
Panda sadar, ia ingin duduk dan minum namun ia terlalu lemah. Ibu yang tahu bahwa Panda sadar langsung mengambilkan Panda minum.
"Maafkan saya merepotkan nyonya" ucap Panda lemah, Ibu tersenyum malu dipanggil nyonya oleh Panda.
"Aaah tidak apa-apa, aku senang menemanimu disini" Ibu tersipu malu.
"Terima kasih banyak nyonya sudah berkenan menemani saya disini"
"Kau tak perlu sungkan padaku, anggap saja aku ibumu. Apa kau merasa lapar?" Panda sangat lapar, namun ia malu mengakuinya dan ia menggeleng.
Tak disangka perut Panda tak bisa diajak bekerja sama, ia berbunyi sangat kencang.
Kriuuuuukkkk...
Ibu tertawa kecil.
"Aku akan menyuapimu" Ibu mengambilkan makanan Panda yang sudah dibawakan oleh perawat.
Panda ingin menolak namun perutnya benar-benar menyebalkan, rasanya Panda ingin memaki perutnya sendiri karna berbunyi untuk kedua kalinya. Ibu menahan tawanya dan menyuapi Panda.
"Buka mulutmu dan makanlah yang banyak, lalu minum obat agar kau cepat sembuh" Panda terpaksa menurut semua perintah ibu.
Ibu tersenyum anak muda yang manis itu menurutinya.
"Kau masih muda, tampan dan begitu giat bekerja. Apalagi yang kau cari?"
"Cari? Mencari apa nyonya?"
"Apalagi? Tentu saja calon pendamping untukmu" Ibu berkata sambil tersenyum malu.
"Saya selalu mendampingi tuan muda nyonya"
"Bukan itu maksudku, seorang wanita"
"Nyonya sedang mendampingi saya saat ini"
Ibu mulai kesal, namun ibu paham Panda memang lebih polos menantunya.
__ADS_1
"Aku terlalu tua untukmu, carilah gadis yang baik lalu jadikan ia kekasihmu"
♥️♥️♥️
Lana dan Bella masuk bersamaan ke ruang Panda dirawat. Ibu mempersilahkan mereka masuk. Bella menyangka ibu adalah orang tua Panda. Ia langsung mencium tangan ibu.
"Kau anak yang sopan dan manis" ucap ibu, Lana hanya tersenyum pada ibu dan menghampiri Panda.
"Apa kau baik-baik saja?" Lana terlihat khawatir.
"Saya baik-baik saja nona, tidak perlu khawatir"
"Aku tidak khawatir.." Lana menjaga gengsinya didepan Panda.
"Aku mengkhawatirkanmu Panda" Bella muncul di sisi lain tempat tidur Panda, kini Bella dan Lana berada sisi yang saling berhadapan.
"Terima kasih sudah datang untuk menjengukku nona, Bella" Panda tersenyum.
"Ya sama-sama. Aku membawakanmu buah-buahan agar kau cepat sembuh" kata Bella.
"Aku juga membawakanmu buah-buahan" Lana tak mau kalah, kini gengsinya mulai terkikis dengan kehadiran Bella.
Ibu yang menyaksikan tingkah Lana dan Bella menjadi teringat pada kelakuan dua orang lainnya yang selalu berselisih karena memperebutkan satu orang. (Siapa hayo???)😁😁
"Aku akan membukakan jeruk untukmu" Kata Bella.
"Lebih baik kau makan pisang, ini bagus untuk memberikan kekuatan pada mu"
"Jeruk mengandung banyak vitamin, makanlah. Aaaa...."Bella menyuapi Panda, Panda hanya menurut.
"Aku sudah membuka buah pisang ini, ayo segera makan" Lana tak mau kalah ikut menyuapi Panda. Panda juga menurut.
"Ini jeruknya kau makan lagi" Bella menyuapkan pisang lagi ke mulut Panda, lalu Lana menyuapkan pisang. Begitu seterusnya sampai jeruk dan pisang habis.
"Sudah-sudah, apa kalian ingin membunuhnya? Lihat pipinya menggembung seperti tupai. Apa kalian berniat mengganti namanya dari Panda menjadi tupai?"
♥️♥️♥️
__ADS_1
Lana dan Bella diminta ibu agak menjauh dari Panda. Ibu kesal melihat tingkah keduanya. Panda hanya menurut apapun yang ibu katakan. Ibu menghampiri Bella dan Lana.
"Kalian berdua pulang lah, Panda harus istirahat"
"Baiklah bu, aku juga harus kembali ke kantor. Bolehkah aku bertemu Panda sekali lagi?" Bella memohon. Ibu mengangguk.
Lana melihat Bella berjalan kearah Panda dan membisikkan sesuatu, mereka berdua lalu tertawa kecil bersama. Bella membungkukkan badannya kepada Lana dan Ibu lalu keluar dari ruangan tempat Panda dirawat.
"Lalu kau nona kaya, apa yang ingin kau lakukan disini?"
"Apa ibu lelah?"
"Kau ingin mengusirku? Dasar gadis kaya yang tidak punya sopan santun" Ibu memaki Lana, Lana cemberut.
"Bukan begitu bu, aku hanya takut ibu kelelahan menjaganya. Biar aku menggantikan ibu menjaganya sementara waktu.
Ibu melirik sinis kearah Lana dengan tatapan tak percaya.
"Apa kau bisa membantunya untuk buang air kecil?" wajah Lana memerah, ia tak bisa menjawab pertanyaan ibu.
"Mana mungkin aku melakukannya" Lana menoleh kearah lain, ia takut ibu menangkap rasa malunya.
"Hahaha aku pun tak bisa melakukannya" Ibu hanya menggoda Lana, Lana menghela napas.
"Bila kau memang ingin menjaganya, ibu akan pulang sekarang. Oia siapa namamu?"
" Namaku Lana Bu"
"Oowh kau adalah adik dari menantuku Lilo, pantas saja aku seperti pernah melihatmu" Lana menunduk malu.
"Baiklah nona muda, ibu akan pulang. Jagalah Panda dengan baik. Menjelang malam ibu akan kembali dan kau bisa pulang" Ibu menepuk pundak Lana.
"Baik bu, terima kasih"
Ibu hanya mengangguk, ia segera bersiap pulang. Tak lama ibu keluar dari ruang perawatan. Selang beberapa lama.
"Nona" Panda memanggil Lana.
__ADS_1
"Ada apa? Kau ingin sesuatu?" Lana menghampiri Panda.
"Maafkan saya nona, namun saya harus ke kamar kecil"