Tuan Muda Yang Tampan

Tuan Muda Yang Tampan
Cinta #1


__ADS_3

Lilo segera meluncur ke rumah ibu mertuanya, Ia mengetuk pintu dengan keras tapi tak ada jawaban dari dalam.


"Jangan mengetuk keras-keras nanti pintu rumah ibu bisa rusak" Ibu mengagetkan Lilo, ia datang dari belakang Lilo. Ibu membuka pintu rumahnya yang terkunci lalu mengijinkan Lilo masuk.


Lilo masuk kedalam lalu ibu memintanya untuk duduk dan membuatkan teh hangat untuk Lilo. Panda menunggu diluar. Wajah Lilo terlihat muram, ibu bisa membacanya dengan mudah.


"Nana sedang bekerja"


"Ya aku tahu bu, aku ingin bertemu dengan ibu"


"Bertemu dengan ibu? Jangan katakan bahwa kau mulai menyukai ibu, ibu terlalu tua untukmu" Ibu tersenyum malu, Lilo hanya tersenyum melihat tingkah ibu.


"Ibu hanya bercanda, lalu apa yang membawamu ingin bertemu dengan ibu?"


Lilo bangun dari duduknya lalu bersimpuh dikaki ibu. Ibu terkejut, namun Lilo tak mau berdiri.


"Ibu maafkan aku, aku tidak bisa menjaga putrimu dengan baik. Aku terlalu bodoh untuk memahami isi hatinya bahkan karna terlalu bodohnya aku tak dapat membaca hatiku sendiri. Jangan pisahkan aku darinya ibu aku mohoooon" Lilo menangis dengan keras, ibu bingung bagaimana harus menghadapi Lilo.


"Sudahlah, jangan seperti ini. Nana baik-baik saja, ia hanya banyak menangis tapi ibu yakin bukan karna kau saja penyebabnya" Lilo tetap tak mau bangun, ia tetap bersimpuh.


"Ibu ijinkan aku menjaga Nana, berikan aku kesempatan menjaganya dengan baik. Aku tidak akan menyakitinya, aku tak tahu bagaimana hidupku tanpanya" Air mata menetes dari pelupuk ibu, ia merasa sangat senang putrinya yang bodoh dicintai oleh suaminya yang tampan.


"Bangunlah Lilo, biarkan ibu bicara denganmu dalam keadaan tenang" Lilo bangun dan mengusap air mata dengan lengannya. Ia tak mau ibu melihatnya menangis.


"Nana sepertinya sedang dalam keadaan tidak stabil, ibu akan membantumu untuk mengajaknya pulang. Minumlah teh ini" Lilo menurut, ia meminum teh buatan ibu. Rasanya hangat dan menenangkan.


"Apakah ibu mau aku mengganti pintu rumah ibu dengan yang baru?"


❤❤❤


Miko menunggu Nana didepan kantornya.


"Apa sudah lama kau menungguku?"


"Aku baru saja sampai, apa kau ingin makan sesuatu sebelum pulang?"


"Ya aku ingin membeli minuman segar rasa jeruk"


"Baiklah kita akan ke Betamart sebentar" Miko dan Nana berjalan bersama menuju mini market. Nana memilih beberapa minuman rasa jeruk.


"Apa kau akan meminum ini semua?" Miko terkejut melihat minuman yang dipilih oleh Nana dikeranjang belanjaannya.


"Akhir-akhir ini sangat panas, minuman jeruk dapat merubah mood ku menjadi lebih baik" Nana tersenyum.

__ADS_1


"Baiklah kau boleh membeli semuanya" Miko membayar semua minuman yang Nana inginkan. Lalu Miko mengantar Nana dengan mobilnya menuju rumah ibu.


"Ibuu aku pulaang" Nana membuka pintu rumah.


"Mana Miko?"


"Ia langsung pulang, ada beberapa pekerjaan yang harus ia selesaikan dirumahnya" Nana masuk kedalam rumah, ia duduk sambil bersandar diruang tamu.


"Apakah tadi ada yang datang?" Nana melihat bekas cangkir yang belum ibu rapihkan.


"Oia benar, ibu tadi lupa membereskannya. Segeralah ganti bajumu dan bersiap untuk makan malam. Ibu mau keluar dulu untuk membeli garam"


"Baik bu"


Nana masuk ke dalam kamarnya, ia mengganti bajunya lalu masuk ke kamar mandi. Tapi pintu kamar mandi terkunci, seperti ada orang yang sedang mandi didalam. Nana terkejut, ibunya sedang keluar.


"Jangan-jangan ada pencuri" Nana mengambil sapu dan bersiap-siap menunggu didepan pintu kamar mandi.


Pintu kamat mandi terbuka,


"Hiyaaaaat!!!! Pergi kau pencuri apa yang kau lakukan di rumah ibuku!!!" Nana memukulkan sapunya sambil matanya terpejam karna takut.


"Hentikan! Kau menyakitiku dengan sapu itu" Nana seperti mengenal suara itu, perlahan ia membuka matanya.


"Apa kau masih marah?"


"Aku tidak marah, aku hanya tidak ingin kau tidur diruang kerjamu!" Nana tidak mau berbalik melihat Lilo.


"Mengapa kau tidak mengangkat telponku?"


"Aku sibuk"


"Kau membalas pesanku dengan kata-kata singkat"


"Itupun aku juga sedang sibuk"


"Kau menolak untuk bertemu denganku"


"Aku bilang aku sibuk!"


"Kau bahkan tak ingin pulang ke rumah"


"Aku sibuk sibuk sibuk"

__ADS_1


"Kau tak memikirkanku?"


"Aku terlalu sibuk"


"Aku mencintaimu"


"Aku si.. Apa?!!!" Nana membalikkan tubuhnya.


❤❤❤


Lana semakin tidak bisa diam, kakinya sudah hampir sembuh tapi ia menjadi tidak punya alasan untuk digendong oleh Panda.


"Apa aku harus membuat kakiku terkilir lagi?" pikirnya.


"Tidak tidaaak itu sangat sakit, tapi kakiku sudah tidak apa-apa dia tidak akan mau menggendongku lagi" Lana masih berpikir.


"Tapi aku terlalu malu bertemu dengannya semenjak kejadian itu, aku seperti sangat mengharapkan pernikahan itu" Lana menutup mukanya.


Panda datang dan segera menuju kamar Lilo.


"Heii Panda" pertama kalinya Lana memanggil Panda dengan namanya.


"Ya nona" Panda membungkukkan badannya.


"Apa kau masih memikirkan apa yang ku katalan kemarin?" Lana berusaha tetap bersikap judes.


"Memikirkan apa nona?" Nana kesal.


"Apa kau tidak memikirkan kata-kataku kalau aku adalah calon istrimu!" Panda diam sejenak.


"Tidak nona, kau tak perlu khawatir" Panda berlalu masuk kedalam kamar Lilo mengambil beberapa baju Lilo untuk dibawa ke rumah ibu Nana.


"Apaaaa!! Kau benar-benar menyebalkan!" Lana menghentakkan kakinya.


"Aduuhhh Aduuuh" Panda keluar saat mendengar rintihan Lana.


"Apa kau baik-baik saja nona?" Panda langsung berjongkok sambil melihat kaki Lana.


"Ya aku baik-baik saja, aku ingin kembali ke kamarku"


"Apa aku bisa membantumu?"


"Ya tentu saja, kau harus menggendongku"

__ADS_1


__ADS_2