
"Temani ibu hari ini, setiap hari ibu merasa kesepian. Kau kan masih libur besok, jadi tidak masalah kalau menginap satu hari kan?" Ibu memohon, Lilo dan Nana saling pandang.
"Tapi ibuuu, kami tidak mempersiapkan apapun untuk menginap hari ini"
"Bajumu masih ada beberapa yang ibu sisakan disini"
"Bagaimana dengan Lilo, ia tak mungkin menggunakan bajuku" Nana melirik ke arah Lilo.
"Aku akan meminta Panda membawakan beberapa bajuku" Lilo langsung mengambil ponselnya, Nana melongo melihat jawaban suaminya.
Apa benar ia serius akan menginap dirumah ibu?
Tanya Nana dalam hati.
"Kau sangat baik menantuku" Ibu tersenyum senang kepada Lilo, namun setelahnya dia melirik tajam kepada Nana.
"Apa salahku?" mulut Nana komat kamit tak bersuara ke arah ibu. Ibu diam saja, ia mengajak Lilo ke kamar Nana.
"Ini kamar Nana, memang sempit dan berantakan tapi ibu sudah membereskannya untuk kalian menginap"
Ha? Sepertinya ibu sudah merencanakan hal ini.
Nana melirik tajam ke arah ibu, ibu cuek saja.
Lilo melihat ke sekeliling kamar Nana, ia tersenyum melihat ranjang dikamar Nana yang berukuran single.
"Aaah ibu akan membuatkan makan malam" Ibu segera keluar dari kamar Nana, Nana menghampiri Lilo yang masih melihat ke segala arah kamar Nana.
"Bila kau tidak ingin menginap, aku akan menjelaskannya pada ibu" Nana berbisik.
"Tidak, aku ingin menginap. Aku senang berada dirumah Paman baik hati dan bisa menemani mertuaku sesekali"
"Baiklah bila kau benar-benar tak apa. Tapi ranjangku sangat kecil"
"Ya aku sudah melihatnya, apa kau mau aku memberimu ranjang yang besar untuk kamarmu?"
"Tidaaak tidaak, ranjang besarmu akan membuat kamarku bertambah sempit" Lilo tertawa, ia merebahkan tubuhnya ditempat tidur Nana.
"Kemarilah" Nana menghampiri Lilo. Lilo menarik Nana dan Nana jatuh kebadan Lilo.
"Hari ini aku merasa khawatir"
"Khawatir kenapa?"
"Sepertinya pria itu sangat menyukaimu, dan kau pun sangat suka bersahabat dengannya"
"Maksudmu Miko? Tentu saja aku menyukainya, dia sahabatku"
"Aku juga sahabatmu" nada bicara Lilo agak sewot.
__ADS_1
Ia benar, tapi aku tidak ingin hubunganku denganmu sama dengan hubunganku dengan Miko.
Nana berkata dalam hati.
"Katakan padaku apa kau benar-benar menyukainya?" Nana mengangkat wajahnya, mereka saling memandang.
"Kenapa kau bertanya seperti itu?"
"Aku takut, kau akan lebih memilihnya daripada aku" Nana tertawa kecil.
"Kau menganggapku sahabat kan?" Lilo mengangguk.
"Aku tidak pernah meninggalkan sahabatku"
"Benarkah?"
"Ya, buktinya aku bisa bersahabat bertahun-tahun dengan Miko" wajah Lilo berubah menjadi kesal.
"Apa kau merasa cemburu padanya?"
"Cemburu? Apa itu?"
Nana tertawa, sepertinya Lilo sangat polos untuk hal yang satu itu. Bahkan ia tak sadar bahwa dirinya sedang cemburu.
❤❤❤
Lana merasa bosan, ia ingin keluar rumah. Ia pun bersiap untuk keluar rumah.
Lana malas melihat Panda, ia tidak menghiraukannya. Panda ikut berjalan keluar, dibelakang Lana.
Panda memasukan barang-barang yang diinginkan Lilo. Lana yang sedang menunggu taxi online tanpa sengaja memperhatikan Panda.
Tumben sekali ia menggunakan pakaian kasual
Pikir Lana.
Ya, Panda memakai kaos berkerah dan celana jeans berwarna hitam. Karna ini akhir pekan dan tidak ada jadwal pekerjaan malam itu, Panda tidak menggunakan pakaian kerjanya.
"Apakah nona akan pergi?"
"Apa maumu?"
"Saya hanya bertanya nona, bila nanti tuan muda ingin mengetahui keadaan nona saya bisa memberitahu tuan"
"Katakan aku pergi keluar untuk mencari udara segar"
"Baik nona"
"Lama sekali taxi online ini" Lana mendengus kesal.
__ADS_1
"Apa dia meng-cancelnya!!! Apakah sekarang banyak orang yang tidak butuh uang?"
"Apa nona ingin saya antarkan? Namun saya harus mengantarkan barang-barang tuan muda ke rumah ibu nona Nana terlebih dahulu"
Lana berpikir sejenak.
"Tapi jangan katakan apapun kepada Kakakku, aku tak mau ia salah paham" Panda mengangguk, membukakan pintu mobil untuk Lana. Ya, pastinya gadis sombong itu duduk di belakang.
❤❤❤
Panda sudah sampai rumah ibu Nana dan memberikan barang-barang Lilo, setelah memasukan barang-barang Lilo, Lilo mengantar Panda keluar. Lilo melirik ke arah mobil Panda.
"Kenapa kau tidak mematikan mesin mobilnya?" Lilo curiga. Panda gugup, Lilo dapat membaca ekspresi Panda.
"Apa kau bersama seseorang?" Panda hanya mengangguk.
"Apa itu Lana?"
"Iya tuan"
"Baiklah, jaga ia dengan baik. Jangan katakan padanya aku tahu kau sedang bersamanya" Lilo menepuk lengan Panda lalu masuk ke dalam. Panda membungkukkan badannya.
Panda kembali ke mobil.
"Kenapa lama sekal sih?!!! Aku sampai bosan menunggu" omel Lana.
"Maaf nona, tadi tuan sedikit mengajak saya bicara"
"Apa kakak mengetahui bahwa aku ada dimobilmu?"
"Tidak nona" Panda berbohong.
Mobil Panda melaju, menuju tempat yang tak tentu karna Lana tidak mempunyai tujuan. Ia hanya ingin keluar rumah tapi ia sedang tidak ingin ke mall.
"Apa kau punya tempat nongkrong yang bagus? Aaah mana mungkin kau punya. Dalam hidupmu hanya ada Kak Lilo dan Kak Lilo. Tempat nyaman untukmu adalah perusahaan" Lana mengejek Panda. Panda diam saja.
"Aku ingin minum kopi, antar aku ke caffe yang memiliki kopi yang enak"
"Baik nona"
Panda mengajak Lana ke caffe favoritnya.
"Pesankan aku coffe late dengan krim diatasnya" Lana menyuruh Panda, Panda mengangguk.
Lana melihat tempat itu sedikit ramai, ia memilih duduk didekat jendela yang mejanya memanjang dan kursinya menghadap ke jalan. Ia melihat disebelahnya ada seorang gadis sedang menonton drama sambil bergumam sendiri.
"Pasti orang itu sedang menikmati internet gratis di caffe ini, cih" Lana menganggap remeh gadis disebelahnya.
"Silakan nona" Lana menengok begitu juga dengan gadis disebelahnya.
__ADS_1
"Panda kau kembali lagi ke sini?"
😆😆😆Kira-kira siapa ya?