
Mami menunggu Lilo dan Nana dengan bersemangat, ia ingin mengetahui jenis kelamin cucu pertamanya.
"Apa mereka kembar?" ucap mami dengan mata berbinar-binar.
"Kami tidak mengikuti program bayi kembar mi, dan kita juga tidak memiliki riwayat keluarga kembar kan mi" jawab Lilo lalu duduk bersama Nana disofa.
Mami terlihat kecewa mendengar jawaban Lilo, tapi wajahnya berubah kembali.
"Apakah itu anak laki-laki?" mami bertanya lagi.
"dokter Berta mengatakan bahwa si kecil menutupinya dengan pahanya sendiri mi" ujar Nana pelan, agak takut mami kembali kecewa.
"Anakmu masih dalam kandungan sudah mirip sekali denganmu Lilo" ungkap mami.
"Benarkah?" Lilo dan Nana mengatakannya bersamaan, mereka saling menatap lalu tertawa bersama-sama.
"Ya tentu saja, dulu mami melakukan USG hingga tiga kali kau tetap menutupinya. Dan mami baru tahu anak mami laki-laki setelah kau lahir" ujar mami sambil tersenyum mengingat masa-masa ia sedang mengandung Lilo.
"Apakah mami merasa mual atau ngidam sesuatu mi?" Mami menggeleng.
"Mami persis seperti Nana saat mengandungmu, tidak ada mual dan ngidam. Semuanya sama saja dengan tidak hamil, hanya saja mami makan banyak makanan hingga berat badan mami menjadi naik banyak sekali"
"Berat badanku belum naik terlalu banyak mi, tapi dokter Berta bilang tidak apa karna si kecil beratnya cukup" ujar Nana.
"Ya betul, jangan terlalu gemuk karna nanti kau bisa keracunan kehamilan" Mami menepuk punggung tangan Nana.
Nana mengangguk.
"Keracunan? Ayo kita kembali menemui dokter Berta untuk memeriksakan hal itu" Lilo terlihat panik.
♥️♥️♥️
__ADS_1
"Kapan kita bisa mulai membeli perlengkapan si kecil?" tanya Lilo malam itu saat sedang berdua dengan Nana dikamar, Nana baru saja keluar dari kamar mandi menuju tempat tidur tempat dimana Lilo sedang berbaring.
"Kapan saja bisa sayang, aku ingin sekali membeli baju-baju lucu untuk si kecil. Tapi jenis kelaminnya belum ketahuan aku takut bila membeli pakaian berwarna biru dia lahir perempuan begitu pula sebaliknya bila ingin membeli warna pink aku takut dia lahir laki-laki" Nana galau, ia langsung memeluk suaminya.
"Kita bisa membeli keduanya sekaligus, kau tak perlu khawatir. Aku akan membeli semuanya untuk si kecil"
"Aku tidak mau membuang-buang banyak uang untuk itu sayang, banyak yang berkata bayi akan tumbuh cepat dan baju yang ia gunakan saat baru lahir hanya sebentar. Jadi kita tidak perlu membeli banyak baju saat ia baru lahir"
"Begitukah? Beli saja sayang, uangku banyak dan tak kan habis hanya untuk membeli baju untuk si kecil. Bila kau mau aku bisa membeli pakaian si kecil beserta tokonya"
"Sayang kita tak perlu berlebihan seperti itu" Nana menepuk pelan dada suaminya.
"Aku hanya mengingatkanmu, kalau kau punya suami yang memiliki banyak uang"
"Ya aku tahu"
"Aku bahkan tidak ingat pernah memberikan sesuatu untukmu" Lilo mengingat masa-masa sebelum ia benar-benar jatuh cinta pada Nana.
"Kau sudah memberikan aku kebahagiaan dan cinta" Nana mencium pipi suaminya.
"Baiklah, katakan padaku. Apa yang membuatmu jatuh cinta padaku?"
"Aku suka kau yang acuh kepadaku saat itu, dan kau membuatku tertawa. Kadang aku memperhatikan senyumanku yang begitu manis dan membuat kopiku terasa begitu nikmat saat aku mengingat mu"
"Sekarang kau sudah pandai menggombal" Nana menyenggol hidung mancung suaminya.
"Apa kau lelah?" tanya Lilo. Nana mengangguk, ia mulai memejamkan matanya karna merasa sangat nyaman didekapan suaminya.
"Baiklah malam ini aku akan mencoba menahannya"
♥️♥️♥️
__ADS_1
Pagi itu Lilo bangun lebih dulu, Nana terlihat lelah. Lilo segera kekamar mandi dan menyikat giginya. Lilo keluar kamar perlahan-lahan.
"Kau sudah bangun sayang, mana Nana? Apakah dia tidak bekerja?" tanya mami yang sedang menikmati secangkir teh hijau di ruang tamu.
"Nana masih tidur mi" ujar Lilo sambil menuruni anak tangga, ia menghampiri mami dan menciumnya.
"Kau bangun sepagi ini apakah akan ada meeting?"
"Tidak mi, aku ingin membuatkan sarapan untuk Nana"
"Kau suami yang baik" puji mami sambil memegang tangan Lilo.
"Selamat pagi tuan muda, nyonya" Panda datang.
"Kau sudah datang, tunggu aku disitu. Aku ingin membuat sarapan untuk istriku" ujar Lilo, Panda sedikit bingung ia hanya mengikuti perintah majikannya. Mami hanya melihat heran kepada Lilo.
Lilo berjalan ke dapur, ada Bik Yana sedang membuatkan sarapan sehat untuk mami.
"Aku ingin membuat sarapan untuk istriku, kau harus membantuku membuatnya" ujar Lilo sambil terlihat membuka lemari es dan mencari bahan-bahan yang ia perlukan. Bik Yana mengangguk.
"Apa makanan yang istriku suka untuk sarapan?" tanya Lilo.
"Roti panggang dengan madu tuan muda"
"Baiklah, bagaimana cara membuatnya?"
Bik Yana mengajari cara membuatnya, Lilo memperhatikan Bik Yana membuat roti dan mengoleskan madu.
"Ini tuan rotinya sudah jadi"
"Baiklah, selesai sudah aku menyiapkan sarapan untuk istriku" ucap Lilo tanpa berdosa.
__ADS_1
Nana keluar dari kamar, Lilo berniat membawakan sarapan untuk Nana. Nana yang melihat suaminya membawa sarapan untuknya sangat senang, ia bermaksud berjalan cepat dan menghampiri Lilo, namun kaki Nana terselip dengan kaki lainnya dan ia terjatuh dari tangga. Lilo langsung berteriak.
"Tidaak istriku..!!!!"