
Lana dan Panda didalam situasi yang sangat canggung, disatu sisi Panda sangat segan mengajak Lana bicara karna Lana adalah adik dari bosnya. Dan disisi lain Lana sangat menjaga gengsinya dengan menutupi semua perasaannya.
Tiba-tiba perawat datang ingin memeriksa keadaan Panda.
"Selamat siang tuan Panda, apakah anda sudah merasa baikkan?" sapa perawat wanita yang masih muda itu, Lana melirik sinis.
"Saya merasa baik suster, apakah saya sudah diperbolehkan pulang sore ini?"
"Tuan baru saja masuk hari ini, kami harus melakukan observasi lebih dalam untuk memastikan tuan baik-baik saja. Bila hasilnya bagus paling cepat besok sore tuan bisa keluar dari rumah sakit ini" Lana makin sebal melihat perawat itu sok akrab dengan Panda.
"Baiklah, terima kasih suster" Panda tersenyum, perawat itu salah tingkah.
"Bila sudah selesai kau boleh keluar" Lana mengusir perawat itu dengan nada judes. Perawat itu melirik sinis kepada Lana.
Siapa wanita sombong ini? Menyebalkan sekali
Pikir perawat itu.
"Kalau kau bertanya dalam pikiranmu siapa aku, aku adalah calon istrinya!" perawat itu terkejut Lana bisa membaca pikirannya.
"Saya sudah selesai, saya permisi tuan, nona" perawat itu keluar dengan wajah malu dan menahan tangisnya.
"Huh apa-apaan dia melihatmu seperti akan menerkam"
"Aku tidak melihat seperti itu, dia sangat ramah pada saya dari awal saya datang nona"
"Apa!!! Dan kau sepertinya sangat senang melihat suster centil itu disini" Lana berkata acuh tak acuh, terselip cemburu pada kata-katanya.
"Kenapa nona terlihat kesal? Apakah nona lapar?" Lana sadar, ia menunjukkan hal yang tidak seharusnya.
Untung saja kau sebodoh Kak Lilo mengenai hal ini, kalau tidak aku tak tahu mau aku taruh dimana wajahku ini
Lana bersyukur dalam hati.
"Ya aku lapar, dan aku ingin memakanmu!"
♥️♥️♥️
__ADS_1
Keesokan harinya Panda mulai merasa lebih baik, ia melihat ibu sedang tidur siang disofa.
"Nona muda sangat beruntung memiliki ibu yang sangat baik dan perhatian padanya" gumam Panda.
Cekrek..
Pintu kamar Panda terbuka, Nana dan Lilo datang untuk menjemputnya pulang.
"Bagaimana keadaanmu?"
"Saya sudah jauh lebih baik tuan" Panda menundukkan kepalanya tanda memberi hormat pada Lilo dan Nana.
"Aku bersyukur kau sudah segar kembali Panda. Sebelum kau pulang sebaiknya kau mengganti pakaianmu dulu" kata Nana sambil menyodorkan pakaian yang ia bawakan untuk Panda.
"Terima kasih nona, maaf sangat merepotkan anda" sekali lagi Panda menundukkan kepalanya memberi hormat.
"Sudahlah jangan sungkan, kami adalah keluargamu" Nana tersenyum.
Panda beranjak dari tempat tidurnya perlahan, Lilo berada disebelahnya berjaga-jaga agar Panda bisa menjaga keseimbangannya.
"Aku hanya berjaga-jaga atau istriku yang cantik itu akan memarahi ku bila kau terjatuh" Lilo melirik iseng kepada Nana, Nana membalas senyuman Lilo sambil memberi kode ciuman dari bibirnya.
Ibu yang mendengar suara orang mengobrol terbangun.
"Aah kalian sudah datang, kenapa tidak membangunkan ibu" Ibu mengucek matanya.
"Ibu tidur sangat lelap, sedangkan Panda terjaga siang ini. Aku jadi bingung siapa yang menjaga siapa disini" kata Nana sambil menggoda ibunya.
"Ibu ketiduran, AC diruangan ini cukup dingin dan nyaman. Kalau bisa nanti malam ibu akan menjaga Panda lagi"
"Tapi Panda sudah sehat ibu, sore ini dia sudah bisa pulang" Lilo menjelaskan.
"Cepat sekali anak muda itu sehat, ibu baru merasakan kenyamanan tidur disini. Apa dia tidak betah dirawat disini?" tanya ibu polos.
"Ibuu, Panda sudah sehat. Lagipula siapa yang betah harus berada dirumah sakit lama-lama, semua orang ingin punya tubuh yang sehat Bu" Nana menjelaskan dengan sedikit kesal pada ibunya.
"Tapi ibu betah disini"
__ADS_1
"Ibuuu kau membuatku malu..."Nana merengek, Lilo menahan tawanya.
"Bila ibu mau aku bisa memasangkan AC dirumah ibu dan membelikan sofa yang nyaman seperti dirumah sakit ini" ucap Lilo.
"Benarkah?" Mata ibu berbinar.
"Ibuu, jangan membuatku bertambah malu" Lana sedikit menghentakkan kakinya.
"Tidak apa sayang, aku juga belum pernah memberikan apa-apa pada ibumu sebagai ucapan terima kasih karena telah menikahkanmu denganku" Lilo memeluk Nana dari belakang, Nana cemberut.
"Kau benar baik-baik menantuku yang Tampan, tidak seperti Nana yang selalu menghitung setiap aku ingin membeli sesuatu" Ibu melirik sinis pada Nana.
"Ibuuuu"
♥️♥️♥️
Nana dan Lilo mengantar Panda sampai ke apartemennya, lalu mengantar ibu pulang.
"Aku lelah hari ini" Lilo merebahkan tubuhnya ditempat tidur setelah sampai dirumah dan langsung masuk ke kamar bersama istrinya.
"Kau tidak ingin makan malam ini sayang?" Nana menaruh tasnya lalu menghampiri suaminya.
"Aku sangat ingin memakanmu" Lilo menatap istrinya dalam, lalu memeluknya. Nana membalas pelukan suaminya.
"Sabarlah sayang, ini hanya sementara kau hanya perlu bersabar sedikit lagi" Nana membenamkan kepalanya didada suaminya.
"Kau sangat wangi dan sentuhanmu membuatku gila"
"Apakah kau akan tidur diruang kerjamu setelah ini?"
"Tidak sayang, aku akan menahannya agar tetap bisa dekat denganmu dan si kecil. Kalian membuatku betah dikamar ini" Nana senang mendengar kata-kata suaminya.
"Terima kasih sayang, aku merasa sangat senang saat ini" Nana mengecup kening suaminya, Lilo juga mencium kening istrinya lalu menautkan bibirnya dengan bibir istrinya.
Tiba-tiba Lilo menghentikan tautannya,
"Sayang.. maafkan aku. Aku harus ke kamar mandi"
__ADS_1