Tuan Muda Yang Tampan

Tuan Muda Yang Tampan
Expert Cinta


__ADS_3

Mata Nana berbinar melihat bayi Amel dan Jeremy, ia berkali mengatakan kalau bayi itu sangat imut.


"Lihat itu, bayi Amel sangat imut"


"Kau sudah dua belas kali mengatakannya" Miko menjawab dengan cuek.


"Tapi memang ia sangat imut"


"Tiga belas" Nana cemberut sambil melirik Miko, ia mencari pembelaan kepada Lilo.


"Apakah kau setuju bayinya sangat imut?" Kata Nana sambil menatap Lilo penuh harap.


"Ya aku setuju, dan itu ke empat belas kalinya kau mengatakan sangat imut" jawab Lilo menggoda Nana.


"Huh kalian sangat menyebalkan" Nana memanyunkan bibirnya.


"Jangan marah sayang, nanti anak kita akan sama imutnya seperti bayi itu" Miko melirik Lilo kesal.


"Menikahlah dan buat anak yang banyak agar tidak mudah iri" Lilo mengatakannya tanpa rasa bersalah.


"Ya ya ya aku akan menikah" Miko melirik Nana.


"Jangan bermimpi kau akan mendapatkannya" Lilo langsung memeluk Nana.


"Kalian ini sangat mudah bertengkar dan kompak dalam waktu yang bersamaan" gerutu Nana dalam hati.


♥️♥️♥️


Lilo mengantarkan Nana ke kantornya, Rachel diminta untuk pulang. Nana ingin menyelesaikan pekerjaannya dan segera pulang. Lilo menunggu Nana dimobil bersama Panda. Lilo heran melihat Panda, ia melihat terus ke arah pintu keluar kantor Nana, memang banyak yang keluar untuk pulang.


"Apa yang kau cari?" Panda merasa tertangkap basah. Ia gugup.


"Ti tidak ada tuan"


"Jujurlah padaku"


"Saya hanya ingin melihat teman saya tuan"


"Teman? Sejak kapan kau memilikinya?" Lilo heran.


"Baru beberapa minggu lalu tuan"

__ADS_1


"Apakah dia seorang wanita?" Lilo bertanya curiga.


"Ya benar tuan"


"Benarkah? Lalu mengapa kau mencarinya disini?"


"Ia bekerja dikantor yang sama dengan nona muda, tuan"


"Apakah dia wanita yang bersama dengan istriku waktu itu?"


"Benar tuan"


"Berhati-hatilah, kau bisa jatuh cinta padanya" Lilo tertawa, ia seperti tidak sadar kata-katanya akan menjadi pisau bila Lana mendengarnya.


"Mengapa tuan berkata seperti itu?"


"Awalnya aku bersahabat dengan istriku setelah menikah, lalu aku jatuh cinta padanya bahkan tergila-gila sampai aku takut siapapun menyentuhnya"


"Apakah jatuh cinta itu akan selalu begitu tuan"


"Ya tentu saja, kau akan merasakan rindu dan cemburu" Lilo berkata seakan-akan ia adalah seorang expert tentang cinta, Panda mengangguk-angguk. Panda sama bodohnya tentang cinta dengan Lilo.


"Rindu? Apakah itu akan menyakitkan tuan?"


"Hahaha kau ini sangat bodoh tentang cinta, kau bertanya kepada orang yang tepat.


Rindu adalah rasa dimana kau ingin bertemu, rasa ingin memeluk dan rasa ingin melihat wajah orang yang kau cintai" Lilo menjawab dengan percaya diri, ia mengcopy kata-kata Lana (lihat di bab Kegalauan Lilo).


"Begitu kah tuan?" Panda berpikir lagi, ia membayangkan wajah seseorang.


"Bagaimana apa kau merasakan rindu?" Lilo penasaran kepada assitennya itu.


"Saya masih belum paham tuan, saya hanya ingin melihat namun belum memiliki keinginan untuk memeluk. Apakah itu bisa disebut dengan rindu?" Kali ini Lilo yang berpikir, ia tak tahu harus menjawab apa. Ia melihat Nana keluar dari kantornya.


"Istriku sudah datang, ayo kita bersiap pulang" Lilo mengalihkan pembicaraan.


♥️♥️♥️


Setelah sampai dirumah, Lilo dan Nana langsung masuk kedalam kamar.


"Apa kau sedang senang sayang?" tanya Nana yang heran melihat suaminya tersenyum dari tadi.

__ADS_1


"Ya, aku merasa seperti orang yang sudah expert dalam percintaan" katanya dengan percaya diri.


"Oh ya?" Nana menanggapi dengan agak malas.


Kau baru saja menyadari cintamu padaku dan kau sudah merasa sangat pandai dalam hal percintaan.


Nana menghela napasnya.


"Tadi Panda bercerita tentang teman wanitanya, ia berkata ia ingin menemuinya" Lilo berkata lagi, Nana berpikir.


"Apakah yang Panda maksud adalah Bella?"


"Ya, wanita berambut panjang yang pernah makan bersamanya dan menumpahkan soda" Lilo tertawa.


"Jadi Panda ingin bertemu dengan Bella?" Nana tidak ikut tertawa, ia merasa khawatir.


"Kenapa kau terlihat senang Panda ingin bertemu Bella? Bukan kah kau berniat menjodohkan Panda dengan Lana?" Nana heran melihat ekspresi suaminya.


"Ya benar, aku akan menikahkan Panda dengan Lana. Apakah itu masalah?" Nana menepuk keningnya melihat kepolosan suaminya.


Apanya yang expert cinta?????


Gumam Nana didalam hati.


"Apakah kau tahu apa artinya jika Panda ingin bertemu dengan Bella?"


"Ya tentu saja, ia merindukannya. Aku benar kan?"Lilo berkata dengan bangga.


"Apa artinya jika seseorang rindu pada orang lainnya?" Nana memancing jawaban suaminya.


"Ya tentu saja, besar kemungkinan ia mencintai gadis itu" Lilo masih berkata dengan nada bangganya, Nana gemas melihat tingkah suaminya.


"Lalu kau akan tetap menikahkan Panda dengan Lana walaupun kau tahu bahwa Panda mencintai Bella?" wajah Lilo berubah.


"Apakah benar Panda mencintai temanmu Bella?" nada bicara Lilo berubah menjadi khawatir.


Nana hanya diam, ia berjalan menuju kamar mandi sambil mengelus perutnya.


Semoga kau tak mendengar apapun yang Papamu katakan


Nana berkata dengan si kecil diperutnya.

__ADS_1


__ADS_2