
Mami duduk diruang keluarga sambil minum susu hangat, Lana menemaninya nonton televisi sambil rebahan disofa panjang menikmati cemilan.
"Kau tidak kuliah Lana?"
"Tidak mi, aku sudah semester 8 tinggal skripsi saja" jawab Lana enteng sambil memasukan cemilan kemulutnya.
"Mami melihat kau bermalas-malasan saja akhir-akhir ini. Bagaimana kau bisa merebut hati beruang itu jika kau tidak terlihat seperti calon istri idaman" ledek mami.
"Kalau mami jadi beruang itu mami tidak mau menikah dengan wanita yang hanya bisa duduk manis sambil makan cemilan seperti mu" mami meneruskan kata-katanya.
Lana cemberut, ia bangun dari rebahannya.
"Apa aku harus mengepel lantai atau menyapu seluruh rumah agar terlihat seperti istri idaman?" rengek Lana.
"Itu ide yang bagus, panggil Bik Yana untuk mengambilkanmu kain pel dan sapu" ujar mami semangat.
"Mamiiii!!"
"Mami sebal melihatmu hanya mengeluh sang pangeran beruang sudah berkencan dengan gadis rambut panjang itu. Dia bisa mengajaknya kau pun bisa" Mata Lana berbinar.
"Benarkah aku bisa?"
"Ya tentu saja, itu pun bila kau mau menurunkan harga dirimu" Lana memanyunkan bibirnya.
"Aku tak mau melakukan hal itu! Harga diriku terlalu tinggi" ucapnya sinis.
"Ya sudah, mami tak mau membantumu mendapatkannya karena sudah jelas dia hanya ingin menikah dengan gadis yang dia cintai" Lana bersungut-sungut.
"Pagi mi" Nana baru turun dari kamar tidurnya.
"pagi sayang, kau akan membuat sarapan?" tanya mami.
"Iya mi, mami ingin makan sesuatu?"
"Tidak. Apa Lilo sudah bangun?"
"Sudah, dia sedang mandi" jawab Nana.
"Kemarilah mami ingin mengatakan sesuatu padamu" Nana mendekati mami, mami membisikan sesuatu.
__ADS_1
"Benarkah? Huuuhuuhuuu aku tidak tahu mamii, bila mami tidak memberitahukannya" Nana terlihat sedih.
"Jangan sedih, kita akan membuat kejutan untuknya nanti malam. Kau bisa pulang lebih cepat?" Nana mengangguk.
"Baiklah, mami akan memesan kue tart dan meminta Bik Yana memasak makanan kesukaan Lilo"
"Aku akan menyiapkan hadiah untuknya" Nana bersemangat.
"Tidak perlu, kau hanya cukup mengenakan baju tidur seksi nanti malam. Dia akan senang seperti anak kecil"
Lana pura-pura tidak mendengar kata-kata terakhir maminya.
♥️♥️♥️
Nana memikirkan hadiah apa yang akan dia berikan pada ulang tahun Lilo, ia merasa suaminya itu sangat kaya dan memiliki semua hal yang diinginkan. Ia pun menelpon ibunya.
"Ada apa?" Ibu menjawab telpon Nana dengan nada kesal.
"Kenapa sih ibu tidak pernah menjawab teleponku dengan nada yang manis" rengek Nana.
"Ibu hanya sebal kau tak pernah kesini lagi"
"Ada apa memangnya?"
"Hari ini suamiku ulang tahun Bu, aku dan mami akan membuat pesta kejutan. Aku ingin ibu ikut bergabung, ibu mau kan?"
"Untuk menantuku yang tampan ibu pasti bisa, ibu akan membuat mie panjang umur untuknya" Ibu sangat antusias.
"Terima kasih ibuuu, tapi aku ingin bertanya satu hal pada ibu?"
"Apa?!" Ibu kembali ke nada bicaranya yang sisnis kepada Nana. Nana cuek saja.
"Apakah ibu pernah memberikan hadiah untuk ayah?"
"Tentu saja pernah, ibu ini istri terbaik yang bisa didapatkan oleh ayahmu" Nana sebal mendengar kata-kata ibu, tapi Nana tetap melanjutkan pertanyaannya.
"Apa yang ibu berikan?" Nana bersemangat.
"Ibu hanya memakai baju tidur seksi dan ayahmu sangat senang lalu menciumi ibu" Ibu menjawab dengan yakin.
__ADS_1
"Ibuu, aku serius"
"Ibu juga serius!! Beli lah sesuatu yang kau pikir bisa membuatnya senang, tak perlu banyak tanya! Oia apakah nanti sore ada yang menjemput ibu?"
"Tentu saja, dan sepertinya aku akan meminta Rachel menjemput ibu"
"Apakah bisa bila pria muda tampan yang bernama Panda yang menjemput ibu?"
♥️♥️♥️
Rumah sudah didekorasi untuk pesta kejutan Lilo, hanya keluarga dan beberapa pelayan yang turut serta dalam perayaan itu. Ibu dan mami terlihat kompak menyiapkan makanan untuk makan malam. Lana terlihat sibuk menata kue bersama Bik Yana dan beberapa pelayan.
Tak lama, Lili datang bersama Panda.
"Kejutaaaaan!!!!" Semua tertawa bergembira. Lilo terkejut melihat semua kejutan untuknya.
Nana menghampiri Lilo, mencium pipi suaminya.
"Selamat ulang tahun suamiku sayang"
"Aku tak menyangka kau tahu hari ulang tahunku, pantas saja kau tidak menjawab teleponku hari ini" Lilo membalas mencium pipi Nana, para pelayan yang melihat pemandangan tersebut iri sekaligus senang.
"Tentu saja mami yang memberitahunya"
"Terima kasih mami" Lilo mencium maminya yang masih harus menggunakan kursi roda.
"Ini ibu buatkan mie panjang umur untukmu menantu" Ibu menyuapkan mie untuk Lilo.
Lilo sangat senang semua orang berkumpul untuk merayakan ulang tahunnya. Panda memberikan sebuah kotak untuk Lilo.
"Apa ini?" tanya Lilo heran.
"Sebuah hadiah tak berarti dari saya tuan"
"Jangan bicara begitu Panda, suamiku senang menerima hadiahmu" ucap Nana, Panda hanya membungkukkan badannya tanda berterima kasih.
"Anak muda ayo makan, ibu membuat mie yang enak" Ibu merangkul lengan Panda dan menariknya untuk makan bersama.
Lana yang berniat mengajak Panda makan bersama terlihat kesal, ibu menempel terus dengan Panda hingga ia tak memiliki kesempatan menarik perhatian Panda.
__ADS_1
"Sepertinya kau punya saingan baru" goda Lilo saat mendekat ke Lana sambil ikut melihat ke arah Panda dan Ibu terlihat akrab.