
Cuti menikah Nana dari kantornya sudah hampir habis. Nana sudah bosan dengan aktivitasnya, bahkan nyonya Jean setiap hari mengajaknya shopping dan membelikan banyak pakaian bagus juga aksesoris untuk Nana. Namun kebiasaan nyonya Jean membiarkan Nana memasak dan membereskan meja makan tidak berubah, bahkan nyonya Jean secara terang-terangan meminta Nana membereskan sendiri kamar Lilo tanpa bantuan pelayan.
"Apa mami benar-benar sayang padaku? Atau itu hanya kamuflase?
Aku takut sebenarnya dia menyiksaku dengan kelembutan dan sikap baiknya" Nana menahan tangisnya.
Tulalit tulalit
"Haloooo" Nana mengangkat telepon di ponselnya.
"Nona muda, bagaimana keadaan anda?" Panda yang menelpon dari Kota F.
"Ya aku baik-baik saja, ada apa kau menelponku?" Nana malas menanggapi Panda.
"Nyonya besar meminta saya menelpon nona muda untuk mengetahui keadaan nona sekarang"
"Hah? Buat apa mami meminta Panda menelponku?" Nana bergumam dalam hati.
"Nyonya ingin tuan muda terlihat memperhatikan nona"
"Heeiiiiii Panda yang bodoooooh!!!! Bisakah kau berbohong sedikiiiit agar hatiku menjadi senang" Nana mengutuk Panda dalam hati.
"Owh begitu, aku baik-baik saja. Katakan pada tuanmu juga bahwa aku baik-baik saja dan tidak kabur kemana pun"
Tutttt
Nana menutup teleponnya karna kesal.
"Si Panda ituuuu, hanya wajahnya saja yang tampan dan lucu tapi tingkah laku dan perkataannya selalu membuatku sebal" Nana menggerutu sambil menghentakkan kakinya.
*** 123 ***
Panda bingung, Nana menutup teleponnya begitu saja.
__ADS_1
"Nona muda baik-baik saja tuan muda"
"Apakah aku menanyakan hal itu kepadamu?" Lilo heran.
"Saya hanya menyampaikan apa yang nona muda katakan"
"Apa yang ia katakan?"
"Owh begitu, aku baik-baik saja. Katakan pada tuanmu juga bahwa aku baik-baik saja dan tidak kabur kemana pun" Panda mengikuti kata-kata Nana ditambahkan dengan cara Nana saat mengatakannya, membuat Lilo tertawa.
"Apa ada yang salah tuan?" Panda bertanya bingung.
"Tidak, aku lihat kau sedikit mirip istriku saat memperagakannya tadi"
Panda bertambah bingung, ia memiringkan kepalanya sedikit sambil berpikir.
"Aku hanya melakukan apa yang tuan minta sepertinya"
*** 123 ***
Tulalit tulalit
Ibu melihat ponselnya, terpampang nama Nana dilayar.
"Mau apa kau menelpon ibu?"
"Aku merindukanmu ibuuuuu" Nana menjawab manja.
"Tapi ibu tidak merindukanmu"
"Ibuuuuuuu" Nana merengek.
"Hahahaha, tentu saja ibu merindukan putri ibu yang bodoh dan gila. Yang setiap hari membuat ibu mengangkat sapu dan spatula.
__ADS_1
Bagaimana? Apakah kau sudah pakai hadiah dari ibu?"
"Su... sudah" Nana menjawab malu.
"Pasti tuan muda itu sudah menidurimu kan.. Hahaha, ibu tahu gaun itu memang pas untuk menggoda tuan muda tampan itu. Ibu yakin nanti cucu-cucu ibu akan tampan seperti ayahnya"
"Ibuuuuuu..." Nana merengek lagi.
"Aku sudah memakainya, tapi aku belum membuatkanmu cucu"
"Hah?!!!! Dasar kau gadis bodoh. Apa yang kau lakukan? Bagaimana mungkin tuan muda tampan itu tidak tergoda dengan baju seksi yang ibu berikan padamu"
"Kami sudah berciuman dan naik ke atas tempat tidur, tapi suamiku harus pergi ke Kota F malam itu dan belum kembali sampai sekarang"
Ibu menepuk keningnya, meratapi kebodohan putrinya yang absolute.
"Kau harusnya menahan suamimu untuk pergi, kalau begini kapan ibu bisa menimang cucu? Kau ingin ibu mati dalam kesepian seperti sekarang hah?!!!!"
"Bukan begitu ibuuuu" Nana makin merengek.
Banyak yang Nana sembunyikan dari ibunya, ia tak mau ibunya khawatir. Bahkan selama di Kota F Nana tidak pernah mendapat kabar langsung dari Lilo, ia mengetahui semua kabar Lilo dari nyonya Jean.
"Heii gadis bodoh, kenapa kau diam?"
"Aku merindukanmu ibu"
Ibu Nana meneteskan air mata, namun ia menyembunyikan kesedihannya.
"Sudah jangan bersedih, ibu baik-baik saja. Besok kau sudah kembali bekerja, istirahat lah dengan baik dan makan dengan baik juga di sana
Ibu tutup teleponnya ya"
Ibu menahan sesak didadanya, ia juga sangat merindukan putri satu-satunya. Tapi ibu tidak mau membuat Nana terlalu memikirkannya, jadi ibu fokus pada usahanya membuat pakaian.
__ADS_1
"Ibu berharap kau bahagia Nana, Ibu tidak menginginkan apapun selain kau hidup baik disana dan dicintai suamimu juga keluarganya"