Tuan Muda Yang Tampan

Tuan Muda Yang Tampan
Babymoon #4


__ADS_3

Bunga dan Miko sudah sampai dikamar hotel. Bunga terlihat lelah.


"Apa kau ingin langsung tidur?" Miko bertanya agak sedikit takut, ia mengingat ancaman Bunga.


"Tidak juga, aku ingin duduk sebentar sambil minum secangkir teh hangat. Aku ke kamar mandi dulu ya" Bunga berjalan ke kamar mandi sambil merentangkan tangannya untuk menghilangkan rasa pegal.


Miko menghela napas lega, beberapa menit kemudian bunga keluar. Ia sudah mengganti pakaiannya dengan kaos yukensi berwarna pink muda dan celana pendek berwarna hitam. Rambutnya diikat seperti buntut kuda.


"Apa kau tidak ingin ganti baju Miko?" tanya Bunga, Miko hanya mengangguk dan segera berjalan menuju kamar mandi. Bunga menatap Miko dengan heran.


Bunga membuatkan dua cangkir teh panas, setelah Miko berganti pakaian keduanya duduk berdua mengobrol di kursi yang berada dekat jendela kamar.


"Minumlah" Bunga menyodorkan secangkir teh untuk Miko sambil tersenyum.


"Terima kasih" Miko menerima cangkir pemberian Bunga, Miko yang agak salah tingkah langsung meminum tehnya.


"Aduh..." Miko menyemburkan tehnya.


"Maaf maaf aku lupa bilang kalau teh itu masih panas" Bunga mengambilkan tissue untuk Miko dan membantu Miko membersihkan mulutnya.


Miko memegang tangan Bunga dan menatapnya dalam-dalam. Bunga terkesima dengan tatapan Miko.


"Ada apa?" Bunga bertanya heran.


"Aku menunggu hukuman yang akan kau berikan padaku" ungkap Miko jujur, Bunga tertawa kecil. Kemudian dia melepaskan pegangan tangan Miko lembut lalu duduk kembali ke kursinya.


"Aku hanya bercanda" Bunga masih tertawa, Miko menatap heran kepada Bunga.


"Apa kau tidak marah atau cemburu?"


"Aku tidak memiliki kesempatan untuk cemburu kepada Kak Nana, karna kita tidak pernah bisa menebak kepada siapa kita akan jatuh cinta. Dia wanita yang polos dan baik. Sangat tidak adil bila aku memaksa kau untuk tidak memperhatikannya" Bunga berkata sambil tersenyum, matanya memandang keluar jendela. Miko hanya bisa menatap Bunga penuh haru.


"Tapi jangan coba-coba untuk perhatian ataupun dekat dengan wanita lain selain Kak Nana, atau kau akan melihat taring dan tandukku keluar!!!" Seketika wajah Bunga cemberut dan melirik sinis ke arah Miko seperti anak kecil yang sedang ngambek, Miko hanya bisa mengangguk berkali-kali tanda paham.

__ADS_1


♥️♥️♥️


Pagi itu Nana masih ditempat tidur namun mata dan tangannya sudah berkutat dengan ponselnya, ia sedang melihat-lihat destinasi wisata yang bagus dinegara itu.


"Aku ingin ke taman bermain, aku melihatnya di internet kemarin dengan Bunga. Ku mohooon" Ujar Nana sembari memberikan tatapan melasnya kepada Lilo yang sedang duduk sambil menatap laptopnya.


"Tidak sayang, disana kau akan berjalan terus dan menaiki wahana yang membuatmu lupa bila ada si kecil diperutmu" jawab Lilo sambil menunjuk perut Nana, namun matanya terus memandang laptop karna ia harus terus berkoordinasi dengan Panda.


"Ini hari terakhir kita disini, nanti sore kita sudah kembali" Nana merengek.


"Tidak sayang, tidak. Lebih baik kita berenang saja" Lilo masih menggeleng, Nana cemberut memanyunkan bibirnya.


