Tuan Muda Yang Tampan

Tuan Muda Yang Tampan
Oleh-oleh Nana


__ADS_3

Pagi itu Lilo dan Nana sampai dirumah, ia disambut Lana, mami dan ibu. Ibu Nana menginap semalam atas keinginan mami. Nana dan Lilo dijemput oleh Panda.


Bik Yana dan pelayan lainnya membawa barang-barang bawaan Lilo dan Nana masuk membantu Panda, Lana melihat semua bawaan itu dengan mata berbinar.


"Ibu bersyukur kau bisa kembali dengan selamat"


"Iya mami juga senang"


"Yang mana oleh-oleh untukku? Aduuh... " Mami mencubit lengan Lana.


Lilo dan Nana tersenyum, Nana memeluk mami dan Lilo memeluk ibu lalu bergantian memeluk mami dan ibu.


"Ibu kau bagaimana keadaanmu? Apakah encokmu sudah sembuh?" tanya Lilo.


"Tentu saja, dokter tampan bernama Dimas itu sangat baik. Kadang ibu menelponnya walau tidak sakit" Ibu mengatakannya dengan malu-malu membuat Nana kesal.


"Ibu jangan membuatku malu"


"Hahaha memang dia tampan, tapi dia sudah menikah dan memiliki istri" ujar mami membuat wajah ibu kecewa.


"Kita sudah tua, jangan membuat kerutan bertambah dengan jatuh cinta pada pria muda" goda mami, ibu tersenyum malu.


"Aku tidak menyukainya, hanya saja dia lebih menyenangkan untuk ditelpon daripada anak perempuanku yang selalu sibuk bekerja" Ibu melirik sinis kepada Nana. Mami dan Lilo tertawa, Nana memanyunkan bibirnya. Sementara Lana sibuk melihat barang bawaan Nana dan Lilo sambil menebak-nebak yang mana miliknya.


"Sabarlah gadis muda, pasti ada oleh-oleh untukmu" ucap ibu membuat wajah Lana memerah.


"Ibu bisa saja, aku hanya memastikan apakah ibu dan mami dibawakan oleh-oleh juga" Lana beralasan, ibu dan mami menggodanya dengan senyuman.


Nana mengambil sebuah paper bag berwarna merah muda, dan memberikannya kepada Lana.


"Ini untukmu" ujar Nana sambil mengedipkan matanya.


Lana membuka paper bag itu. Matanya berbinar, namun ia mengurungkan niatnya mengeluarkan oleh-oleh Nana karna Panda baru saja turun dari kamar Lilo. Nana dan Lilo tertawa kecil.

__ADS_1


"Tuan semua barang sudah selesai dipindahkan. Apakah ada ayang bisa saya lakukan lagi?" ujar Panda.


"Tunggu, tunggu..." Nana mengambil sebuah paper bag berwarna biru.


"Ini oleh-oleh dari kami untukmu atas kerja kerasmu" ucap Nana. Panda menerima paper bag itu dan membungkukkan badannya.


"Terima kasih nona dan tuan muda"


"Kau boleh kembali ke kantor sekarang, Aku akan mulai ke kantor besok. Aku ingin istirahat sekarang" ucap Lilo, Panda kembali membungkukkan badannya lalu pergi.


Lana berlari ke kamarnya, ia mengeluarkan boneka panda berukuran sedang, berwarna putih hitam, sangat lucu dan lembut.


"Kau akan menemani tidur ku mulai sekarang" katanya sambil memeluk erat bonekanya.


♥️♥️♥️


Nana sudah kembali bekerja pagi ini, Rachel dengan setia menemaninya.


"Kau mengerjakan tugasku sesuai dengan arahan ku kemarin kah, Rachel?" tanya Nana saat perjalanan menuju kantor.


"Oia, aku punya oleh-oleh untukmu" Nana mengambil sebuah kotak didalam tas besar yang dibawanya.


"Aku taruh disini ya, kau boleh membukanya setelah kita sampai dikantor" ucap Nana sambil tersenyum.


Tak berapa lama mereka sampai dikantor. Teman-teman Nana menyambutnya dengan gembira, apalagi mereka melihat Rachel membawa sebuah tas besar ditangannya dan dua buah paper bag berwarna merah muda dan hitam.


"Senang sekali kalian melihatku" kata Nana sambil tersenyum usil.


"Aah perasaanmu saja" ucap Mira sambil tersenyum melirik ke arah Rachel.


"Kak Nana ceritakan bagaimana babymoonmu disana" Bella ikut nimbrung bersama yang lainnya.


"Sudah-sudah kita kerja dulu nanti pak manajer melihat kalian begini malah aku yang dimarahi" ucap Nana, wajah teman-teman terlihat kecewa.

__ADS_1


"Rachel, tolong bawakan tas itu kesini" Nana berkata lagi, teman-temannya langsung mengerubunginya.


"Ini untuk Tasya, ini untuk Mira, ini untuk.... Kony, ini untuk....." Nana membagikan oleh-olehnya. Semua teman-temannya senang menerima hadiah dari Nana.


"Apa tidak ada oleh-oleh untukku?" Bella cemberut tangannya mengadah ke Nana.


"Tentu saja ada, Rachel berikan paper bag berwarna merah muda itu" Rachel memberikan apa yang Nana minta.


"Ini, khusus untukmu" Nana menyerahkan paper bag merah muda tersebut kepada Bella.


Bella membuka oleh-oleh dari Nana dengan wajah sumringah, matanya berkaca-kaca saat membuka hadiah dari Nana.


"Kak Nana, ini bagus sekali. Aku suka" ujar Bella sambil memeluk boneka Panda lucu yang sama dengan yang Nana berikan pada Lana.


"Aku tahu kau pasti menyukainya" Air mata Bella hampir menetes.


"Aku akan membawanya bersamaku nanti" Bella memeluk boneka itu dengan sayang, Nana terdiam.


"Membawanya bersamamu kemana?"


♥️♥️♥️


Panda kembali ke kantor, ia mengecek pekerjaan para karyawan satu persatu dengan teliti. Ia juga melaporkan segala perkembangan dan masalah yang ada di perusahaan kepada Lilo.


"Syukurlah beberapa pekerjaan sudah dapat aku selesaikan, tuan Miko sangat membantuku mengurus perusahaan di kota F. Bahkan dihari pertamanya bekerja ia sudah bisa membasmi beberapa tikus diperusahaan itu" Panda bergumam dalam hati.


Panda melirik paper bag pemberian Nana yang ia taruh di samping meja kerjanya. Ia meraihnya.


"Apa ini?" Tanya Panda saat membuka oleh-oleh dari Nana.


Sebuah Maneki Neko berbentuk kucing dan sebuah Omamori (jimat keberuntungan) berwarna merah. Panda tidak paham dengan oleh-oleh itu, Lalu ia mencari tahu mengenai kedua benda itu di internet.


Panda mengangguk-angguk setelah mengetahui apa makna dari kedua benda tersebut.

__ADS_1


"Nona sepertinya ingin memberikan keberuntungan untukku, tapi keberuntungan untuk apa? Aku bahkan sudah cukup beruntung saat ini" Ia menggaruk kepalanya.


__ADS_2