
Nana sampai dirumah sakit, Rachel masih membuntutinya.
"Dimana Amel?" Tanya Nana saat bertemu Miko.
"Aah kau datang. Dia didalam, suaminya menemani"
"Apa kau yang memberi tahu Jeremy bahwa Amel disini?"
"Tidak, aku bahkan tidak tahu nomor ponsel Amel"
"Lalu bagaimana dia bisa tahu Amel akan melahirkan?" Nana bingung.
Tiba-tiba ada yang datang memegang pinggang Nana lalu mencium pipinya.Ya siapa lagi kalau bukan Lilo yang sengaja ingin membuat Miko panas.
"Kau baru datang sayang?" Tanya Lilo.
"Ya aku baru sampai"
"Kenapa kau tidak masuk kedalam?"
"Miko bilang ada Jeremy yang menemaninya" Lilo mengangguk-angguk ia mengelus rambut istrinya.
"Apa kau sudah makan Nana?" Tanya Miko.
"Belum, aku terburu-buru kemari"
"Baiklah aku akan mentraktirmu, ayo kita ke kantin"
"Heiiii apa kau tidak melihat ada suami temanmu disini? Santai sekali kau mengajak istriku makan"
"Oowh ya ada kauuu, tuan Lilo. Hampir saja aku tidak melihatmu" Nada bicara Miko seperti menantang Lilo berkelahi. Nana menggenggam erat tangan suaminya yang seperti hendak maju akan memulai pertengkaran dengan Miko.
"Oke, traktir suamiku juga ya" Nana tersenyum agak memaksa melihat keadaan yang sebenarnya sudah biasa dia saksikan.
"Apa kau pikir aku tidak punya uang?" Lilo menatap istrinya dengan sewot.
♥️♥️♥️
__ADS_1
"Bisa kah kau berhenti memberikan perhatian yang berlebihan pada istriku?" Lilo bertanya dengan tatapan kesal pada Miko, Nana sedang ke kamar mandi, sedangkan Rachel menunggu di mobil karna ada Lilo disamping Nana.
"Aku sudah memberikan perhatian pada Nana jauuh sebelum kau datang dalam kehidupannya" Miko membalas tatapan Lilo.
"Sekarang ada aku, dia istriku!"
"Apa kau mendengar aku pernah bilang bahwa Nana istriku?"
"Tentu saja itu tidak benar!!"
"Kau tahu itu jadi jangan terus-terusan mengatakan bahwa Nana adalah istrimu, aku tidak tuli dan aku sudah tahu hal itu"
Nana datang, ia melihat tatapan tegang kedua pria yang disayanginya.
"Apa makan siang ku akan lebih menegangkan dari menonton film horor?"
"Tentu tidak Nana, apa yang ingin kau makan?" Miko tersenyum manis pada Nana.
Ciiih, bisa-bisanya dia berubah wajah dalam sekejap
"Siang ini aku ingin soto ayam, apa yang ingin kau makan?" Nana bertanya pada Lilo.
"Aku ingin makanan yang sama denganmu" Lilo menjawab sambil melirik senang ke arah Miko.
"Kau ingin makan juga?" Miko membalas lirikan Lilo.
"Tadi aku bertemu dengan Amel saat sedang makan siang"
"Ceritakan padaku,bagaimana kau bisa bertemu Amel dan membawanya kesini"
"Aku akan ceritakan, tapi sebelumnya aku akan memesankan makan siang kalian"
Setelah memesan makanan Nana dan Lilo, Miko menceritakan urutan kejadian ia bertemu dengan Amel.
"Apa kau memang sangat suka makan dengan istri orang lain" Nana melotot ke arah Lilo.
"Aku tidak sengaja bertemu dengannya, bukan janjian dahulu seperti aku makan siang dengan Nana" Miko menjawab enteng, membuat Lilo kesal.
__ADS_1
"Apa kau tidak punya teman makan siang lain? Misalnya orang yang janjian makan siang denganmu waktu itu" Lilo menyeringai.
Miko langsung teringat gadis yang bertemu dengannya dan langsung jujur bahwa ia memiliki kekasih, lalu pergi saat ia mengatakan akan menolak perjodohan itu.
"Kau seperti infotainment yang ingin tahu segala hal mengenai kehidupanku" Miko tertawa meledek kepada Lilo.
"Bisakah kita duduk tenang dan mengobrol dengan santai?" Nana mulai memanyunkan bibirnya.
"Apapun yang kau mau sayang, dia selalu memulainya" Ucap Lilo dengan manis.
"Tentu saja Nana, asalkan pria ini tidak memancingku untuk meladeni kecemburuannya"
Tatapan Lilo dan Miko bertemu seperti ada aliran listrik disana. Nana hanya menepuk keningnya berkali-kali.
♥️♥️♥️
Mereka telah selesai makan siang dengan segala perjuangan Nana melerai Lilo dan Miko yang terus-menerus saling sindir.
"Jeremy, bagaimana keadaan Amel?" Nana bertanya pada Jeremy yang baru saja keluar dari ruang bersalin.
"Ia sudah melahirkan, anak kami laki-laki" Wajah Jeremy terlihat senang bercampur lelah.
"Syukurlah... Kapan aku bisa melihatnya?" Nana bertanya lagi.
"Tunggu sampai ia dipindahkan ke ruang perawatan"
"Bagaimana anda tahu istri anda ada disini?" tiba-tiba Miko bertanya.
"Aah itu, saat dikantor aku tiba-tiba mengkhawatirkan istriku yang ingin makan siang diluar. Aku menelponnya dan menjawab adalah seorang waitress di tempat makan dekan rumah kami. Aku bertanya padanya dimana istriku dan ia mengatakan ada seorang pria yang membawanya ke rumah sakit. Apa kau pria itu?" Miko mengangguk.
"Terima kasih, kau telah menyelematkan istri dan anakku" Jeremy memeluk Miko, Miko membalasnya.
"Ya tidak apa-apa, aku hanya mengantarkan saja tidak ada sesuatu yang penting" Miko seperti sudah lupa dengan segala jambakan, cakaran dan omelan yang ia terima dari Amel.
"Syukurlah, aku takut istriku akan mengomelimu sepanjang perjalanan dari restauran itu sampai ke rumah sakit. Itu pasti menjadi 5 menit yang sangat menegangkan" Jeremy bernapas lega.
Miko hanya tersenyum menahan segala hal yang ia simpan sendiri sambil berusaha menutupi bekas cakaran ditangannya.
__ADS_1