
Ada yang aneh dengan Bella, ia tampak murung beberapa hari terakhir. Saat makan siang Nana mengajak Bella bicara.
"Kau sepertinya berbeda akhir-akhir ini" kata Nana sambil memasukan kentang goreng kedalam mulutnya.
"Aaah tidak ada yang beda kok Kak, biasa-biasa saja" Bella berkelit.
"Kau bohong yaaa" Nana tertawa kecil sambil menggoda Bella.
"Tidak Kak, aku tidak apa-apa"
"Apa ini hanya perasaanku saja ya, kau terlihat tidak bersemangat seperti biasanya. Kan kau adalah gadis paling ceria dikantor" ucap Nana menghibur Bella. Bella tersenyum kecut.
"Aku hanya sedang bosan Kak, rasanya aku rindu pada nenekku di kota C" Bella menatap Nana dengan pandangan sedih lalu mengalihkan pandangannya ke minuman yang ada didepannya.
"Benarkah? Tidak biasanya kau merindukan nenekmu sampai ingin ke sana. Bukankah kau sering video call dengannya?" Bella mengangguk.
"Tapi rasanya berbeda dengan bertemu langsung Kak" Tiba-tiba air mata Bella jatuh. Nana tahu ada yang tiidak beres.
"Ayolah ceritakan padaku, jangan kau simpan sendiri" Nana menggenggam erat jemari Bella, Bella hanya menggeleng sambil terus mengusap air matanya yang tidak berhenti jatuh.
"Bella, jangan begitu. Aku ini kan kakakmu, jangan membuatku menjadi seseorang yang buruk karna membiarkanmu sedih seperti ini" Nana mendekati Bella, ia memeluk Bella.Tangis Bella semakin tak terbendung.
"Katakan padaku perlahan, apa yang kau rasakan" Bella masih saja menggeleng.
"Apa ini ada hubungannya dengan Panda? Jika ya kau cukup mengangguk saja" Bella mengangguk, ia membenamkan wajahnya dipundak Nana. Nana mengusap punggung Bella.
"Ya sepertinya dia pun sedang bimbang" Nana paham juga isi hati Panda, ia tidak bisa menyalahkan Panda seutuhnya karna memang Panda dihadapkan pada pilihan yang sulit.
"Sudah jangan menangis, ada aku disini" Nana berusaha menenangkan Bella.
__ADS_1
"Apa kau masih menyayanginya?" tanya Nana, Bella mengangguk.
"Kau hanya harus memutuskan sesuatu, bertahan untuk mencintainya atau menyerah kalah. Namun keduanya akan memiliki resiko masing-masing. Bila kau memilih bertahan kau harus siap jika memang dia tidak memilihmu, namun bila kau menyerah artinya kau hanya menyia-nyiakan waktu juga perasaan mu selama ini" Nana memberi saran.
"Aku bingung Kak, aku tidak mau membuat Panda bimbang" Bella sesegukan.
"Tidak, dia akan menemukan jawabannya nanti. Kau tidak bertanggung jawab atas hatinya, kau hanya cukup mempedulikan hatimu" Bella menatap Nana, terlihat Nana sangat bersemangat.
"Kau sangat hebat waktu mengatakannya Kak Nana" ujar Bella sambil bertepuk tangan.
"Yasudah jangan menangis lagi, besok pagi aku akan berangkat bulan madu. Kau harus lebih bersemangat ya!"
♥️♥️♥️
Disisi lain, Lana juga sedang galau tingkat dewa. Ia seperti orang yang tidak nafsu makan dan banyak menghela napas.
"Apakah mami serius?" Lana menatap serius ke arah mami, mami terkekeh.
"Tentu saja tidak sayang, mami hanya pusing melihatmu tidak nafsu makan akhir-akhir ini. Apakah pria bodoh bernama Zacky itu mengganggumu lagi?"
"Jangan sebut namanya mami.. Aku merasa tenggorokanku kering saat mendengar namanya" ujar Lana sambil mendengus kesal.
"Jadi apa yang membuatmu seperti ini?Jangan membuat mami bertanya-tanya dan menduga yang bukan-bukan!"
"Mamiiii, jangan berpikir yang aneh-aneh tentangku" rengek Lana.
"Mami tidak berpikir macam-macam. Mami hanya berpikir satu hal yang mungkin menjadi beban pikiran mu" Lana terhenyak.
"Apa mami berusaha menerawang ku seperti Ki Roso Pintar?" Mami terkekeh.
__ADS_1
"Tidak sayang, mami hanya menerka-nerka saja. Apa ini berhubungan dengan pembicaraan kita dengan beruang itu?" Lana terkejut mami bisa menebak dengan sangat tepat. Namun Lana diam saja.
"Kenapa mami berpikir sampai ke situ?"
"Ya siapa tahu kau memikirkan kata-katanya yang masih bimbang dengan perasaannya sendiri"
"Mami benar, aku memikirkannya" Lana menunduk.
"Apakah ada wanita lain selain kau didekat Panda saat ini?" tanya mami, Lana mengangguk.
"Bagaimana bisa? Bukankah Panda hanya dekat dengan kakakmu saja" Mami mencoba menelaah apa yang terjadi.
"Aku juga tidak tahu mi, tapi sepertinya wanita itu mengenal Kak Nana"
"Nana? Tapi mana mungkin dia sengaja menjodohkan beruang itu dengan gadis lain sementara dia tahu Panda akan dijodohkan denganmu" Mami mulai berpikir lagi.
"Wanita itu bersikap sangat baik pada Panda mi, berbeda denganku yang selalu memarahinya tanpa sebab karna ingin mengambil perhatiannya" Lana menghampiri mami dan memeluknya.
"Terkadang kita melakukan hal-hal bodoh saat jatuh cinta dan menyalahkan orang lain yang bertindak benar mendahului kita. Ya begitulah manusia, akan menyesal dengan sikap yang sudah diambil setelah sesuatu yang kita inginkan tak dapat dimiliki" Mami mengelus kepala Lana.
"Lana memang bodoh mi, Lana membuat Panda tidak nyaman dengan tingkah laku Lana" air mata Lana mengalir deras.
"Sudah sudah jangan menangis, lebih baik kau makan yang banyak. Butuh tenaga lebih untuk memenangkan hati Panda" Mami memberi semangat.
Lana mengangguk, ia mengusap air matanya dan tersenyum.
"Apakah besok pagi Kak Nana dan Kak Lilo jadi berangkat babymoon mi?"
"Ya sepertinya begitu, Nana sangat senang. Tapi mami sudah mewanti-wanti pada Kakakmu untuk tidak membuat Nana begadang dan kelelahan selama mereka pergi. Bila terjadi apa-apa pada Nana dan cucu mami, akan mami pukul kakakmu dengan tongkat kayu"
__ADS_1