Tuan Muda Yang Tampan

Tuan Muda Yang Tampan
Memilih


__ADS_3

"Jadiii.. ceritakan kenapa kau pulang dan tidak pernah menghubungiku?" Nana bertanya penuh tatapan sebal kepada Miko lalu menyuap ice cream yang ia pesan.


"Aku sangat sibuk disana, bahkan untuk makan saja kadang aku lupa" Miko cuek saja, ia memakan kentang goreng yang ada dihadapannya.


"Jangan bilang kau melupakanku" Nana memicingkan matanya kearah Miko, Miko gelagapan.


"Mana mungkin aku melupakanmu Nanaaa, hanya kau yang ada dipikiranku selama ini. Aku ingin segera pulang pun karna ingin segera melamarmu" Miko berkata dalam hati.


"Bukan lupa tapi aku terlalu fokus dengan pekerjaanku. Buktinya aku kembali ke Kota ini dan mencarimu kan" tatapan Miko membuat Nana tersenyum.


"Kalau begitu ayok kita makan, makan yang banyak aku yang traktir"


"Sekarang giliran aku yang bertanya, bagaimana kau bisa menikah dalam waktu singkat? Apakah kau menyembunyikan kekasihmu selama ini dariku?" Miko memberondong Nana dengan pertanyaan. Nana langsung gugup.


"Tidak Miko, mana mungkin aku menyembunyikannya darimu. Aku malah tidak sempat menjalin hubungan seperti itu dengannya. Kami bertemu dan memutuskan untuk menikah" Nana tersenyum kecut.


"Lalu apa alasan kau setuju dengan pernikahan ini?"


"Ibukuuu, ia memaksaku untuk segera menikah. Usiaku sudah 27 tahun, dan kedua sahabatku sudah menikah. Jadi ku pikir tidak ada salahnya aku memutuskan menikah dengannya"


"Apakah dia baik? Apakah dia mencintaimu?" Nana bertambah gugup dengan pertanyaan Miko, ia mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Jadi kau tinggal dimana sekarang?"


Miko memegang tangan Nana, Nana terkejut. Miko membisikkan ke telinga Nana.


"Bila aku datang lebih cepat, mungkin aku yang akan melamar dan menikah denganmu" Wajah Nana memerah, ia salah tingkah dan menjatuhkan ice creamnya.


"Se.. sepertinya waktu makan siangku habis. Aku harus kembali" Nana mencoba tersenyum biasa, melepaskan pelan genggaman Miko.


"Jangan lupa akhir pekan ini kita akan bertemu dirumah ibu ku ya, Nana mengingatkan Miko"


"Ya aku tidak akan lupa, bawalah suamimu. Aku ingin berkenalan dengannya"

__ADS_1


Nana masih memaksakan senyumannya, ia mengangguk.


*** 123 ***


Hap


Panda menyuap sandwich yang diberikan oleh tuannya, matanya bersinar


"Enaaaaaaaakkkk..... " tanpa disadari Panda mengucapkan kata-kata itu dari mulutnya dengan keras membuat orang-orang disekelilingnya menoleh. Panda menurunkan wajahnya pelan tanda meminta maaf. Ia lupa sedang berada di kantin perusahaan.


"Apakah benar ini buatan nona muda, namun dari hasil penyelidikan orang-orang ku nona muda tidak dapat memasak" Panda berfikir lagi.


"Tidak mungkin hasil penyelidikan itu salah, aku membayar orang-orang profesional itu untuk memberitahukan kebenaran padaku


Aku pun yakin itu pula alasan tuan muda tidak ingin memakannya" Panda kembali menyuap sandwichnya dengan lahap.


"Semoga besok nona muda membuatkan lagi sandwich ini untuk tuan Lilo, agar aku bisa menikmatinya lagi" Panda mengatupkan tangannya berdoa. (sebegitu enaknya kah sandwich buatan Nana?)


Tulalit tulalit


"Apa ada yang bisa saya lakukan tuan?"


"Menurutmu apakah kita sebaiknya bekerja sama dengan group BPA?"


"Bila mendengar dan menyimak dengan seksama penjelasan manager kemarin, sepertinya cukup meyakinkan tuan"


"Ya aku juga memikirkan hal yang sama denganmu, aku akan memilih group BPA untuk bekerja sama dengan kita. Bagaimana dengan jadwalku? Kapan aku bisa bertemu lagi dengannya?"


"Sepertinya minggu depan tuan memiliki jadwal yang kosong, apakah tidak apa bila kita lakukan meeting itu minggu depan?"


"Atur waktunya dengan baik, adakan pertemuan di perusahaan ini"


"Baik tuan"

__ADS_1


Lilo sedikit risih dengan sisa mayones dibibir Panda.


"Sebelum keluar bersihkan mulutmu" Panda terkejut, ia terlalu menikmati sandwichnya sampai tidak sadar ada sisa mayones.


*** 123 ***


Nana selesai dengan pekerjaannya, ia bersiap untuk pulang.


"Ka Nana, kaka pulang naik apa?" Bella berjalan bersama Nana menuju lift sambil bergelayut di lengan Nana.


"Seperti biasa, aku akan naik taxi online tapi sebelumnya aku ingin ke minimarket"


"Aku ikut ya ka" Nana mengangguk.


Nana dan Bella menuju minimarket, tanpa sengaja Panda melihat Nana dan menghentikan mobil yang ia kendarai membuat Lilo heran. Panda langsung keluar dari mobil dan menemui Nana. Nana terbelalak, Bella memerah melihat wajah Panda yang tampan.


"Panda, apa yang kau lakukan disini? Apakah tuan mudamu yang menyuruhmu ke sini?" Nana melihat ke arah mobil Lilo.


"Tidak nona, saya melihat nona dan ingin mengucapkan terima kasih atas bekal yang nona berikan" Panda menundukan kepalanya.


"Bekal? Ooo kau yang memakannya?" Nana sedikit kesal.


"Benar nona dan rasanya sangaaaaaat enak" Panda menunjukan ekspresi yang lucu, Nana tertawa. Bella tidak dapat mengalihkan pandangannya dari Panda.


"Kalau kau suka besok akan ku buatkan untukmu" Nana berkata dengan nada sedikit kesal.


"benarkah nona?" Mata Panda berbinar, Nana ingin tertawa geli melihatnya.


"Ya ya benar, sudah kembali sana ke tuan mudamu. Aku lihat wajahnya kesal kau meninggalkannya sendiri di mobil" Nana melirik ke arah Lilo.


Panda membungkukan badannya. Tiba-tiba ada yang memeluk Nana dari belakang.


"Miko..... "

__ADS_1


"Apakah dia suamimu?" Miko berkata tanpa melepaskan pelukannya di leher Nana sambil memandang kearah Panda.


__ADS_2