"Kalau begitu aku akan menelpon Miko, dia akan setuju denganku" Nana menelpon Miko, Lilo diam saja dan melanjutkan pekerjaannya.


Nana terlihat kesal dan menutup telponnya.


"Bagaimana bisa kalian kompak dalam hal melarangku?" Nana melempar ponselnya ke dekat kakinya.


"Sudahlah sayang, ayo kita bersiap untuk berenang? Atau kau ingin hari terakhir kita disini kita habiskan berdua saja dikamar?" Lilo melihat ke arah Nana sambil menyeringai.


♥️♥️♥️


Bunga dan Nana sangat senang bermain air di kolam renang private yang menjadi fasilitas hotel itu. Lilo dan Miko hanya duduk di kursi panjang yang ada dipinggir kolam.


"Aku senang kau tidak setuju dengan keinginan istriku untuk pergi ke taman bermain" ujar Lilo, Miko melirik kearah Lilo. Ia memastikan tidak ada tanda-tanda awal dari perdebatan.


"Ada apa kau melirikku seperti itu? Aku serius mengatakannya tanpa maksud apapun" Lilo berbicara dengan serius, Miko melepaskan kecurigaannya.


"Ya tentu saja aku menolaknya, karna itu akan membuatnya lelah" jawab Miko singkat.


"Kau membuktikan cintamu padanya, dengan tidak serakah mengikuti segala keinginannya" Miko menatap Lilo, ia tak percaya Lilo mengatakannya.


"Ya, aku mencintai Nana dengan sepenuh hatiku. Namun saat ini dia sudah memiliki seseorang yang lebih bisa menjaganya dan mencintainya dengan baik. Itu adalah sesuatu yang berharga untukku"

__ADS_1


"Bila kau masih mencintai istriku mengapa kau menikahi wanita itu?" Lilo bertanya penuh tanda tanya.


"Aku berkompromi dengan hidupku, aku tidak mungkin merebut Nana dan membuatnya menderita jauh darimu. Aku harus mencari kebahagian ku sendiri" Miko tersenyum lalu naruh kedua tangannya dikepala dan menutup matanya.


"Aku lihat dia adalah wanita yang baik, bahkan ia tetap bisa mengakrabkan diri dengan wanita yang kau cintai" ucap Lilo sambil melihat Nana dan Bunga yang asyik bermain air sambil bercanda.


"Itu yang menjadi salah satu alasanku menikahinya selain sedikit paksaan ibuku pastinya" Miko terkekeh.


"Ya begitulah para mommy" Lilo ikut terkekeh.


"Namun merasa sangat beruntung bertemu dengannya, ia seperti sahabat yang baik untukku" ucap Miko lagi sambil menatap Bunga.


"Bersahabat lah dengannya, lalu kau akan merasakan cinta yang sebenarnya" lagi-lagi Lilo merasa dirinya expert dalam percintaan.


"Hahahaha kau mengatakan itu seolah-olah aku tak tahu kebodohan apa yang kau lakukan pada Nana dulu"


♥️♥️♥️


Sore harinya mereka bersiap untuk kembali ke negaranya.


"Apa kalian yakin tidak ingin pulang bersama kami?" tanya Lilo, saat Miko dan Bunga lebih memilih pulang dengan penerbangan biasa.


"Ya karna kami akan langsung pulang ke kota F dan mengurus segala kebutuhan kami disana, terima kasih atas kepercayaannya tuan Lilo"


"Apa ini?" Nana bertanya heran.


"Nanti aku akan menceritakannya dirumah" Lilo mengusap rambut Nana yang ada ada dirangkulannya.


"Baiklah, kita akan segera bertemu lagi saat kau melahirkan Nana"


"Selama itu?" Nana bertanya heran.


"Bila kau rindu padaku, kau bisa menelponku" sahut Miko sambil terkekeh.

__ADS_1


"Aku mulai menyesal mengajakmu bergabung di perusahaan ku" Lilo terlihat kesal.


__ADS_2