak mau membuatmu menjadi memaksaku" Ibu berdiri dari kursi sebelah Nana, Panda tetap berdiri disebelah tempat tidur Nana.
Ibu membangunkan Lilo perlahan, Lilo nampak agak terkejut dan berpikir Nana sudah sadar.
"Jangan khawatir, Nana masih tertidur. Ayo kita makan, butuh banyak tenaga merawatnya" ujar Ibu lalu menyuapkan makanan kemulut Lilo.
Lilo hanya bisa patuh kepada ibu. Ia makan sesuap demi sesuap makanan yang ibu berikan hingga habis.
Panda melihat jari Nana mulai bergerak, kepalanya perlahan menunjukkan tanda-tanda akan siuman. Ia pun segera memberitahukan Ibu dan Lilo.
"Tuan muda sepertinya nona akan siuman" Panda mengagetkan ibu dan Lilo, mereka berdua langsung berjalan cepat ke arah Nana.
"Sayang aku disini, bukalah matamu perlahan" ucap Lilo sambil mengusap kepala istrinya pelan.
Nana perlahan membuka matanya, ia merasakan sakit dibagian bawah perutnya. Nana meraba perutnya perlahan, ia tak bisa merasakan lagi kehamilannya. Ia panik.
"Anakku!!! Mana anakkuuu!!"
__ADS_1