Tuan Muda Yang Tampan

Tuan Muda Yang Tampan
Merona Merah


__ADS_3

Mohon maaf ya Up jadi terlambat karna masih dalam tahap review... 😁😁Tapi akan selalu berusaha untuk Up setiap hari...


Nana dan nyonya Jean sampai dirumah, Nana minta ijin untuk langsung istirahat di kamarnya. Nana sangat lelah karna nyonya Jean mengajalnya berkeliling mall setelah pulang dari rumah sakit.


"Akhirnya aku bisa istirahat" Nana merebahkan badannya di sofa yang ada dikamar Lilo. Ia melihat ke tas belanjaannya, nyonya Jean membelikan banyak baju tidur sexy untuk Nana. Nana mengangkat salah satu baju pemberian nyonya Jean, ia bergidik melihatnya.


"Ini lebih terbuka dari pemberian ibu waktu itu, aku sangat malu untuk memakainya" Nana memelas.


Tulalit tulalit


Terpampang nama Miko disana.


"Hallo"


"Nana, kenapa kau ijin pulang cepat hari ini? Apakah kau sakit?" nada bicara Miko terdengar khawatir.


"Tidaak aku tidak apa-apa, hanya ibu mertuaku minta diantarkan ke rumah sakit untuk check up"


"Kau tidak berbohong kan?"


"Tidak Mikoo, kau tidak perlu khawatir. Emmm bagaimana kau tahu aku sedang tidak ada dikantor?"


"Aku menjemputmu dikantor tadi, tapi temanmu Bella mengatakan kau sudah pulang dari siang tadi"


"Hahaha jadi ada apa kau menjemputku?"


Nana asik bertelponan dengan Miko, sambil sesekali bercanda dan tertawa. Tanpa ia sadari Lilo sudah pulang dan membuka pintu kamar. Lilo mendapati istrinya sedang asik dengan ponselnya sambil tertawa.


"eheeeeem... "


Nana menoleh, ia terkejut dan langsung menutup teleponnya.

__ADS_1


"Miko suamiku sudah pulang, aku tutup ya. Bye" Nana ingin menyambut kedatangan Lilo. Tapi Lilo langsung merebahkan badannya disebelah Nana.


"Apa kau ingin langsung mandi? Aku akan menyiapkan air hangat untukmu" Nana beranjak dari sofa.


"Tidak" Lilo menjawab dengan datar, entah mengapa wajah Lilo terlihat sedih.


"Apa kau baik-baik saja?" Nana duduk didekat Lilo. Lilo menoleh ke arah Nana, wajahnya sangat sedih. Nana ingin memeluknya tapi Nana terlalu takut.


Tiba-tiba Lilo menaruh dahinya dipundak Nana, Nana terkesima.


"Ada apa? Apa kau lelah?" Lilo hanya menggeleng.


"Bagaimana kalau kau mandi, aku akan menggosok punggungmu. Sekarang aku akan menyiapkan air hangat untukmu" Nana menghibur Lilo. Lilo mengangkat wajahnya, Nana tersenyum lalu berjalan ke kamar mandi. Tak lama ia kembali dan menarik tangan Lilo.


"Mandilah bersamaku" wajah Nana merona merah, Ia mengangguk malu.


*** 123 ***


"Coffee late panas"


Tak lama pesanannya datang, Panda duduk di salah satu kursi yang ada disana.


"Tuan muda sepertinya sedih karna nyonya besar akan berangkat ke luar negeri dalam waktu lama. Raut wajahnya sangat sedih" Panda tiba-tiba teringat pada Lilo yang sepanjang perjalanan pulang hanya diam saja.


"Semoga operasi nyonya besar berjalan lancar dan nyonya bisa kembali dalam keadaan lebih baik" Panda mendoakan.


"Kaaau, kauuu itu assisten suami Ka Nana kan?" Panda dikagetkan dengan suara yang sangat asing baginya. Panda menoleh, ia memiringkan wajahnya menandakan kebingungan.


"Haiiii aku Bella" Bella mengulurkan tangannya.


"Apa saya mengenal anda nona?" Panda heran.

__ADS_1


"Aku teman kantor ka Nana" Bella tersenyum, dalam hati Bella sangat gugup. Tapi ia merasa ini kesempatannya untuk berkenalan dengan Panda. Panda membalas mengulurkan tangan kepada Bella.


"Apa yang kau lakukan disini?" Bella duduk disebelah Panda tanpa ijin.


"Saya hanya sedikit merelaxkan pikiran saya setelah bekerja" Panda meminum sedikit kopinya tanpa menoleh ke arah Bella yang sedari tadi memperhatikan Panda.


"Oooowh begitu, berarti kau sama denganku" Bella menjawab bersemangat. Panda menoleh ke arah Bella dan tersenyum sedikit.


"Aaaaaaah tampaaaaannyaaaaa" Bella berteriak dalam hati.


Bella seperti kehabisan kata-kata, Panda pun hanya diam saja. Setelah selesai meminum kopinya Panda pamit kepada Bella.


"Nona Bella terima kasih telah meluangkan waktunya, saya pamit" Panda membungkukan wajahnya, meninggalkan Bella. Bella mempercepat menghabiskan minumannya, lalu mengejar Panda.


"Tuan, siapa namamu?" Bella sedikit berteriak. Panda menoleh.


"Nama saya Panda nona" Bella tersenyum, merasa tidak ada lagi yang penting Panda masuk ke dalam mobilnya dan berlalu pergi.


"Dia dia sangaaaaat tampan dan menggemaskaaan" Bella memegang pipi dengan kedua tangannya, hatinya merona merah karnanya.


*** 123 ***


Beberapa hari kemudian, nyonya Jean dan Lana sudah siap untuk berangkat ke negara JK.


"Kau tidak usah sedih, mami kan baik-baik saja. Buatlah cucu untuk mami sesering mungkin, saat mami pulang mami ingin mendengar kabar bahagia dari kalian berdua" Nyonya Jean memeluk Lilo, sangat terlihat putranya sedih dan khawatir.


"Nana, jagalah Lilo untuk mami ya. Mami akan segera pulang" Mami mencium kening Nana lalu memeluknya. Nana mengangguk, ia juga merasakan kesedihan Lilo.


"Mami berangkat yaa" nyonya Jean dan Lana sudah berada di dalam mobil, melambaikan tangan pada Lilo dan Nana. Nana memegang lengan Lilo untuk menguatkannya.


Nana sudah berjanji pada nyonya Jean untuk cuti hari ini agar dapat menemani Lilo dirumah.

__ADS_1


__ADS_2